HENING

HENING
Pendekatan


__ADS_3

×HENING×


PART 4


Ragini mondar-mandir di halte bus dekat kampusnya, dia menunggu seseorang. Dia benar-benar merasa sangat gelisah karena hari sudah semakin gelap tapi orang yg sedari tadi dia tunggu tak muncul juga. Tanpa Ragini sadari sedari tadi ada pria bertubuh kekar yg terus memperhatikan dirinya. Pria itu mempunyai niat jahat kepada Ragini. Namun saat pria itu mendekat, dengan sigap sebuah tangan menangkisnya dan menggagalkan aksinya. Ragini yg menyadari ada kegaduhan yg terjadi di belakangannya dia langsung menoleh, dia terkejut saat melihat Laksh yg tengah bertarung dengan pria bertubuh kekar itu.


"Pergi kau" bentak Laksh.


Pria itu langsung berlari meninggalkan Laksh.


Laksh lalu menatap Ragini.


"Ini dompetmu, lain kali jika sedang sendirian di jalan sepi kau perhatikan sekitarmu, jika pria itu berbuat macam-macam kepadamu bagaimana"


Ragini hanya terdiam, dia hanya menatap wajah Laksh lekat.


"Terimakasih Laksh, untung ada dirimu"


Laksh mengangguk.


"Memangnya kau sedang menunggu siapa? Apa dia tak datang? Jika kau mau, aku akan mengantarmu pulang"


Ragini terdiam dan menatap ponselnya.


"Baiklah Laksh.. Aku ikut bersamamu"


Laksh mengangguk.


"Ayooo"


Ragini mulai memasuki mobil Laksh.


Hanya keheningan yg mengiringi perjalanan mereka.


Laksh sibuk menyetir, sementara Ragini dia asik dengan ponselnya.

__ADS_1


"Memangnya siapa yg kau tunggu? Kekasihmu?" tanya Laksh.


Ragini hanya menoleh dan menggeleng.


"Kakak ku, dia bilang dia akan menjemputku tapi dari tadi belum datang juga"


Laksh hanya mengangguk.


"Laksh.. Berhenti di situ, itu rumahku"


Laksh memberhentikan mobilnya di tempat yg Ragini tunjukkan.


Ragini menatap heran karena banyak orang yg datang ke rumahnya.


"Bibi.. Ada apa?"


"Ragini.. Kau yg tabah yah sayang" ucap seorang wanita separuh baya.


"Memangnya kenapa bibi?"


"APAAA???" teriak Ragini.


Laksh yg masih di belakang Ragini tak menyangka dengan kemalangan yg terjadi kepada Ragini.


Ragini langsung berlari memasuki rumahnya. Dia menatap sedih tubuh kakanya yg sudah terbujur kaku. Ragini menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya iti, dia berharap jika kakak nya akan membuka matanya.


"Kakak.. Buka matamu, Kak.. Aku tak punya siapa-siapa lagi selain dirimu, Kak" ucapnya dengan terisak.


Laksh yg di belakangnya hanya menepuk bahu Ragini, dia lalu memberanikan dirinya untuk memeluk Ragini.


"Laksh.. Tolong aku Laksh.. Tolong bangunkan kakak mu, suruh dia berhenti bersandiwara Laksh" ucapnya lirih.


Laksh hanya menepuk bahu Ragini untuk menenangkannya.


***

__ADS_1


Ragini telah usai menaburkan abu jenazah kakak nya ke sungai, dia lalu terdiam di tepi sungai itu dengan memeluk lututnya sendiri, dia menyandarkan kepalanya di tangannya.


"Sampai kapan kau akan menangisinya Ragini, mau sampai kapanpun kau menangisi, dia tak akan kembali lagi ke dunia ini Ragini"


Ragini hanya terdiam.


Dia terus menatap air sungai yg mengalir.


"Aku tak mempunyai siapapun lagi selain kakak ku, Laksh. Sekarang dia sudah tiada lalu siapa yg akan menemani dan menjagaku"


Laksh menatap iba Ragini. Dia benar-benar pernah merasakan di posisi Ragini, jadi dia tau perasan yg sedang Ragini rasakan.


"Kau tenang saja Ragini, ada aku. Mulai sekarang biar aku yg akan menjagamu"


Ragini langsung menoleh, dia tak menyangka jika Laksh mengatakan hal itu.


"Maafkan aku atas sikapku selama ini kepadamu, mulai sekarang kita bisa berteman"


Laksh mengulurkan tangannya.


Ragini merasa sangat senang, dia lalu mengulurkan tangannya.


"Terimakasih Laksh"


Laksh hanya tersenyum.


"Ragini.. Tersenyumlah.."


Ragini lalu tersenyum.


"Kau tak perlu takut, kau tidak sendiri Ragini ada aku yg akan selalu menjagamu"


Ragini memeluk erat tubuh Laksh.


Laksh hanya terdiam, dia menepuk-nepuk pelan punggung Ragini.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2