HENING

HENING
Menyebalkan


__ADS_3

×HENING×


PART 1


"Hei Lucky apa kau tak bisa kecilkan suara musik di headphone mu itu? Suaranya masih bisa terdengar oleh kami. Apa kau tak takut jika telingamu akan rusak" teriak Arjit teman Laksh.


Laksh tak menghiraukannya, sebenarnya antara tak menghiraukan atau tak mendengar sih. Laksh terus menggoyang-goyangkan kepalanya mengikuti alunan musik yg sedang dia dengar.


Seorang gadis tiba-tiba datang dia menjentikkan jarinya di depan wajah Laksh. Namun mata Laksh masih terpejam.


Gadis itu kesal dia langsung menarik ponsel Laksh dari saku celananya dan mematikan musik yg sedang Laksh dengar.


Laksh terkejut dengan sikap gadis itu. Dia menatap sinis ke arahnya.


"Hei kau siapa? Berani sekali kau mengganggu kesenanganku" teriak Laksh.


"Namaku Ragini, suara musik di headphone mu mengganggu konsentrasiku untuk membaca"


Laksh memperhatikan


penampilan gadis di depannya. Dia hanya mendengus kesal.


"Hei nona, taman ini luas. Kau bisa pindah ke tempat lain tanpa harus mengganggu kesenangan orang lain" kesal Laksh.


Ragini hanya tersenyum sinis, dia lalu menarik telinga kanan Laksh dan meniupnya kencang.


"Aku harap telingamu ini masih berfungsi dengan baik"


Gadis itu lalu pergi dia mengibaskan rambutnya hingga mengenai wajah Laksh.


"Aawwww" rintih Laksh.


Ragini hanya tersenyum dan terus berjalan.


Laksh mendengus kesal menatap punggung Ragini yg perlahan menjauh.


"Memang siapa dia? Berani sekali dia menghentikan kesenanganku" dengusnya.


"Laksh tapi dia memang benar, kau menyetel volumenya dengan sangat kencang, apa kau tak takut nanti kau akan tuli" ucap Arjit.


Laksh hanya melotot. Arjit langsung kabur.


"Siapa wanita itu? Berani sekali dia kepadaku" gumamnya.


Laksh lalu menggendong tasnya dan pergi meninggalkan taman.


***


"Uhh menyebalkan sekali" keluh Ragini.


Mrunal hanya menatap bingung tingkah sahabatnya ini.


"Kau kenapa? Baru datang tapi sudah mengeluh"


Ragini menghela nafasnya, menyeruput jus Mrunal.


Mrunal menatapnya kesal.


"Ragini jangan kau habiskan, kau tau aku sedang mengirit uang jajanku"


"Kau ini pelit sekali, nanti aku akan mentraktirmu"


Ekspresi Mrunal langsung sumringah.


"Benarkah? Ragini aku sangat lapar, traktir aku makan siang yah" rayu Mrunal.


Ragini hanya mengangguk. Mrunal lalu pergi untuk memesan makanan.


Mata Ragini membulat saat melihat sekelompok pria yg duduk depannya, Ragini mendesis saat melihat ada pria menyebalkan yg tadi dia temui di taman.


"Isshhh dia lagi"


Laksh menatap Ragini kesal.


"Gadis itu, untuk apa dia disini"


Mrunal memperhatikan ekspresi Ragini, dia langsung menoleh ke belakang.


"Astaga, dia tampan sekali" ucap Mrunal.


Ragini hanya cemberut.


"Kau menyukainya Ragini?"


"Hentikan Mrunal! Jika kau masih mau ku traktir tak usah membahas tentang dirinya!"


Mrunal hanya terdiam.


Ragini dan Laksh saling menatap sinis.


Next or Stop??


Please komwell ya 😄😄


****


×HENING×


PART 2


Ragini terus mengetuk-ngetuk mejanya menggunakan pulpen, pikirannya melayang ke peristiwa tadi siang di taman. Pria itu yg selalu mengusik pikiran Ragini, pria yg slengean, susah diatur. Ragini cemberut dan mendengus kesal saat mengingat pria itu.


Benar-benar menyebalkan!


Ragini menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Hei Ragini, kau kenapa? Galau?" tanya Mrunal.


