HENING

HENING
Bukan sekarang


__ADS_3

×HENING×


PART 10


Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hatiyang sangat ekstrem berupa mania dan depresi, karena itu istilah medis sebelumnya disebut dengan manic depressive.


Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.


Dan itulah penyakit yg diderita oleh Laksh, jika saja dia mau menjalani terapi psikisnya mungkin dia tak akan terus menerus menderita seperti ini, hanya saja Laksh kini sedikit bisa mengontrol emosinya. Tapi semenjak kematian ayahnya seolah membuat luka lama yg Laksh pendam muncul kembali. Luka itu masih terasa sangat perih. Jadi dia bisa meluapkan seluruh emosinya kepada semua orang, tanpa terkecuali Ragini.


Jika dia sedang marah, seluruh orang oun bisa dia bentak.


***


Cahaya kilauan matahari di pagi hari menusuk mata Laksh yg tengah tertidur. Dia melirik jam di samping nakasnya. Dia tersenyum karena bisa bangun lebih awal.


Dia lalu beranjak meninggalkan tempat tidurnya, dia mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.


***


"Ragini.. Kau mau pergi ke kampus hari ini?" tanya Ravish


"Iyah ka.. Aku sedang ada ujian dan harus secepatnya sampai ke kampus"


"Diantar pacarmu?" goda kakaknya itu.


"Kakak" rengeknya.


"Ya sudah.. Kau habiskan dulu sarapanmu, lalu kau boleh berangkat ke kampus"


Saat Ragini mau memakan sarapannya, tiba-tiba suara klakson berbunyi nyaring dari luar rumahnya.


TIN.. TIN..


Ragini melirik ke arah Ravish.


"Ya sudah.. Kau pergilah, pangeranmu sudah menunggu, tapi kau harus habiskan sandwichmu dan susumu dulu"


Ragini mengangguk dia lalu memakan sandwichnya dan meminum susunya dengan cepat.


"Dahh Kakak" teriak Ragini.


Ravish hanya menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba ponsel Ravish berbunyi.


"Pasien baru? Baiklah aku akan menanganinya"


Ravish menutup kembali ponselnya.


Di luar rumah....


Ragini memasuki mobil Laksh dengan terburu-buru.


"Maaf Laksh.. Aku terlambat"


Laksh memperhatikan wajah Ragini.


"Kau ini seperti anak kecil saja" ucap Laksh dengan menahan tawanya.


Ragini hanya menatap bingung.


Tangan Laksh menyentuh sudut bibir Ragini dan membersihkan serpihan roti yg berada di sudut bibirnya.


"Kalau makan jangan berantakan"


Ragini hanya menunduk malu.


"Ya sudah.. Ayooo Laksh kita berangkat"


Laksh hanya menganggukkan kepalanya.


Ragini terus menatap Laksh, pandangannya tak pernah terhenti menatap wajah tampan kekasihnya itu. Laksh yg menyadarinya langsung menoleh.


"Ada apa? Mengapa kau terus menatapku seperti itu? Kau terpana dengan ketampananku"


Ragini hanya memanyunkan bibirnya.


"Percaya diri sekali kau Tuan Laksh Maheswari"


Laksh hanya tertawa, dia merangkul tubuh Ragini. Kepala Ragini dia sandarkan di dadanya.

__ADS_1


"Kau tau Ragini.. Aku sangat mencintaimu" ucap Laksh dengan mengecup pucuk kepala Ragini.


Ragini tersenyum mendengarkan ucapan Laksh itu, dia hanya mengeratkan pelukannya.


"Berjanjilah kau tak kan meninggalkanku setelah kau tau diriku yg sebenarnya"


Ragini menatap bingung ke arah Laksh.


"Apa yg kau katakan Laksh?"


Laksh hanya menggelengkan kepalanya.


'Nampaknya ini bukan waktu yg tepat untuk aku memberitahu Ragini mengenai jati diriku yg sebenarnya, baiklah aku akan mengatakannya nanti saja' batin Laksh.


To be continued...


***


×HENING×


PART 11


"Laksh.. Ayo kita pulang" ajak Ragini saat melihat Laksh di kantin.


Laksh masih terdiam tak bergeming, pandangannya kosong dan menatap lurus. Ragini bingung, dia mengibaskan tangannya di depan wajah Laksh tapi tak ada respon.


Ragini menggengam tangan Laksh dan menggoyangkannya.


"Hei.. Ada apa sayang?" tanyanya lembut.


Laksh tersadar dan langsung menoleh. Dia tersenyum dan mengelus pipi Ragini.


"Ada apa hmmm?"


"Ayoo.. Kita pulang"


Laksh menatap wajah Ragini dengan lekat dan mengangguk.


***


Di kmar Ragini.....


Dia terus memikirkan sikap Laksh yg mendadak aneh, kadang dia tertawa dengan sangat riang tak lama kemudian dia bisa saja menangis dengan sesenggukan. Ragini benar-benar dibuat bingung dengan sikapnya.


