HENING

HENING
Berubah


__ADS_3

×HENING×


PART 8


"Hati-hati yah sayang, kau langsung tidur saja" ucap Laksh.


Ragini hanya tersenyum. Dia keluar dari mobil dan melambaikan tangannya.


Laksh lalu memutar mobilnya dan melakukannya dengan sangat kencang. Hatinya merasa sangat gelisah.


Setelah sampai di penjara, Laksh langsung berlari.


"Kak Parineeta" teriak Laksh.


Parineeta langsung meneoleh.


"Laksh.. Akhirnya kau datang"


"Dia dimana kak?"


"Sedang ditangani oleh dokter khusus"


Laksh hanya mengangguk.


Adars tiba-tiba datang.


"Ternyata kau masih peduli kepadanya" sindir Adars.


Laksh tak menghiraukan, dia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki ruangan di penjara itu.


Dia memperhatikan dengan seksama dokter yg menanganinya di penjara itu. Laksh merasa tak tega, dia lalu memutar tubuhnya.


"Laksh" panggilnya pelan.


Laksh menoleh, dia berusaha untuk mengendalikan emosinya.


Laksh lalu menghampiri pria paruh baya itu.


"Akhirnya kau kesini juga Nak, setelah sekian lama. Ayah sangat merindukanmu" ucapnya lirih.


Laksh hanya terdiam tak bergeming saat tangan itu mulai menyentuh pipinya.


"Maafkan ayah, Nak.. Maafkan ayah" ucapnya pelan.


Tak ada sepatah kata pun yg keluar dari mulut Laksh. Laksh hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Kau bertahanlah" ucap Laksh pelan.

__ADS_1


Ada guratan kekecewaan pada raut wajah pria itu saat bertemu dengan putra yg sangat dia rindukan, karena respon yg diberikan Laksh berbeda dengan yg dia bayangkan.


"Kau masih marah kepada ayahmu ini, Nak?"


Laksh hanya menggeleng.


"Kau segeralah sembuh, dan jangan terus menerus bersandiwara seperti ini agar aku mau menemuimu, ingat ini adalah yg terakhir aku menemuimu setelah kejadian itu"


"Tapi Laksh...."


Laksh menahan ucapan ayahnya itu, dia lalu beranjak dan memutar tubuhnya.


"Waktu ayah sudah tak lama lagi, Nak. Apa kau tak bisa memberikan kesempatan untuk ayah memperbaiki semuanya?"


Laksh mengepalkan tangannya dan menahan luapan emosionalnya yg terasa sangat sesak di dada.


"Apa kau bisa mengembalikan nyawa ibuku? Apa kau bisa membuatnya kembali lagi kesini? Jika bisa, aku pasti akan memaafkanmu"


Hati ayahnya Laksh hancur, karena sangat mustahil menghidupkan kembali orang yg aussh meninggal.


Laksh lalu mengepalkan tangannya dan melangkahkan kakinya pergi menjauh dari sel tahanan itu.


"Laksh.. Laksh" teriaknya.


Namun Laksh tak menanggapinya.


***


Dia meraih ponselnya dan menghubungi Laksh.


"Laksh.. Kau sedang apa?"


"Jangan ganggu aku Ragini.. Aku sedang tak ingin di ganggu untuk saat ini" bentak Laksh.


Dia lalu mematikan telponnya.


Ragini heran dengan sikap Laksh mengapa bisa seperti itu.


Dia lalu memeluk erat gulingnya dan memejamkan matanya.


***


"Ada apa kak? Mengapa kau berpakaian putih-putih seperti itu?" tanya Laksh.


"Ayah.. Dia telah meninggal"


Laksh merasakan tamparan yg sangat keras di hidupnya. Tapi dia bisa berbuat apa karena dia memang tak bisa melupakan rasa sakit di hatinya akibat peristiwa itu.

__ADS_1


"Kau ikut kan bersama kami untuk mengkremasi jasad ayah?"


"Maaf kak.. Aku tak bisa.. Aku sedang ada urusan penting di kampus"


"Tapi Laksh.. Bagaimanapun juga dia tetap ayah kita" ucap Adars pelan.


Laksh sejenak berpikir, dia menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kau bersiaplah dulu"


Laksh melangkahkan kakinya menuju kamarnya kembali.


***


Laksh menatap kobaran api yg membakar jasad ayahnya. Dia teringat dengan peristiwa masa kecilnya yg sangat tragis.


Adars yg menyadari itu langsung merangkul adiknya.


"Semua sudah digariskan oleh Dewa, Laksh. Kita hanya bisa pasrah dan serahkan semua kepadanya"


Laksh hanya mengangguk.


"Apa disana ibu akan menerimanya, kak?"


Adars hanya tersenyum.


***


"Laksh" panggil Ragini.


Laksh hanya bersikap ketus dan menjauhi Ragini.


"Laksh.. Ada apa dengan dirimu? Mengapa sikapmu berbeda kepadaku dari semalam?"


"Kau ini bawel sekali Ragini, tinggalkan aku sendiri aku lagi tak ingin kau ganggu"


"Tapi aku kekasihmu Laksh"


"Ragini.. Kau memang kekasihku tapi kau tak berhak untuk mencampuri semua urusan pribadiku" bentak Laksh dengan geram.


Ragini hanya terdiam, dia tak menyangka jika Laksh membentaknya. Ragini terisak.


"Jangan menangis, dasar cengeng"


Laksh lalu meninggalkan Ragini sendiri. Ragini menatap kepergian Laksh.


"Mengapa sikapnya berubah kepadaku seperti itu? Dia lebih sering membentak dan marah-marah" ucap Ragini lirih dengan menatap tubuh Laksh yg semakin menjauh.

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2