HI SCHOOL LOVE ON

HI SCHOOL LOVE ON
Chapter~9 Sama??


__ADS_3

Ki Soo : "ah, kau sedang mencari perhatian kan? kau bahkan tidak bisa makan sesuatu yang pedas? ddeokkbokki memanglah seperti ini."


Seul Bi tidak mengerti dengan maksud dari kata 'pedas'. Nenek datang dan memberi air putih. ia juga tanya berapa usia Seul Bi.


Seul Bi : "aku tidak pernah menghitungnya!"


semua menatap Seul Bi dengan pandangan aneh. Seul Bi lalu mengatakan kalau usianya sama dengan Woo Hyun.


Nenek : "usiamu 18 tahun?"


Seul Bi : "ya, 18 tahun!"


semua saling memandang tidak percaya kalau Seul Bi berusia 18 tahun.


Woo Hyun : "hei, kau tidak bohong kan kalau kau lebih muda dariku?"


Seul Bi melihat pengumuman pencari pekerja paruh waktu di kedai ddeokkbokki milik nenek. ia menunjuk tulisan itu dan mengatakan kalau dia akan melakukannya.


Nenek : "apakah kau pernah bekerja sebelumnya?"

__ADS_1


Woo Hyun : "hei, jangan pernah berpikir untuk jadi benalu kami. kami hanya membiarkan kau tidur disini malam ini saja!"


mendengar ucapan Woo Hyun, Seul Bi memanyunkan bibirnya. Nenek tanya dimana orang tua Seul Bi. Seul Bi hanya diam saja.


Woo Hyun : "kau tidak ingat?"


Seul Bi hanya menjawab dengan anggukan saja. 


Nenek : "kau akan ingat setelah kau makan yang banyak dan beristirahat. kau dapat tingga selama yang kau inginkan karena kau menyelamatkan Woo Hyun."


Woo Hyun memprotes ucapan Nenek yang membiarkan Seul Bi tinggal kapanpun. Nenek menyela kalau Seul Bi adalah penyelamat hidupnya. Nenek menyuruh Seul Bi untuk beristirahat dan mengganti pakaiannya. Seul Bi tersenyum senang dan mengucapkan terima kasih pada nenek. Woo Hyun hanya bisa mendengus pasrah.


Woo Hyun sedang bersama Ki Soo ditepi sungai. Ki Soo menanyakan apakah Woo Hyun sama sekali tidak terluka setelah insiden jatuh dari atap gedung sekolah.


Woo Hyun : "aku tahu. tidak ada orang lain selain aku."


Ki Soo mengganti topic dan menanyakan kapan Woo hyun akan pindah sekolah. ia menyarankan pada Woo Hyun untuk pindah kesekolahnya dan juga mengatakan kalau gadis-gadis disekolahnya cantik-cantik. Woo Hyun menjawab kalau saat ini tidak ada yang bisa ia lakukan. kemudian ia menyuruh Ki Soo untuk pergi.


Ki Soo : "menjadi pengecut adalah cara tercepat. Aigoo, menjadi populer benar-benar membuat sakit kepala!" 

__ADS_1


Ki Soo mengarahkan lampu motor yang menyala pada Woo hyun. Woo Hyun menutupi silau sinar motor dengan tangannya.


Ki Soo : "itu sebabnya jika kau memberi tahuku bagaimana (menjadi populer), maka aku bisa meringankan sedikit beban itu..."


Woo Hyun menjadi kesal dengan Ki Soo yang terus mengoceh. ia mendorong Ki Soo hingga terjatuh dari atas motornya lalu meninggalkannya sendirian. Ki Soo marah-marah, ia memaki Woo Hyun. (haha kasian \=D)


Nenek sedang menghitung uang dari penjualan ddeokkbokki-nya. Seul Bi sudah berganti pakaian, ia mengenakkan pakaian milik Nenek. ia melihat-lihat kamar nenek kemudian duduk disamping nenek.


Woo Hyun masuk kekamar nenek, ia memuji nenek yang mendapatkan penghasilan banyak hari ini.


Nenek : "kenapa? kau punya sesuatu untuk dikatakan?"


Woo Hyun : "nona Gong..." godanya pada neneknya.


nenek memarahi Woo Hyun yang memegang uang karena dia sudah mandi. Woo Hyun menyela, walaupun uang itu kotor, neneknya suka. nenek memberitahu Woo Hyun saat menjadi tua nanti, uang adalah bantuan terbesar.


nenek memberikan sebuah kotak hadiah pada Woo Hyun.


Woo Hyun : "dari ayah?"

__ADS_1


Nenek : "batin ayahmu itu nol. nol besar! bagaimana bisa ia terus mengirim ukuran yang sama?"


Woo Hyun membuka kotak hadiah dari ayahnya yang ternyata berisi sepatu.


__ADS_2