HENING

HENING
Janji


__ADS_3

×HENING×


PART 14


"Sial.. Aku kehilangan jejaknya.. Sebenarnya siapa wanita itu? Mengapa dia mengawasi Ragini?"


Ravish terus berkeliling demi mencari keberadaan wanita misterius itu.


"Kau tak akan bisa menagkapku, Ravish" ucapnya sinis.


Saat wanita itu akan berbalik dia sangat terkejut melihat pria yg berdiri tegap di hadapannya.


"KAU??"


Wanita itu berusaha untuk kabur namun tangan Ravish menahannya.


"Lepaskan aku"


"Jadi kau yg melakukan semua ini kepada Ragini?"


Wanita itu hanya terkekeh.


"Memangnya kenapa jika aku yg melakukan itu, hah?"


PLAAKKK...


Ravish yg merasa sangat geram dia langsung menampar wanita itu dengan sangat kencang.


Wanita itu hanya menatap tajam ke arah Ravish dengan memegang pipinya yg terasa sakit.


"Apa yg kau inginkan sebenarnya, hah?"


"Aku ingin Ragini mati!" teriaknya.


Ravish menatap tajam ke arah wanita itu.


"Apa maksudmu?"


"Hahaha dari dulu Ragini selalu mendapatkan apa yg dia inginkan, sementara aku tidak. Dari dulu dia selalu di kelilingi oleh orang yg mencintainya, sementara aku hanya hidup sendiri. Dari dulu pria yg aku cintai selalu saja mencintai Ragini. Dan kau tau, aku sangat tidak menyukainya. Dia tak pernah peka dengan perasaanku, dia selalu mengambil apa yg menjadi milikku. Dia selalu saja merenggut kebahagiaanku, maka dari itu sekarang aku yg akan membuat hidupnya menderita, seperti apa yg dia lakukan kepadaku"


"Heh.. Memangnya Ragini pernah berbuat kasar kepadamu? Memangnya dia pernah secara terang-terangan mengambil milikmu, Meethi?"


Meethi hanya tertawa.


"Tidak.. Tapi aku sangat muak dengan sikap sok baiknya itu, jadi lebih baik jika aku menghabisi saja dirinya"

__ADS_1


Ravish mencengkram lengannya dengan sangat kencang, membuat Meethi merasa kesakitan.


"Jika kau berani menyakiti Ragini lagi kau harus berhadapan denganku, sekarang kau ikut denganku ke kantor polisi. Aku akan membawamu kesana"


Ravish menarik lengan Meethi dan membawanya ke kantor polisi.


***


Laksh masih menggengam erat tangan Ragini, tangan yg satunya membelai pipi Ragini.


"Hei sayang.. Mau sampai kapan kau tertidur disini. Apa kau tak ingin bangun dan memelukku?"


Namun Ragini tak memberikan respon.


Laksh mencium pelan punggung tangan Ragini.


"Bangunlah Ragini, jangan menyiksaku seperti ini. Aku tak mampu hidup tanpamu, kau adalah sumber kekuatanku. Kau penyemangat di hidupku, kau yg membuat aku bisa bangkit dari keterpurukan dan trauma masa laluku, bangun Ragini. Buka matamu, aku tak ingin kehilanganmu. Aku tak ingin kau meninggalkanku. Buka matamu, tatap aku Ragini.. Buka matamu demi aku" ucap Laksh dengan terisak.


Perlahan Ragini mulai membuka matanya.


"Laksh" ucapnya pelan.


Laksh menghapus airmatanya dan menghampiri Ragini.


"Aku sudah tak kuat Laksh" ucapnya pelan.


"Hei.. Ragini.. Apa yg kau katakan.. Kau harus kuat, demi aku demi kakakmu"


Ragini menggeleng.


"Relakan aku Laksh.. Lanjutkan hidupmu tanpa aku.. Aku sudah tidak kuat Laksh, sakit sekali" ucapnya pelan.


"Hei Ragini apa yg kau katakan.. Jika kau ingin pergi meninggalkanku lalu untuk apa aku hidup, hah? Lebih baik aku mati saja menyusulmu"


"Ku mohon demi aku, berbahagialah Laksh"


Laksh menggelengkan kepalanya dan terus menangis.


"Ssstt.. Jangan katakan apa-apa lagi. Dimana yg sakit hah? Aku akan memanggilkan dokter untukmu, kau tunggu disini sebentar"


Saat Laksh ingin beranjak, Ragini menahan tangan Laksh hingga membuat Laksh tertahan dan tetap menatap Ragini.


"Ku mohon berjanjilah.. Aku sudah tak kuat Laksh"


Laksh hanya menangis.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku Ragini.. Aku mohon kepadamu"


Ragini menyentuh pipi Laksh dan tersenyum.


"Aku sangat mencintaimu, Laksh. Lanjutkan hidupmu meski tanpa aku"


Laksh hanya terisak.


Dada Ragini mengembang dan tertarik, lalu tubuhnya melemah dan matanya tertutup.


"Ragini.. Ragini.. Bangun.. Ragini.. Ku mohon buka matamu" teriak Laksh lirih.


Laksh menaruh jarinya di dekat hidung Ragini, dia menangis histeris.


"RAGINIIIIIIII" teriaknya.


Laksh menjatuhkan dirinya ke lantai, dia menangis histeris.


Ravish yg baru saja datang melihat Laksh seperti itu dia bingung.


"Laksh.. Ada apa Laksh?"


Laksh masih menangis tak mampu menjawab pertanyaan Ravish.


Ravish menghampiri Ragini dan menangis. Dia memegang lengan Ragini untuk mengecek denyut nadinya, dia menangis histeris.


"RAGINIII... Bangun sayang.. Jangan tinggalkan kakak.. Bangun sayang.. Bangun"


Ravish menggoyang-goyangkan tubuh Ragini dan memeluknya.


Laksh berlari dari ruangan itu, dia berlari menuju sebuah kuil yg tak jauh berada di dekat sana, tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat.


"Apa yg kau inginkan Dewa? Apa yg kau inginkan dariku? Mengapa kau selalu mempermainkan takdirku? Mengapa kau senang sekali merenggut nyawa orang yg aku sayang? Apa kau marah kepadaku hingga kau tak biarkan aku untuk bahagia? Katakan Dewa! Katakan! Kenapa kau mengambil Raginiku, mengapa kau merebut dia dariku. Mengapa kau tak ambil saja nyawaku, ambil saja. Aku tak mampu hidup tanpanya. Ambil juga nyawaku Dewa. Jika kau memang tak izinkan aku dan Ragini bersatu di dunia ini, biarkan aku dan Ragini bersatu di alam lain. Ambil nyawaku, jika kau membuat Ragini kehilangan nyawanya berarti kau juga harus membuatku kehilangan nyawaku" teriak Laksh.


Laksh membunyikan lonceng itu, dia berjalan dengan terburu-buru.


BRRUUKKKK..


Tubuh Laksh terhempas di jalan, darah mengalir dari kepalanya. Matanya masih terbuka, dia menangis.


"Ragini tunggu aku.. Aku akan menyusulmu" ucapnya pelan.


Lalu mata Laksh terpejam.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2