
Sejak pembicaraan kemarin Alisa menolak untuk aku temui,sepertinya dia serius dan benar-benar ingin berpisah.
"Adul?"
"Sarah?sedang apa dirumah sakit?"
"aah aku menjenguk teman saja,kamu sedang apa?"
"Istriku sudah melahirkan"
"Ah iya,selamat yah kamu sudah jadi ayah,kalau begitu aku permisi"
"Sarah tunggu,bisa kita bicara sebentar?"
"Tapi aku...hmm baiklah"
Aku dan sarah memilih taman dekat rumah sakit untuk berbincang.
"Jadi Alisa meminta cerai kepadamu?karena dia pikir kamu masih cinta sama aku?"
"Aku memang masih memikirkan kamu,tapi buatku keluargaku lebih penting dari perasaanku"
"Itu salah kamu Adul,buat seorang wanita perasaan itu penting,tidak adil buat alisa hidup bersama lelaki yang tidak mencintainya"
"Aku sayang sama dia dan muhammad sar"
"Sayang seperti apa?sayang hanya ingin melindungi atau takut kehilangan?"
"Entahlah...aku tidak mau bercerai"
"Kalau begitu lupakan aku dan mulai mencintai Alisa"
"Sarah itu tidak mudah"
"Mudah jika kamu niat dul,dan aku yakin jauh di dalam hati kamu,kamu itu cinta sama alisa,hanya saja kamu tidak menyadari hal itu"
__ADS_1
"Aku egois ya sar...di satu sisi aku ingin keluarha yang utuh,di sisi lain dalam diriku,aku masih ingin kamu ada"
"Adul...."
####
Seminggu berlalu Alisa menolak tinggal dirumahku lagi,dia bilang dia bisa mengurus dirinya sendiri,tentu saja itu sangat menyakitkan,tapi ini hidupnya aku tidak mau terlalu menekan dia,mungkin berpisah memang lebih baik untuknya.
"Bulan depan kita mulai sidang perceraian" ujar alisa
"Alisa apa aku tidak punya kesempatan lagi?"
"aku dan muhammad akan pindah keluar negri setelahnya"
"Apa!!!kamu akan memisahkanku dari anak ku Lis?"
"Ini bukan anak kamu dul,tolong kamu ingat itu"
"Aku tidak peduli,dia anak ku dan sampai kapanpun tetap jadi anak ku"
"Kenapa kamu berubah lis,kenapa kamu melakukan ini"
"Adul aku mohon kamu pergi dari rumahku"
"baiklah,besok aku akan datang lagi kesini melihat muhammad jagalah dia ya Lis"
Alisa tidak menjawab,aku hanya bisa memandangnya dari jauh berharap hatinya luluh dan mempertahankan rumah tangga kami,dalam perjalanan pulang hujan sangat deras motorku tidak bisa dikendalikan dijalan yang licin ini,aku memutuskan untuk menepi namun ketika aku berhanti sebuah mobil truk menghantam motor dan tubuhku entah apa yang terjadi selanjutnya aku tidak tahu.
####
"Neng Alisa ada telpon" ujar bi mira pada alisa
"Siapa bi"
"Bibi tidak tahi,katanya dari kantor polisi"
__ADS_1
"Polisi???bilang saja aku tidak ada"
"Tapi neng..."
"Bi..bilang begitu saja ya,aku tidak mau di ganggu,muhammad sedang istirahat"
"baik neng"
Palingan dari om raffi,manusia laknat itu tidak bisa berhenti mengganggu ku (pikir alisa)
Satu jam kemudian
"Neng...ada tamu"
"siapa bi?"
"Polisi.."
"Polisi?Lagi?tidak cape apa tadi menelpon sekarang datang,bilang saja saya tidak dirumah"
"tapi neng,katanya penting ini soal den Adul"
"Apa?Soal Adul?"
Alisa segera berlari menuruni anak tangga dan memghampiri polisi di depan pintu rumahnya
"Apa anda nyonya Abdullah?"
"Iya saya istrinya abdullah,ada apa dengan suami saya?"
"suami anda mengalami kecelakaan,beliau tertabrak mobil dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit xxxx "
Seketika tubuh alisa roboh,bi mira yang mendampingi memapah tubuh itu dengan hati-hati,
"Adul...."
__ADS_1