Ragini hanya menggeleng.

__ADS_1


Tak lama dosen datang, Ragini dan Mrunal memperhatikan dosen itu.


***


"Lucky, kau tau? Nampaknya gadis yg tadi di taman dia menyukaimu" goda Arjit.


Laksh hanya mengernyitkan alisnya.


"Ishh.. Tak usah kau mengingatkan aku kepada dirinya. Aku muak!" kesal Laksh.


"Benci dan Cinta beda tipis loh.. Kita tunggu aja suatu saat nanti kalian akan saling mencintai" goda Arjit.


Namish langsung menggebrak meja.


Dia melototi Arjit, Namish langsung pergi meninggalkan kelasnya.


Arjit mengelus dadanya.


"Dasar.. Mau sampai kapan dia menjomblo, kasian sekali nasibnya. Ckck"


***


Laksh pergi ke taman, dia merebahkan tubuhnya disana. Melipat tangannya dan menjadikannya alas untuk kepalanya, memejamkan matanya, menghirup udara yg masih terasa sangat segar.


"AWWAAAASSS" teriak seorang gadis.


Gadis itu langsung menarik tubuh Laksh hingga tubuh Laksh hampir terjatuh. Laksh membulatkan matanya saat melihat gadis di hadapannya ini.


"KAAUUUU" teriak Laksh.


"Kau jangan ge-er Laksh, lihat itu ada ular disana" tunjuk Ragini.


Laksh langsung menoleh, benar saja ada ular kecil disana.


"Ayo ucapkan terimakasih kepadaku"


Laksh hanya menatapnya heran. Laksh lalu berlalu meninggalkan Ragini.


"Hei dasar kau pria tak sopan! Aku sangat menyesal telah menolongmu hari ini!" teriak Ragini.


Namun Laksh tak menghiraukannya, dia hanya memasang headphone nya dan menganggukkan kepalanya mengikuti irama musik yg di dengarnya.


"Menyebalkan sekali" gumamnya.


***


"Laksh kau dimana Nak? Ikut ibu sini"


"Laksh jangan dengarkan kau anak ayah, kemarilah Nak. Ayo ikut ayah"


Laksh kecil hanya bersembunyi di kamar mandi.


"Laksh akan ikut denganku" teriak ibu Laksh.


"Kau sudah kehilangan hak mu untuk membawa Laksh" bantah ayah Laksh.


"Aku yg telah melahirkannya"


"Aaaaaaaa"


Laksh berlari keluar dari kamar mandi, dia menangis histeris. Dia lalu berlari meninggalkan rumah itu.


"Aaaaaaa"


Laksh meremas rambutnya. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. Mengatur nafasnya yg masih memburu.


"Astaga mimpi buruk mengenai kejadian itu mengapa harus selalu terulang"


Next or Stop??


Please komwell ya 😄😄


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


×HENING×


PART 3


"Akhirnya kau turun juga Laksh"


Laksh tak menatap, dia hanya mengambil piringnya dan memulai makan malamnya.


"Tidak baik jika kau tidur sore Laksh, kau selalu saja mimpi buruk kan!"


"Kak, berhenti membahasnya"


Adars hanya tersenyum.


"Dimana kakak ipar dan ponakanku kak?" tanya Laksh karena sedari tadi dia tak melihat mereka.


"Mereka pergi menginap di rumah ibunya Parineeta. Ibunya sedang sakit, jadi dia meminta Pari dan Abhi menginap disana"


"Ohhh"


"Laksh, ayah merindukanmu, dia bertanya mengapa kau tak pernah mengunjunginya"


Laksh menghela nafasnya.


"Jangan bahas tentang dirinya kak, aku muak"


Adars hanya mengangguk dan kembali memakan makanannya.


"Berdamailah dengan masa lalumu, agar kau bisa mengatasi penyakitmu!"


Laksh hanya terdiam tak memperdulikan kakaknya itu.


***


"Ragini, apa harimu di kampus menyenangkan?" tanya Swara.

__ADS_1


"Sangat buruk, apalagi ada pria yg sangat menyebalkan disana"


"Oh ya? Apakah dia tampan? Setampan kakak mu Sanskar?" goda Swara.


