
×HENING×
PART 13
"Bagus Laksh.. Sekarang kau sudah bisa mengendalikan emosimu" puji Ravish.
Laksh hanya tersenyum.
"Terimakasih kak, semua berkat bantuanmu dan dukungan dari Ragini"
Ravish tersenyum dan menatap lekat wajah Laksh. Laksh menjadi sangat bingung ditatap seperti oleh Ravish.
"Ada apa kak?" tanya Laksh gugup.
"Tidak.. Aku hanya ingin bertanya satu hal kepadamu"
"Tanya apa kak? Katakan saja"
Ravish semakin mencondongkan tubuhnya dan matanya masih menatap lekat wajah Laksh bahkan kini semakin lekat.
"Apa kau benar-benar tulus mencintai adikku?"
Laksh menarik nafasnya lega, dia pikir Ravish akan bertanya hal apa.
"Iya kak, aku sangat mencintai adikmu kak"
Ravish mengepalkan jemari tangannya.
"Lalu kapan kau akan memulai hubungan serius dengannya?"
"Ma-maksudmu menikah?"
Ravish hanya terkekeh.
"Menurutmu apa lagi Laksh?"
Laksh menarik nafasnya dalam.
__ADS_1
"Kak.. Aku dan Ragini masih kuliah jadi aku ingin kita selesaikan studi kita dulu, lalu kita lanjut ke jenjang yg lebih serius"
"Menikah"
"Iya kak.. Maksudku itu.. Menikah"
Ravish mengangguk seolah mengerti.
"Baiklah, aku pegang omonganmu. Ingat jangan pernah lukai hati adikku, jika kau berani menyakitinya maka lawanmu adalah aku"
Laksh hanya mengangguk.
***
Ragini menoleh ke kanan dan kiri jalan, dia memperhatikan kendaraan yg lalu lalang. Dia ingin menuju pasar di sebrang sana. Setelah di rasa aman Ragini langsung menyebrang. Namun tanpa dia sadari sebuah motor melaju dengan sangat kencang, dia menyerempet tubuh Ragini. Tubuh Ragini memutar dan terhempas ke jalan, kantong belanjanya berserakan di jalan. Darah segar mengalir dengan deras dari dahi dan kepala Ragini.
***
"Siapa yg menanganinya? Siapa yg menangani adikku?" tanya Ravish panik.
"Kau tenang saja dokter, ada dokter Arman di dalam. Dia sudah menangani adikmu"
Saat pintunya terbuka, Ravish dengan cepat langsung menghampiri Dokter Arman.
"Bagaimana keadaan adikku Arman?"
"Kau tenanglah dulu Ravish.. Lukanya sangat serius darahnya terus mengalir dari kepalanya, dia kehilangan banyak darah dan kita kekurangan darah sesuai dengan golongan darahnya"
"Ambillah darahku. Darahku sama dengannya"
Arman lalu membawa Ravish ke ruangan untuk mendonorkan darahnya.
***
"Ragini.. Ragini.. Ragini..." teriak Laksh di koridor rumah sakit.
Matanya tertuju saat melihat Ravish tengah tertunduk lemah dan menutup wajahnya.
__ADS_1
"Kak.. Dimana Ragini? Apa dia baik-baik saja?" tanya Laksh khawatir.
Laksh mendongakkan kepalanya dan menatap Laksh. Dia menepuk bahu Laksh dan mereka saling berpelukan seolah saling memberikan kekuatan.
"Kita doakan saja Laksh"
Dokter Arman keluar dari ruangan.
"Bagaimana Arman keadaan adikku?"
Arman membuka kacamatanya dan mengusap matanya.
"Maafkan aku Ravish.. Adikmu.. Dia mengalami koma"
"APAAAA?" teriak Ravish dan Laksh bersamaan.
"Setelah di operasi kondisinya semakin melemah, dia juga tak memberikan respon walaupun dia masih bernafas. Maafkan aku.. Kau harus kuat Ravish.. Kita serahkan kepada Dewa, semoga dia memberikan keajaiban kepada Ragini"
Ravish menjatuhkan tubuhnya ke lantai, hatinya terasa sangat hancur. Dia menangis sejadi-jadinya.
Sementara Laksh dia langsung berlari masuk untuk menemui Ragini, dia menatap lirih wajah kekasihnya yg tertutup selang oksigen dan tangannya yg dialiri dengan selang infusan.
Laksh menyentuh pipi Ragini dan mencium keningnya lembut.
"Kau jahat Ragini.. Kau jahat.. Kenapa kau malah terbaring lemah seperti ini.. Bangun Ragini.. Bangun.. Kau adalah penyemangatku, kau hidupku.. Aku tak bisa hidup tanpamu, bangun Ragini.. Buka matamu, buka.. Jangan seperti ini.. Aku mohon" ucap Laksh dengan terisak.
Airmata Laksh jatuh ke pipi Ragini. Tapi Ragini tak memberikan respon apapun, dia hanya terdiam.
Sepasang mata mengawasi mereka di luar kamar itu. Dia menutupi wajahnya dengan kain dan menatapnya sinis.
"Haha rasakan itu Ragini.. Kau harus mati Ragini.. Kau harus mati..." ucapnya pelan.
Dia tersenyum menatap keadaan Ragini.
Ravish menyadari jika ada yg mengawasi mereka. Dia lalu berlari, wanita itu lalu pergi berusaha untuk meninggalkan rumah sakit itu.
"Hei.. Tunggu.. Siapa kau? Hei.. Tunggu" teriak Ravish dengan berlari mengejar wanita misterius itu.
__ADS_1
To be continued...