
Pagi-pagi sekali aku menelpon sarah apakah dia akan datang ketempat adul?tapi sarah bilang dia tidak bisa dia ingin aku yang merawat adul,kenapa dengan dia?bukannya dia ingin kembali pada adul?lalu kenapa membiarkanku merawat adul?apakah ini artinya dia memberiku kesempatan untuk dekat lagi dengan suamiku?kalau iya,aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Assalamualaikum mas adul" sapa ku pada adul yang duduk didepan teras rumah.
"Ah Alisa kenapa datang?bukankah aku sudah bilang oada sarah bahwa kamu tidak usah datang?" jawabnya heran
"Iya tapi sarah meminta saya merawat mas adul sampai benar-benar pulih,ini saya bawakan sarapan bubur ayam kesukaan mas adul"
"Bagaimana kamu tahu aku suka bubur ayam?ah iya pasti sarah yang kasih tau ya" jawabnya sambil tersenyum memegangi bungkusan bubur ayam tersebut,
Tidak dul,aku tau karena aku istrimu (dalam hati)
"Ah iya sarah yang kasi tau"
"Itu anakmu?siapa namanya"
"Muhammad,ayahnya yang memberikan nama itu katanya agar dia bisa mengikuti tauladan kanjeng nabi"
"Wah kok bisa ya ayahnya berfikir sama denganku,dulu aku selalu ingin punya anak laki-laki dan diberi nama muhammad" jawabnya tersenyum memandang muhammad.
"Alisa kamu bilang kamu akan bercerai dengan suamimu kenapa?
" Bukan kah sudah aku jawab kalau suami saya tidak mencintai saya"
"kamu punya anak dari laki-laki lain jadi pasti dia marah bukannya tidak cinta"
__ADS_1
"Kamu salah,dia tidak seperti itu,dia tahu aku hamil makanya dia menikahiku"
"Maksudnya?dia menikahi kamu walaupun tahu kamu sedang hamil?"
"iya begitulah,aku sempat ingin bunuh diri,tapi dia menyelamatkan hidupku dan anak ku"
"dia baik sekali yah,kamu cinta sama dia?"
"awalnya biasa saja,tapi dia sangat baik dan perhatian juga tulus terhadapku semakin hari perasaan itu terus ada dan begitulah"
"Lalu kenapa kamu ingin cerai?"
"dia mencintai wanita lain,aku tidak ingin membuat dia terikat denganku dan tidak bahagia,aku ingin melepaskan dia agar dia bisa bahagia dengan wanita itu"
"Apa kamu yakin setelah bercerai dia akan bahagia dengan wanita itu?kalau dia semakin sulit dan terluka bagaimana"
"Aku akan membuat dia bahagia"
"Caranya?"
"Apapun caranya,akan aku lakukan"
Adul tertawa terkekeh kekeh mendengat jawabanku
"Kenapa tertawa?" tanyaku heran
__ADS_1
"Kamu lucu"
"Lucu?"
"Kamu bilang akan buat dia bahagia,tapu kamu melepaskannya,kalau kamu memang berniat membuat dia bahagia kenapa tidak coba dengan membuat dia cinta padamu dulu,kalau memang itu tidak berhasil baru kamu pikirkan langkah selanjutnya"
Mendengat jawaban adul seakan aku merasa terpukul,dia benar aku harus berusaha membahagiakan dia bersamaku dan jika tidak berhasil dia bisa memilih hidupnya sendiri.
"Mas adul,apa yang akan mas lakukan jika istrimu meminta cerai?"
"Tergantung,minta cerainya kenapa"
"kalau dia ingin membuat mas adul bahagia apa mas adul akan menceraikan dia?"
"Tidak,,,"
"kenapa?"
"Karena aku yang akan membuat dia bahagia sampai dia tidak punya alasan untuk menceraikanku" jawabnya sambil tersenyum.
Hatiku dag dig dug tidak karuan,jantungku memanas seketika,aahh aku sepertinya benar-benar jatuh cinta yang ke sekian kalinya pada lelaki di hadapanku ini,suamiku adul.
Tiba-tiba muhammad menangis,aku mencoba mendiamkannya namun gagal tapi ketika adul menggendong muhammad anehnya dia langsung diam dan tidak menangis lagi,aku sampai takjub melihatnya.
"Kok aku seperti sayang sekali dengan anak ini ya?Lucu,semoga aku bisa punya anak selucu ini" ucapnya
__ADS_1
tidak terasa airmata ku meleleh begitu saja,aku sudah tidak sanggup berpura- pura menahan segalanya tapi jika ku ungkapkan dokter bilang itu akan memaksa adul mengingat dan jika dia dipaksa mengingat maka akan berakibat buruk untuk kesehatannya,aku tidak mau itu terjadi aku ingin adul sembuh dan kembali padaku.
Sudah jam 2 aku pamit untuk pulang,adul bilang besok jika repot aku tidak usah datang,tapi jika aku mau datang aku harus membawa serta muhammad,aku langsung mengiyakan permintaannya sungguh aku sangat bahagia sekali hari ini.