
Minggu siang itu di guyur hujan yang sangat deras,aku hanya berdiam diri dirumah tidak ada hal menarik yang ingin kulakukan ahh nonton drama korea saja dari pada bosan, pikirku.
Baru saja hendak menyalakan tv tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,siapa yang bertamu hujan-hujan begini,segera ku membuka pintu dan...
"Adi kamu ngapain kesini?" tanyaku kaget dan heran
"Sarah tolong biarkan aku masuk sebentar aku sangat kedinginan" pintanya
"tapi ibuku tidak ada dirumah,aku tidak bisa membiarkan orang lain masuk"
Adi hanya tersenyum getir
"Baiklah sarah aku tunggu di luar,setidaknya bisakah minta minuman hangat?"
Aku langsung bergegas kedalam membuatkan secangkir teh hangat untuk nya.
"Ini teh hangat"
"terimakasih sarah"
"sekarang jelaskan,mau apa kamu kesini?"
"aku sedang lewat saja tiba-tiba motorku mogok,dan ku pikir ini dekat rumahmu jadi aku dorong motor nya hingga kesini,karena aku juga tidak membawa jas hujan"
Aku menghela nafas panjang...
"kamu masih baik saja ya sar" ucapnya
aku tidak banyak bicara hanya diam menimpali kata-katanya
"apa kamu sangat mencintaiku?sampai kamu tidak bisa memaafkanku?"
"apa maksud kamu?itu sudah masalalu tidak usah di bahas"
"sarah...beri aku kesempatan untuk memilikimu lagi"
"aku sudah bilang aku akan menikah dengan bosku,jadi aku tidak bisa"
Ucapku tegas padanya!.
Adi hanya diam dan matanya seperti berair,atau itu hanya air hujan saja?ah jangan sar,jangan kasihan sama laki-laki ini dia sudah menghancurkanmu.
"Baiklah sarah terimakasih,sepertinya hujannya sudah berhenti,aku akan ke bengkel di ujung sana,terimakasih atas teh hangatnya"
__ADS_1
ucapnya sambil tersenyum,masih manis dan tampan seperti biasa dan apa ini hatiku masih deg degan karena nya.
Aku tidak menjawab kata-katanya hanya mengangguk pelan saja dan melihatnya menjauh dari rumah.
Adi...kenapa kamu dulu begitu tega padaku rasanya cinta ini tidak cukup untuk memaafkanmu.
Tiba-tiba ponsel ku berbunyi dari pak Kevin
aku ragu untuk mengangkatnya tapi...
"Hallo assalamualaikum pak?"
"walaikumsalam sar,jangan panggil bapak kita kan sedang tidak kerja bisa panggil aku Mas saja atau apapun yang membuatmu nyaman"
"eh ih iiiyaa.."
"tidak usah gagap gitu sar,santai saja,btw kamu sedang apa?hujan disana?"
"aku sedang di kamar,iya disini hujan pak"
"aku merindukanmu sar,kamu tidak usah menjawab perasaanku setidaknya aku hanya ingin kamu tahu apa yang aku rasakan"
"pak kevin,sepertinya kita harus bertemu"
"aku ingin memperjelas sesuatu,aku juga tidak bisa seperti ini terus menerus"
"iya sarah,kapan kamu bisa?"
"besok sepulang kerja bagaimana?"
"baiklah,aku akan menunggumu"
Hmmmm,aku menghempaskan tubuhku ke atas kasur mencoba berfikir apakah ini semua benar?
mungkin pak kevin memang jodohku.
Aku harap ini keputusan yang tepat.
####
"Jadi rencananya malam ini kamu mau terima lamaran pak kevin sar?" tanya widia tiba-tiba menghampiri meja kerjaku
"pelan-pelan wid nanti meja gua ancur"
__ADS_1
"iihh masi becanda aja deh serius ah"
"kamu maunya apa?aku terima atau aku tolak?"
"Sarah!!!nyebelin deh lu"
"mungkin pak kevin emang jodoh gua wid"
"tapi gua setuju sih dia sama lo"
"kenapa sih lu suka gua sama dia?"
"gini ya sar,lu tuh baik dan gua ga mau lu dapet lelaki yang engga baik dan menurut gua pak kevin itu baik"
"makasih ya wid,semoga keputusan gua engga salah"
"gua selalu dukung elo sar,sini peluk"
Widia memeluk ku dan kami tertawa bersama.
Aku sudah menunggu pak kevin di sebuah resto,dan dari kejauhan aku lihat pak kevin datang dengan seorang anak kecil,ah mungkin itu anak nya.
"sudah lama nunggu sar?"
"belom pak,saya juga baru datang kok dan ini siapa?"
"aah iya,sayang kenalin ya ini tante sarah dan sarah ini sella anak ku"
"aku sella tante,tante yang mau jadi mamah ku ya?"
seketika aku kaget hampir mengeluarkan minuman yang sempat ku minum
"sella tidak boleh begitu sama tante,maaf sar anak saya suka ceplas ceplos"
"iya pak engga apa-apa"
"kenapa masi pak?panggil mas aja"
"aah iya mas"
Malam itu sungguh terasa panjang dan mendebarkan,mungkin hidupku akan berubah setelah ini lebih baik atau....
Entahlah...
__ADS_1