"Kakak, dia sangat jelek. Sungguh menyebalkan"


Ragini mengerucutkan bibirnya.


"Jelek? Dia hitam? Gendut? Berkumis? Berjanggut? Astaga aku tak menyangka ada manusia seburuk itu"


Ragini hanya tertawa geli.


"Kau lucu sekali kak, mana mungkin dia sejelek itu. Dia tampan" ucap Ragini keceplosan.


Swara menyenggol lengan adik iparnya itu.


"Ohh jadi pria itu tampan?" godanya.


Ragini menghela nafasnya dan mengangguk.


"Tapi dia bukan tipeku!" teriaknya.


Swara hanya tertawa.


"Jangan terlalu membencinya karena bisa jadi nanti pria itu menjadi orang yg sangat aku sayangi" goda Swara.


"Tidak akan pernah kak"


"Hei Ragini dari tadi kau teriak-teriak saja, ini rumah bukan hutan" kesal Sanskar yg tiba-tiba masuk.


"Aku tau kalau ini rumah"


Sanskar melototi Ragini.


"Sayang jika kau sudah lahir, ayah harap nanti kau jangan seperti bibimu itu yah" ucap Sanskar dengan mengelus perut buncit Swara.


"Harusnya kakak bersyukur jika nanti anak kakak mirip denganku, berarti nanti dia akan menjadi anak yg sangat cantik" kesal Ragini.


"Cantiknya sih tidak apa-apa, asal jangan sifat ngeselinnya itu hahaha"


"Kakak"


"Sanskar sudah, ayo kita pergi dari sini, biarkan dia yg sedang melamunkan pria di kampusnya itu" ledek Swara.


"Kakak ipar" teriak Ragini.


Mereka berdua pergi dari kamar Ragini.


"Astaga, pantas mereka berjodoh. Mereka memang sangat menyebalkan"


***


"Aku lebih dahulu kesini, aku ingin mendengarkan musik dengan volume yg kencang dengan headphone ku, jika kau ingin membaca, menjauhlah dari diriku" ucap Laksh.


Ragini benar-benar geram dengan sikap Laksh.


"Kau sangat percaya diri sekali, lihat diriku! Aku sedang tidak membawa buku. Dan kalau aku sedang ingin membaca lebih baik aku ke perpustakaan saja dari pada disini, konsentrasiku buyar karena ada pria tak waras sepertimu"


Laksh tak terima dia langsung berdiri.


"Apa maksudmu?"


Mereka saling bertatapan tajam, seseorang tak sengaja menyenggol lengan Laksh hingga Laksh terjatuh, badannya berada di atas tubuh Ragini. Mereka saling bertatapan lama.


"Ciiyeee" teriak semua orang yg ada disana.


Ragini langsung mendorong tubuh Laksh.


"Kau, jangan sekali-kali mengambil kesempatan dalam kesempitan Laksh, isshh"


"Hei apa kau lihat aku sengaja? Aku terjatuh tadi"


"Jika ingin jatu, jatuh saja sendiri tak usah menindih tubuhku"


"Kau ini..." tunjuk Laksh.


"Kau menyebalkan Laksh"


Laksh benar-benar geram.


'Ya Dewa apa salahku selalu bertemu lagi dengan wanita tak waras itu' gumamnya.


***


"Berantem lagi?" ucap Mrunal yg melihat wajah sahabatnya di tekuk.


Ragini hanya mengangguk.


"Dengan Laksh lagi?"


Ragini mengangguk lagi.


"Sepertinya kalian memang jodoh, sudah di takdirkan untuk bersama"


Teja melototi Mrunal, Mrunal hanya tertawa.


"Maaf aku hanya menebaknya saja"


Teja melipat kedua tangannya di perut. Matanya membulat saat melihat Laksh sedang duduk di depannya.


"Dia lagi?"


Mrunal langsung menoleh ke belakang.


"Tuh kan, benar kataku. Kalian itu jodoh, sudah terimalah"


"MRUNAL" teriak Ragini.


Mrunal hanya terkekeh. Sementara Laksh dia menatap sinis ke arah Ragini. Ragini membuang mukanya.

__ADS_1


Next or Stop??


Please komwell ya 😅😅


__ADS_2