Hey...Tolong Miliki Aku

Hey...Tolong Miliki Aku
#Lelaki itu Abdullah 3


__ADS_3

Setelah menikah sikap Alisa sangat dingin dan diam sekali,aku mengerti dia bersikap seperti itu karena mungkin dia tidak menyukaiku,akupun sejujurnya masih belum bisa melupakan sarah,tapi itu tidak penting bagiku sekarang masa depan anak dalam kandungan Alisa lebih penting.


"Alisa ayo makan dulu,aku sudah beli pecel ayam di gang depan,sambelnya enak pasti kamu suka"


"aku tidak mau makan"


"ayolah,aku tidak memintamu tapi aku meminta anaku untuk makan"


"anakmu?ini bukan anakmu dul,kamu tidak seharusnya berkorban untuk ku seperti ini"


"Alisa aku...."


"cukup dul,kebaikan kamu malah bikin aku muak"


"setidaknya kamu harus makan,aku tidak mau kebaikan ku membuat bayi mu tidak berkembang baik"


Alisa tidak berkata apapun dan akhirnya dia membuka bungkusan nasi itu lalu memakannya,aku tahu hidupku nanti dengan alisa akan sulit bersama tapi setidaknya anak itu memiliki ayah.


"Kamu mau cek ke dokter kapan?"


"nanti aku tanya pengacaraku saja"


"hahaha kamu itu ya,masa cuma cek kandungan harus pakai pengacara"


"aku tidak mau menyusahkanmu,aku sudah bilang kita tinggal dirumah ku saja disana ada pembantu dan kamu tidak usah repot bekerja"


"Alisa aku adalah kepala rumah tangga,jadi aku akan menafkahimu"

__ADS_1


"tapi dul,aku tidak bisa masak mencuci dan beberes rumah"


"kan ada aku"


"lalu aku ngapain disini?aku hanya merepotkan"


"sejak kita menikah bahasamu berubah kamu lebih baik dan aku suka"


####


pov alisa


apa-apaan sih si adul ini,kenapa dia membuatku mali dan...


berdebar-debar,ada apa denganku kenapa jantungku begitu cepat berdetak?jangan-jangan aku....


aahh tidak,aku tidak mau,


Aku akan belajar jadi ibu rumah tangga yang baik dan istri yang berguna buat adul...


#####


Semakin hari sikap Alisa semakin membaik namun itu tidak berselang lama,ketika dia sedang membereskan kamarku,dia menemukan foto sarah disana.


"Adul ini siapa?"


"ahh bukan siapa-siapa kok"

__ADS_1


"jawab dul,aku ingin tau"


"beneran bukan siapa-siapa lis"


"Aku tau aku bukan siapa-siapa kamu jadi aku tidak berhak mengetahui apapun tentang kamu"


"Alisa bukan begitu,oke aku akan cerita,dia itu sarah mantan kekasihku"


"Mantan?"


"iya,dia yang minta putus,aku tidak bisa membahagiakannya"


"maaf aku tidak bermaksud"


"tidak apa-apa,kami sudah lama tidak bertemu dan berhubungan jadi kamu tenang saja,sekarang kamu dan anak ini adalah prioritas aku"


"Terimkasih dul"


Sore itu aku dan Alisa memutuskan makan disebuah resto yang tidak jauh dari rumah kami,Alisa ingin makan nasi goreng kesukaannya disini tapi,aku malah melihat sarah dengan gadis kecil disana,aku ingin sekali menghampirinya,bertanya padanya apa kabarnya bagaimana dia sekarang,tapi aku tidak bisa,aku tidak ingin menyakiti Alisa dan tiba-tiba sarah pun memandangku,akhirnya kita hanya saling melempar senyum.


Aahh senyumnya masih sama,masih manis dan lugu,maafkan aku Alisa...


Akhirnya aku nekat menemui sarah di parkiran,karena aku benar-benar ingib melihatnya dari dekat,menyapa nya dan aku merindukannya.


Tapi ternyata sarah sudah menikah,dan anak kecil itu adalah anak sambungnya,jadi dia menikaj dengan seorang duda?kenapa?apa dulu dia meninggalkanku karena duda ini?sementara aku masih dengan pikiran-pikiran kacau ku tiba-tiba Alisa datang dann mungkin aku menyakitinya.


Maafkan aku Alisa...

__ADS_1


__ADS_2