
Shin Woo Hyun menatap tak suka pada seragam sekolahnya. Dia kemudian mengambil seragam itu dan membuangnya ke tempat sampah. Dia sudah memutuskan untuk pindah sekolah. Tiba-tiba saat Woo Hyun akan kembali pergi dia mendengar suara neneknya yang tampak asik dengan seseorang dan memuji tangan orang itu.
Woo Hyun yang penasaran mencoba mengintip sedang apa yang dinyanyikan nenek. Beruntungnya Woo Hyun pintu kamar neneknya sedikit terbuka sehingga dia bisa melihat dengan jelas jika neneknya tengah menikmati dipijit oleh Seul Bi. Nenek dihargai pijatan Seul Bi yang enak dan tak sakit di pundaknya.
Seul Bi yang mungkin baru kali ini melakukan kegiatan seperti ini dengan santainya bertanya pada nenek Kong, apa nenek juga bisa memijitnya? Nenek tak marah walau itu terlihat tak sopan, dia memaklumi sikap Seul Bi. Nenek hanya pura-pura marah dan bertanya apa Seul Bi benar-benar meminta wanita tua untuk memijat pundak Seul Bi? Seul Bi hanya tertawa, dan nenek tetap melakukan yang Seul Bi pinta.
__ADS_1
Tapi ternyata pijatan nenek terlalu keras di pundak Seul Bi, jadi Seul Bi mengaduh kesakitan saat tangan nenek ada di pundaknya. Woo Hyun yang masih mengintip di luar pintu akhirnya tersenyum melihat keakraban neneknya dengan Seul Bi. Dia merasa sebagai neneknya.
Keesokan paginya, Seul Bi menyapa semua yang ada di ruang makan dengan ceria. Woo Hyun tersentak kaget melihat baju yang dikenakan Seul Bi, karena itu baju seragam yang dia buang kemarin. Woo Hyun pun meminta Seul Bi melepaskan baju itu. Dia marah karena Seul Bi mengambil barang yang sudah dikeluarkannya.
Seul Bi menjawab jika baju ini sudah dia temukan dan otomatis menjadi miliknya. Woo Hyun ga terima. Mereka pun bertengkar, dan Seul Bi langsung belindunng di dekat nenek, sementara nenek mencoba melerai kedua bocah ini.
__ADS_1
Seul Bi jelas mau saja. Dia gagal mengembalikan Woo Hyun, dan sekarang Woo Hyun tengah membenarkan dasi Seul Bi yang sebelumnya acak-acakan. Jarak mereka sangat dekat. Seul Bi hanya menatap Woo Hyun tanpa berkata apa-apa. Aku ga tahu apa hati malaikat Seul Bi juga berdetak kencang karena bisa sedekat itu dengan pria tampan?
Tapi ternyata kedekatan itu tidak berlangsung lama. Alasan dasi yang Woo Hyun ucapkan tadi hanya agar-agar dia bisa berbicara Seul Bi. Kini dengan mengapit kepala Seul Bi di bawah ketiaknya, Woo Hyun meminta Seul Bi melepaskan baju seragam miliknya yang sekarang dipakai Seul Bi.
Nenek memberikan uang pada Woo Hyun agar membelikan Seul Bi pakaian. Seul Bi senang, tapi Woo Hyun menarik ga akan membelikan Seul Bi pakaian kalau Seul Bi melepaskan seragam miliknya itu. Seul Bi bertanya heran mengapa Woo Hyun mau membuang seragam ini, nanti bisa jadi limbah? Jadi lebih baik dia pakai saja.
__ADS_1
Woo Hyun akhirnya berkata kalau gitu Seul Bi pakai seragam itu saja terus, ga usah ganti-ganti. Sekarang para gadis juga sering memakai baju musim panas, itu membuat para gadis tampak seperti malaikat. Mendengar kata malaikat Seul Bi tentu saja tertarik. Dia tersenyum dan bertanya benarkah itu?