
Dava tidak berhenti menggenggam tangan Dea saat mereka berangkat dari rumah Sabrina. Ingin rasanya Dava mengurung Dea di bawah tubuhnya dari pada datang pada acara malam perpisahan yang di adakan untuk angkatannya itu. Ia tidak rela jika Dea menjadi pemandangan gratis bagi para siswa memang dari dulu sudah terpukau dengan pesona isterinya.
Melihat bagaimana cantiknya Dea malam ini membuat Dava tidak rela benar-benar tidak rela sama sekali jika Dea menjadi pusat perhatian banyak pria saat di sekolah nanti. Dress navy yang membalut kulit putih Dea sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang, Dava yang sejak tadi melihat saja tidak pernah puas ataupun bosan. Penampilan Dea juga di percantik dengan anting biru yang panjangnya sepanjang jari telunjuk gadis itu, rambutnya yang di curly sedemikian rupa yang menambah kesan manis. Make up tipis yang natural, sesuai dengan ke pribadian Dea. Ke dua Mama itu benar-benar membuat porsi yang pas untuk penampilan Dea malam ini.
Sebenarnya Dava juga tidak kalah menarik perhatian, pria itu sebenarnya tampil sederhana sangat simple namun sudah banyak gadis-gadis yang meneriaki namanya. Dea tidak ingin terlihat posesif dengan terus menjerat Dava di dekatnya walau Dia sangat ingin. Kemeja kotak-kotak navy dengan garis hitam putih di gulung hingga siku lengannya dan di buka semua kancingnya. Kaos putih polos yang membalut tubuhnya sebagai dalaman, apalagi terlihat sekali tubuh berbentuk Dava yang menambah penampilan pria itu lebih menonjol.
Rambut yang sudah lebih panjang memang sengaja di berantakin, dan celana jeans panjang hitam yang membentuk kaki panjang Dava yang sangat bagus saat berjalan. Lalu di permanis dengan alas kaki, sepatu yang tinggi menutupi mata kakinya.
"Yang lepasin dong tangan Aku." Pinta Dea yang sedikit risih dengan Dava yang terus menggenggam tangannya. Apalagi dari tadi saat mereka turun dari mobil yang di pinjami Fandy, mereka menjadi pusat perhatian. Seperti di negeri dongeng bak Pangeran dan seorang Puteri.
"Gak, nanti bakalan banyak pria yang deketin Kamu." Dea memutar kepalanya menghadap Dava saat Dava membisikkan kata-kata posesif andalannya.
"Gak ad-!" Dea akan protes tapi seseorang terlebih dulu menyela ucapannya.
"Hai De, Lo cantik banget sumpah." Noh-noh, Dava mulai siaga dengan merapatkan badannya pada Dea. Padahal belum selesai Dea melanjutkan ucapannya sudah ada benih-benih yang mau nikung Dava. Dava harus siap melepaskan taring kapan saja jika ada yang berani mendekati Dea.
Dea hanya tersenyum menanggapi pujian yang hadir padanya dari beberapa siswa yang mengenalnya. Dea mendesah saat Dava semakin merapatkan tubuh tinggi itu pada tubuhnya.
"Yang Aku gak bakal hilang." Dava menatap Dea tidak setuju, pasti Dea akan hilang. Itu yabg saat ini ada dalam pikiran Dava, namun otaknya memutar mencari alasan yang tepat.
"Bukan hilangnya Yang, tapi Aku lihat banyak tikungan tajam kalau alAku gak rem dan tancap gas dulu." Dea mengerutkan alisnya tidak paham dengan kata-kata Dava, memangnya mereka akan naik motor ya? Bingung Dea.
__ADS_1
Dava dan Dea terus masuk ke tempat acara di mana sudah ada panggung yang tadi siang menjadi tempat pengumuman mereka dengan lampu-lampu yang menghiasi. Tidak lupa juga alat musik juga mc yang telah berdiri di atas panggung, siap membuka acara malam ini dengan sedikit bumbu-bumbu ucapan selamat untuk kelas 12 yang lulus tentunya.
