
Woo Hyun : "apa? apa aku baik-baik saja?"
seorang perawat datang memeriksa Woo Hyun. Woo Hyun menanyakan keadaan wanita yang menyelamatkannya (malaikat si pencabut nyawa).
perawat : "dia hanya terkejut. dia hanya perlu mendapatkan beberapa cairan infus lalu boleh pergi." setelah mengatakan itu perawat pergi.
Woo Hyun duduk sedikit mendekat pada malaikat si pencabut nyawa. selang beberapa saat, malaikat si pencabut nyawa sadar, ia melihat Woo Hyun sedang menatapnya.
Woo Hyun : "apa kau sudah sadar?"
malaikat si pencabut nyawa heran, apa Woo Hyun bisa melihatnya.
Woo hyun : "apa kau terluka? apa kau baik-baik saja?"
malaikat si pencabut nyawa bingung dengan maksud ucapan Woo Hyun yang mengatakan 'terluka'. ia berusaha untuk bangun dan menatap Woo Hyun.
Woo Hyun : "apa kau benar-benar baik-baik saja?" tanyanya lagi.
malaikat : "kau tidak mungkin bisa... melihatku, kan?"
Woo Hyun : "apa yang kau katakan?"
__ADS_1
Woo hyun mencoba untuk memeriksa dahi wanita yang ada didepannya, tapi malaikat justru malah menggigit tangan Woo Hyun. Woo Hyun berteriak kesakitan. malaikat si pencabut nyawa memegang tubuhnya dan terkejut melihat dirinya telah menjadi manusia, ia lalu teriak histeris hingga membuat Woo hyun kaget.
malaikat si pencabut nyawa turun dari tempat tidur pasien lalu beranjak pergi dengan kaki telanjang. Woo Hyun mengambil sendal selop yang ada dibawahnya dan membersihkannya. tapi tiba-tiba malaikat si pencabut nyawa teringat tentang buku kematiannya. ia kembali ke tempat tidur pasien dan mencari bukunya.
Woo Hyun menanyakan apa yang sedang dicari oleh si malaikat. malaikat si pencabut nyawa mengatakan ia mencari buku catatan hitamnya.
malaikat : "tidak mungkin!! apa yang harus aku lakukan?" serunya kebingungan.
Woo Hyun : "catatan hitam? apa kau mencari notebook hitam?"
malaikat si pencabut nyawa duduk lemas mengetahui kalau buku kematiannya hilang.
Woo Hyun dan malaikat sudah keluar dari rumah sakit. malaikat si pencabut nyawa kini memakai sendal yang tadi dibersihkan Woo Hyun. Woo Hyun bertanya pada wanita yang menolongnya itu apakah sudah ingat tempat tinggal dan nomor teleponnya.
malaikat : "mengapa aku harus ingat itu?"
Woo Hyun : "apa kau ingat darimana kau berasal?"
malaikat : "kau tidak akan percaya padaku walaupun aku memberitahumu."
Woo Hyun : "aku akan percaya. ceritakan semuanya! aku akan percaya semua."
__ADS_1
kemudian malaikat menunjuk kearah langit. Woo Hyun mendengus dan sedikit tertawa. ia berpikir kalau wanita yang ada didepannya itu terganggu pikirannya.
malaikat : "lihat, kau bahkan tidak percaya padaku!"
malaikat merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. ia memegang dadanya dan merasakan kalau ada sesuatu yang berdetak didalam. ia terkejut dan kemudian berteriak. Woo Hyun ikut terkejut dan menanyakan apa yang terjadi.
malaikat : "disini berdetak! apa kau seperti itu juga?"
malaikat tiba-tiba memegang dada Woo Hyun dan membuatnya sedikit kaget.
Woo Hyun : "hei!!! kau mau menyentuh apa?"
malaikat : "apa yang harus kulakukan?" keluhnya.
malaikat melihat diseberang jalan ada malaikat pria yang barusaja menjemput roh. (dia adalah malaikat pria yang mengajak bicara ketika di toko elektronik). Woo Hyun penasaran apa yang sedang dilihat oleh wanita yang menolongnya itu.
malaikat si pencabut nyawa senang, ia berlari menuju ke malaikat pria yang berada disebrang jalan. akan tetapi Woo Hyun segera menariknya karena ia hampir saja tertabrak mobil yang lewat. dan membuat posisi malaikat memeluk Woo Hyun.
Woo Hyun : "apa yang kau lakukan?"
malaikat : "kau juga berdetak. apa aku benar-benar menjadi manusia?"
__ADS_1