'Ah.. Tidak apa-apa'


'Aku baik-baik saja'


'Tak usah dipikirkan'


Ragini menarik nafasnya dalam, dia benar-benar penasaran dengan sosok Laksh yg sebenarnya. Mengapa dia bisa menjadi dua pribadi yg berbeda di waktu yg tak terpaut lama.


Ragini mengetuk-ngetuk dahinya meggunakan jarinya, dia terus memikirkan sikap Laksh yg baginya benar-benar sangat aneh.


Ragini lalu menghempaskan tubuhnya di ranjang empuk miliknya. Dia meraih ponselnya dan melihat kebersamaannya dengan Laksh. Sesekali dia tersenyum saat melihat senyuman manis prianya itu.


"Sebenarnya apa yg terjadi kepadamu, Laksh? Mengapa aku merasa jika kau menyembunyikan sesuatu dariku?"


Ragini mengelus foto Laksh di ponselnya.


***


"Kakak.. Apa kita harus pergi ke sini?"


"Iyah Laksh.. Semua demi kebaikanmu"


"Kak.. Tapi kenapa harus ke psikiater? Aku tidak gila kak"


"Laksh.. Ini untuk mengatasi penyakitmu selama ini, dan kau tenang saja ini hanyalah sebuah terapi"


Laksh hanya mengangguk.


Dia mulai memasuki ruang psikiater itu tanpa memperhatikan nama yg terpampang di depan pintu ruangan itu.


TOK.. TOK.. TOK..


"MASUK"


Laksh dan Adars mulai memasuki ruangan itu.


Laksh sangat terkejut saat melihat pria yg menjadi dokter ahli psikiater di hadapannya kini.

__ADS_1


"Laksh" ucapnya pelan.


Laksh hanya terdiam dan menelan ludahnya. Sementara Adars dia hanya menatap bingung.


Ravish tersenyum dan mempersilakan Laksh dan Adars untuk duduk.


"Jadi.. Apa masalahmu Laksh?"


"Begini.. Hmmm"


Tiba-tiba Laksh merasakan lidahnya kelu dan tak mampu mengucapkan sepatah katapun, dia merasa sangat gugup.


"Begini dok....."


Adars menceritakan kejadian yg dialami Laksh hingga menbuat Laksh seperti itu, Ravish memperhatikan dengan seksama cerita Adars.


Setelah Adars selesai bercerita, Ravish menatap wajah Laksh yg murung. Dia tersenyum dan menarik nafasnya dalam.


"Kau tenang saja Laksh.. Kau akan menjalani terapi agar psikis mu tak terganggu dengan bayang-bayang masaa lalu mu yg menganggu itu"


"Tapi Kak.. Ku mohon kau rahasiakan ini dari Ragini"


Ravish hanya mengangguk, dia mengedipkan matanya. Dia seolah mengerti kegundahan yg tengah dirasakan oleh Laksh.


"Ragini? Siapa dia? Kekasihmu?" tanya Adars bingung.


Laksh dan Ravish tak menjawab.


"Baiklah.. Laksh.. Kita akan menjalani terapi yg pertama"


Ravish mengajak Laksh ke sebuah ruangan kecil, dia membiarkan Laksh bercerita dan meluapkan seluruh isi di hatinya. Dia benar-benar merasa sangat bingung. Ravish melihat dengan jelas dari sorot mata Laksh.


"Apa aku bisa sembuh?" tanya Laksh.


Ravish hanya mengangguk.


"Aku akan membantumu, kau tenang saja. Asal kau mengikuti caraku"


Laksh tersenyum kepada Ravish.


***


Esok paginya di kampus..


Ragini tengah duduk menatap danau yg ada di taman kampusnya, dia melemparkan batu kerikil ke dalam danau itu.


Dia memanyunkan bibirnya, entah mengapa dia merasa sangat gelisah.


CUPPP...


Mata Ragini membulat saat tiba-tiba ada pria yg mengecup bibirnya secara tiba-tiba. Ragini menatap wajah pria itu dan mendorongnya.


"Awww.. Sakit Ragini" ucap Laksh dengan memegang bokongnya.


Ragini hanya mendengus kesal.


"Siapa suruh kau lancang sekali secara tiba-tiba menciumku"


"Kenapa? Memangnya aku tak boleh mencium kekasihku sendiri?"


"Tidak boleh"


"Baiklah berarti aku akan cium wanita lain saja"


"LAKSHHHH"


Laksh hanya terkekeh, dia lalu merangkul tubuh Ragini.


"Kau dari mana saja? Aku sangat merindukanmu"


"Hei.. Kau ini.. Sudah jangan bersedih, aku berjanji kepadamu jika aku akan selalu ada untukmu"


"Janji?"


Ragini mengulurkan jari kelingkingnya.


"Janji"


Laksh mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Ragini.


"Kau tau.. Aku sangat mencintaimu, aku akan selalu ada untukmu dan membuatmu selalu bahagia"

__ADS_1


Ragini hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


To be continued..


__ADS_2