"Ck, yang pengantin baru mah anget." Ledek suara di belakang Dea dan Dava dengan kekehannya. Dava Dea kompak menoleh ke belakang, Dea tersenyum.
"Sinta Rara!" Dea bergerak cepat ke arah dua sahabatnya yang membuat pegangan tangan Dava terlepas. Dava menatap tajam pada pengganggu yang sengaja mengganggu tautan jarinya bersama Dea.
Bintang dan Zacky melambaikan tangannya pertanda menyerah melihat ke marahan Dava, apalagi mata tajam yang menyorot pada ke duanya. Ya di sana juga ada Bintang dan Zacky yang terlihat tidak kalah tampan dengan Dava.
"Santai dong bro." Bintang merangkul pundak Dava agar sahabatnya itu tidak terlalu khawatir dengan isterinya, kalaupun ada mereka juga harus melawan singa betina bernama Sinta dan si mulut toa Rara.
Setelah acara peluk-pelukan dengan sahabat-sahabatnya, Dea menatap Dava yang di rangkul Bintang tapi pria itu malah menatapnya.
"Hai guys, selamat malam?" Semua menjawab sapaan mc.
"Selamat malam!" Jawab mereka kompak.
"Ok Gue sebelumnya mau ngucapin selamat buat kalian semua yang sudah selesaiin tugas kalian sebagai siswa di SMA ini dengan baik. Semoga angkatan kami nanti juga sama dengan angkatan tahun ini. Semua lulus dengan nilai yang memuaskan." Pernyataan Jordan mendapat tepuk tangan dari semua angkatan kelas 12 dan ucapan amin atas harapan Jordan mengenai teman seangkatannya nanti. Kini Jordan yang menggantikan MC sebelumnya karena Ia adalah ketua Osis.
"Ok Gue akan langsung saja ya ke acara inti, hari ini guys kita bakal happy-happy bareng sama Kakak kelas kita." Yah acara ini memang di selenggarakan bukan untuk kelas 12 yang telah lulus saja tapi juga semua warga sekolah, agar semua sekolah dapat merasakan ke bahagian bersama.
"Hari ini Gue bakal menampilkan band dari kelas 10 11 juga 12 yang pastinya sudah kalian nantikan.".
__ADS_1
"Nanti juga ada penampilan spesial dari beberapa orang, kalian pasti gak sabarkan?".
"Siapa yang akan tampil?" Tanya Rara pada Dea dan Sinta, Dea dan Sinta menaikkan ke dua bahunya.
Sekarang Dava Bintang Zacky Dea Rara dan Sinta berada di lapangan, berbaur dengan semua teman-temannya dengan sajian musik band dari sekolah mereka. Semua tangan terangkat seiring musik yang di bawakan oleh para personil. Saat musik terdengar rock atau musik DJ mereka melompat-lompat layaknya berada di sebuah club terbuka. Saat musik country mereka akan melambaikan tangan dan semua menyesuaikan musik yang di bawakan.
Dava menggenggam tangan Dea dengan sebelah tangannya dan tangan yang lain Ia lambaikan mengikuti musik dengan senyum yang menawannya.
Semua orang begitu menikmati acara musik yang di pertunjukkan.
"Ok guys para pemain band sudah pada tampil tapi waktu kita masih sangat panjang sekali." Jordan menjeda ucapannya.
"Ada yang mau seseorang tampil gak guys buat kalian?" Jawaban kompak ya dengan tangan terangkat membuat Jordan tersenyum.
"Siapa yang kalian mau?" Pancing Jordan dengan senyum pada orang yang mungkin di inginkan untuk tampil malam ini.
"Kak Dava!"
"Dava!" Sebutan nama Dava yang kompak dari para wanita baik Adik kelas maupun teman seangkatannya membuat Dea dengan cepat menoleh ke sampingnya, di mana Dava juga menatap Dea dengan senyum yang penuh cinta dan tidak lupa juga kedipan mata yang mengandung sesuatu yang sangat misterius.
Madiun,27/07/20
__ADS_1