HENING

HENING
Gelisah


__ADS_3

×HENING×


PART 7


"Laksh..." ucapnya pelan.


Laksh hanya tersenyum dan menaikkan alisnya.


"Ada apa?" tanyanya santai.


Posisi tubuh Ragini masih menindih tubuh Laksh.


"Eheeemm.. Astaga apa yg kalian lakukan? Ini masih di lingkungan kampus loh" teriak Mrunal.


Sontak Ragini dan Laksh pun langsung menoleh, Ragini berusah bangkit dia hanya mendengus kesal saat melirik Laksh.


Mrunal hanya tertawa.


"Ckck.. Kalian inu.. Jika kalian memang sudah tak tahan cepatlah menikah, jika kalian memang sudah tak bisa menahan hasrat kalian kan bisa lakukan hal seperti tadi di luar jangan disini"


"Mrunal" teriak keduanya berbarengan.


Mrunal hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya, dia lalu meninggalkan Ragini dan Laksh.


Ragini melipat kedua tangannya, dia memalingkan wajahnya. Ekspresinya dibuat sejutek mungkin. Tapi itu malah membuat Laksh semakin gemas dengan Ragini.


Laksh lalu mencubit pipi Ragini dengan gemas, Ragini menoleh ke arah Laksh dan memanyunkan bibirnya. Laksh mencapit bibir Laksh dengan tangannya.


"Ragini.. Pacaran yuk?" ucap Laksh pelan.


Ragini hanya mengerutkan dahinya dan berpikir.


'Apa ini caranya mengutarakan perasaannya, tidak ada romantis-romantisnya' gerutu Ragini di dalam hati.


"Bagaimana kau mau tidak? Jika kau tidak mau ya sudah.. Aku juga tidak memaksa"


Laksh melangkahkan kakinya di depan Ragini. Ragini menggigit bibirnya, dia mengembangkan pipinya. Benar-benar kesal karena pria yg telah mencuri hatinya mengatakan perasaannya dengan cara yg tidak Ragini duga.


"Laksh" rengek Ragini.


Laksh langsung menoleh, dia menaikkan alisnya.


"Kenapa? Apa kau berubah pikiran untuk menerimaku?"


Ragini terdiam dan berpikir.


"Apa seperti itu caramu mengutarakan perasaan kepada seorang wanita?"


Laksh mengangguk.


"Apa dulu kau juga menggunakan cara yg sama saat menyatakan cinta kepada mantan-mantanmu dulu?"


"Mantan? Aku tak memiliki mantan" jawab Laksh singkat.


Ragini mengernyitkan alisnya, dia seolah tak percaya dengan ucapan Laksh.


"Jika kau mau menjadi kekasihku, berarti kay merupakan wanita pertama yg menjadi kekasihku, Ragini"


Ragini terdiam.

__ADS_1


"Jika kau tak percaya, kau tanyakan saja kepada Arjit"


"Laksh.. Coba katakan sekali lagi, aku ingin dengar"


Laksh menyentuh bahu Ragini dengan menatap lekat matanya.


"Ragini.. Aku mencintaimu, aku nyaman berada di dekatmu, maukah kau menjadi kekasihku?"


Ragini mengembangkan senyumannya.


Dia lalu mengangguk.


"Ragini.. Apa aku boleh memelukmu?"


Ragini menganggukkan kepalanya.


Mereka lalu saling berpelukan erat.


***


"Ehheemm.. Yg sudah tak perlu lagi dengan kakak" goda Ravish saat melihat adiknya yg baru pulang.


"Kakak" rengeknya.


"Hahahah.. Jadi untuk seterusnya Laksh kan yg akan mengantar jemputmu?"


Ragini mengangguk.


"Syukurlah.. Itung-itung buat aku irit bensin"


"Kakak" Ragini merengek.


"Semoga kau selalu bahagia sayang, jika Laksh menyakitimu kau langsung katakan kepada kakak, biar kakak langsung menghajarnya"


Ragini hanya mengangguk.


***


Sedari tadi Laksh hanya tersenyum, senyuman Ragini selalu terbayang jelas di benaknya.


Jika dia tau jatuh cinta rasanya sangat Indah seperti ini mungkin dia akan jatuh cinta dari dulu, tapi dia bersyukur karena dia sudah menemukan wanita yg tepat untuk melabuhkan hatinya.


Wanita yg bisa memikatnya hanya dengan sebuah senyuman.


TOK.. TOK.. TOK..


Parineeta datang menghampiri Laksh dengan tersenyum.


"Ada apa kakak ipar?"


"Laksh.. Adars bilang kau harus menyusulnya ke rumah sakit karena ayah kalian kondisinya sangat memburuk, Adara tidak ingin jika kau akan menyesal nantinya"


Laksh hanta terdiam, dia mengepalkan tangannya. Mengencangkan rahangnya.


"Laksh.. Temui dia untuk yg terakhir kalinya mungkin dengan cara seperti itu kau bisa berdamai dengan masa lalumu"


Laksh terdiam.


Parineeta menepuk bahu Laksh.

__ADS_1


"Kakak tau.. Jika kau bukan manusia yg egois, pikirkan perkataanku Laksh. Kau tau apa yg harus kau lalukan sekarang, kakak percaya dengan keputusan yg akan kau buat"


Parineeta lalu pergi meninggalkan Laksh.


Laksh masih terdiam di tempatnya, dia menghela nafasnya kasar. Dia melirik jam di tangannya. Dia mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar dari kamarnya.


***


"Laksh.. Untuk apa kau mengajakku malam-malam kesini?" tanya Ragini heran saat Laksh tiba-tiba mengajaknya ke sebuah taman pinggir kota.


"Aku hanya ingin menikmati udara sejuk malam dan menatap bintang-bintang bersama kekasih baruku"


Ragini menyunggingkan senyumnya.


"Dasar gombal"


Laksh merangkul tubuh Ragini.


"Ragini kau tau, diantara bintang yg berkilauan di atas ada satu bintang yg berkilau sangat terang"


"Dimana Laksh?"


"Itu (Laksh menunjuk satu bintang yg bersinar paling terang).


Ragini tersenyum menatap bintang yg di tunjukkan oleh Laksh.


"Dia adalah ibuku"


Ragini menoleh, dia menatap iba ke arah Laksh.


"Kata bibiku dulu, jika orang meninggal dia akan tetap hidup dan bersama kita, dia tetap menatap kita dan dia akan menjadi bintang di atas sana, dia akan terus mengawasi kita dari sana"


Ragini tersenyum.


"Kau percaya jika bintang itu adalah ibumu, Laksh?"


Laksh mengangguk.


"Maka dari itu di depan ibuku di atas sana aku ingin meminta restunya"


"Restu?"


"Iyah.. Restu agar dia menyetujui hubungan kita ini"


Ragini hanya tersenyum dia lalu memeluk tubuh Laksh. Laksh mengelus pelan rambut Ragini.


Tiba-tiba ponsel Laksh berbunyi, Laksh melepaskan pelukan Ragini. Dia mengangkat telpon dan menjauh.


"Baiklah.. Aku akan kesana" ucap Laksh pelan.


Laksh lalu menghampiri Ragini.


"Ragini.. Ayo kita pulang"


"Ada apa Laksh?"


"Tidak apa-apa"


Laksh menyembunyikan kegelisahan di dalam hatinya..

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2