
Woo Hyun menarik Seul Bi menjauh dari ruang kantor polisi tadi. ia meminta Seul Bi untuk tidak pergi kemana-mana dan tetap tenang. Seul Bi kesal diperlakukan seperti itu. ia mengomel memaki Woo Hyun. tapi kemudian ia terdiam dan tampak memikirkan sesuatu.
diruang introgasi, Nenek duduk berjongkok dan meminta maaf pada Ibu Jin Young. Woo Jin meminta Nenek untuk berdiri.
Nenek : "dia setidaknya harus lulus sekolah tinggi untuk bisa mencari nafkah."
Ibu Jin Young : "kenapa kau mengemis padaku tentang mencari nafkah? menjijikkan!! ah, ini benar-benar..., begitu menjijikkan!"
Ibu Jin Young pergi dari kantor polisi. Nenek memanggil Ibu Jin Young dan berusaha tetap memohon.
Woo Hyun kembali dan menanyakan pada pak guru apa benar anak-anak disekolah menulis laporan itu. pak guru tergagap dan mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan pada Woo hyun kenapa dia menyebabkan masalah seperti ini terjadi.
Woo jin meminta kepada detektif dikepolisisan yang bernama Park untuk menyelidiki tulisan tangan pada bukti itu. pak guru yang mendengarnya menjadi ketakutan. sepertinya Woo jin sengaja melakukan itu untuk menakut-nakuti pak guru.
Woo jin : "kami mengurus orang yang berbohong dengan hukum yang tegas. sedikit lebih agresif!"
pak guru semakin ciut nyalinya. ia bergegas pergi dari kantor polisi.
__ADS_1
Woo Hyun mengingat sesuatu mengenai pak guru yang pernah ia pergoki menelepon seseorang ketika berada dikantornya. mengingat hal itu, Woo Hyun menggenggam tanganya memendam rasa kesalnya.
Woo Hyun mengejar pak guru diluar kantor polisi. ia tanya kalau laporan itu pasti bohong.
Woo Hyun : "kenapa? apa kau begitu takut kepada ibunya Jin Young? karena dia presiden komite sekolah? karena dia lumbung uang untuk sekolah kita?"
Nenek kesal karena Woo Hyun berbicara dengan nada tinggi pada gurunya. pak guru mengatakan pada Woo Hyun kalau hanya inilah hal terbaik yang bisa ia lakukan, dan pak guru beranjak pergi. Nenek justru menunduk dan mengucapkan terima kasih pada pak guru berkali-kali.
Woo Hyun : "aku menyelamatkan Jin Young. aku adalah korban!" teriaknya.
Nenek memukul Woo Hyun dengan kesal.
Woo Hyun : "Nenek, kau tidak percaya padaku? aku sedang menerima ketidak adilan sekarang!!" protesnya.
Nenek : "jika kau berakhir disini sekali lagi, aku akan mengeluarkanmu dari daftar keluargaku!"
ditempat parkir, Ibu Jin Young berteriak histeris melihat mobilnya yang kotor penuh dengan coretan bertuliskan "pembohong!", "bodoh, Ahjumma jahat", "diam, Ahjumma!" dan sebagainya.
__ADS_1
Seul Bi ada di kedai ddeokkbokki milik nenek Woo Hyun. wajahnya penuh dengan coretan cat. (haha.. ternyata Seul Bi yang mencorat-coret mobil ibunya Jin Young \=D)
Seul Bi memperhatikan Ki Soo yang sedang makan ddeokkbokki.
Seul Bi : "dia menempatkan dalam mulutnya, dia mengunyah itu. kemudian tegukan dan menelannya sampai kebawah. okay!!" ucapnya dalam hati.
Seul Bi mengambil sumpit dan akan mencoba mempraktekkan bagaimana caranya manusia memakan makanan.
Seul Bi tidak bisa mengambil ddeokkbokki dengan sumpit. bahkan ia tidak tahu bagaimana caranya menggunakan sumpit. Woo Hyun dan Ki Soo melihat Seul Bi dengan heran. sampai Woo Hyun berteriak karena kuah ddeokkbokki nya terciprat mengenai wajahnya.
Woo Hyun : "kau melakukannya dengan sengaja kan?"
Seul Bi tersenyum lalu mengucapkan maaf.
Seul Bi mencoba kembali mengambil ddeokkbokki dengan sumpit. Woo Hyun dengan segera mengganti sumpit dengan garpu. Seul bi tersenyum senang.
ia segera mengambil ddeokkbokki dan mempraktekkan bagaimana caranya memakan makanan sama seperti
__ADS_1
yang dilakukan Ki Soo tadi.
saat mengunyah, Seul Bi tiba-tiba teriak karena rasanya yang pedas.