
×HENING×
PART 5
Ragini terdiam di kamarnya, dia benar-benar merasa kesepian, dulu hanya kakaknya Akash yg menemaninya karena orang tua Ragini telah lama meninggal, kini saat Akash juga pergi meninggalkannya, Ragini merasakan hidupnya sangatlah hampa.
TOK.. TOK.. TOK..
Ragini menoleh saat mendengar suara ketukan pintu di luar rumahnya. Dia langsung menghampiri dan membukanya. Matanya membulat saat dia melihat seseorang yg berdiri di hadapannya.
"Kak Ravish?"
Ravis tersenyum.
Dia langsung memeluk erat tubuh adik kesayangannya itu.
"Kakak.. Kakak kemana saja? Kenapa kakak baru kembali saat Kak Akash sudah tiada?"
Ravish melepaskan pelukannya, dia menangkup wajah Ragini dengan telapak tangannya.
"Kakak sangat merindukanmu sayang, sangat. Kau tau kan semenjak pertengkaran kakak dan Akash waktu itu, Akash mengusir kakak dan tak boleh menemuimu lagi"
"Kak.. Tapi...."
"Ssssttt.. Kau tenang saja sayang, kau tidak sendirian sekarang, ada kakak yg akan selalu menjagamu"
"Terimakasih kak, aku sayang sekali dengan kakak"
Ravish memeluk erat tubuh adiknya, matanya menatap tajam ke foto Akash yg sudah di kalungkan karangan bunga. Dia menatapnya sinis.
'Akhirnya aku yg menang kan Akash.. Akhirnya aku bisa kembali ke rumah ini, mau sekuat apapun kau memisahkan aku dari Ragini tak akan pernah bisa, karena aku sangat menyayanginya dan urusanku adalah denganmu, aku memang tak menyukaimu, tapi aku sangat menyayangi adikku ini, maafkan aku Akash kau harus berakhir seperti ini' batinnya.
"Kakak.. Berjanjilah jangan pergi lagi" ucap Ragini dengan terisak.
"Iyah sayang.. Kakak janji"
***
Laksh yg sedari tadi di kamar merasa sangat gelisah, dia terus memikirkan Ragini. Dia sendiri bingung dengan sikapnya itu karena Ragini selalu menyita pikirannya dan benar-benar membuat Laksh heran.
Dia menatap ponselnya dan meraihnya.
"Apa aku harus menelpon Ragini?" tanyanya kepada dirinya sendiri.
Tapi dia menggeleng dan melemparkan ponselnya ke ranjang. Dia lalu merebahkan dirinya di ranjang, matanya terpejam. Senyuman Ragini selalu terbayang di benaknya.
"Aaaa.. Aku benar-benar sudah gila"
Laksh lalu mengambil ponselnya, dengan cepat dia mencari nomor Ragini dan menghubunginya.
Ragini melirik ponselnya yg berbunyi dia langsung mengangkatnya.
"Ragini.. Bagaimana kabarmu?" tanya Laksh.
Ragini merasa bingung karena sikap Laksh menjadi sangat aneh.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Laksh, ada apa memangnya?"
"Oh syukurlah.. Kau berani kan Ragini untuk tidur sendirian?"
Ragini tertawa.
"Kau tenang saja Laksh, kakak ku Ravish telah kembali, mulai sekarang dia yg akan menemaniku"
"Kakakmu? Kau masih mempunyai kakak selain Akash?"
"Iyah Laksh.. Laksh sudah dulu yah, Kak Ravish memanggilku. Bye"
"Bye"
Laksh benar-benar bingung dan tak mengerti.
"Apa ini yg dinamakan cinta? Ahh Laksh bodoh sekali dirimu, selama kau hidup mengapa baru sekarang kau merasakan perasaan ini" ucap Laksh pelan.
Adars yg tiba-tiba melintas hanya tersenyum saat tak sengaja mendengar ucap adiknya itu.
"Dasar bodoh.. Ternyata ada juga wanita yg menyita perhatiannya" ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.
***
Pagi harinya...
"Kak Ravish, rapi sekali.. Mau kemana kak?"
"Ke kantor sayang.. Mulai sekarang kakak yg akan mengurus perusahaan keluarga kita"
"Perfect.. Aku yakin seluruh wanita yg ada disana akan terpukau dengan ketampanan kakak ku ini" ucap Ragini dengan mendekap kakaknya.
"Kau bisa saja, sayang"
"Kak.. Setiap hari kakak bisa kan mengantar dan menjemputku ke kampus seperti yg Kak Akash lakukan?"
"Tentu sayang, ayo sekarang kau sarapan dulu. Nanti kakak akan mengantarmu"
Ragini tersenyum.
***
"Dahh kakak" Ragini mencium pipi Ravish dan melambaikan tangannya.
Laksh yg sedari tadi sengaja berdiri di depan untuk menunggu Ragini kini menatap Ragini dengan sinis. Dia berpikir jika Ragini telah menemukan seseorang yg bisa membuatnya bahagia. Saat Laksh ingin pergi, Ragini langsung menghampirinya.
"Laksh.." sapanya.
Laksh hanya terdiam, dia lalu memasang headphonenya.
Ragini merasa kesal karena di acuhkan, dia lalu melepaskan headphone Laksh.
"Laksh.. Aku kan tadi berbicara kepadamu, mengapa kau mengacuhkan aku?"
"Oh.. Kau masih mau berteman denganku? Bukankah kekasih barumu itu sudah cukup bagimu?"
__ADS_1
"Kekasih baru?"
Ragini bingung dengan ucapan Laksh.
"Iya pria yg tadi kau cium pipinya itu" ucap Laksh sinis.
"Hahaha" tawa Ragini pun pecah.
Membuat Laksh semakin kesal, Laksh lalu berjalan cepat menjauhi Ragini.
"Hei.. Laksh.. Tunggu aku" teriak Ragini.
Ragini menarik lengan Laksh.
"Hei.. Mengapa kau menjauhiku, bukankah katamu kemarin kita adalah teman?"
Laksh hanya mendengus kesal.
"Memangnya kau masih membutuhkan seorang teman? Bukankah pria tadi lebih dari teman dan sangat berarti untukmu?"
Ragini mengangguk dan tersenyum.
"Dia memang lebih dari teman, dan sangat berarti untukku"
Laksh semakin kesal.
"Lalu?"
"Laksh.. Kau adalah temanku dan dia kakak ku aku tak bisa memilih diantara kalian"
Laksh menoleh.
"Kakak?"
Ragini mengangguk.
"Dia Kak Ravish.. Kakak kandungku, dia baru kembali setelah sekian lama"
Entah mengapa ada rasa lega saat mendengar penjelasan Ragini, Laksh sampai tak bisa menyembunyikan ekspresi bahagia, hingga dia tersenyum.
"Laksh.. Kau kenapa? Kenapa ekspresimu seperti itu? Ohh jangan bilang kau cemburu yah? Hahahha"
"Ishh.. Percaya diri sekali kau Ragini.. Sudah aku mau ke kelas nanti aku terlambat" ucap Laksh dengan berlari.
"Hei.. Laksh tunggu aku"
Ragini berlari mengejar Laksh.
Mrunal dan Arjit saling menatap bingung.
"Sejak kapan mereka menjadi dekat?" tanya Mrunal.
Arjit hanya mengedikkan bahunya.
To be continued...
__ADS_1