HI SCHOOL LOVE ON

HI SCHOOL LOVE ON
Chapter~22


__ADS_3

Seul Bi berjalan melewati Woo Hyun dibelakangnya. kompilasi Woo Hyun berbalik, Seul Bi menabrak Woo Hyun. Woo Hyun mendorong kepala Seul Bi dengan telunjuknya.


Seul Bi mengatakan pada Woo Hyun kalau ia menginginkan pakaian Woo Hyun yang dipakainya.


Seul Bi: "di mana kau bisa? Sangat nyaman dan sangat bagus."


Woo Hyun: "lupakan saja! Kau tidak akan mampu membeli."


Seul Bi: "benarkah? Kenapa pakaian manusia harganya sangat mahal?"


Woo Hyun: "kau tidak melompat (kekolam) untuk menyelamatkanku kan?"


Seul Bi: "Aku berhasil! Untuk menyelamatkan anjing laut yang tidak bisa berenang." ejeknya.


Seul Bi bertanya apakah Woo Hyun tidak bisa berenang. Woo Hyun mengatakan kalau hanya bisa tidak mau berenang saja.


Seul Bi: "kenapa?"


Woo Hyun: "karena aku merasa malas."


Seul Bi: "lain kali berenanglah selagi kau malas. Sama seperti yang dilakukan 'si payung'."


Woo Hyun: "Aku bisa berenang dengan baik saat aku tidak merasa malas. Aku hanya tidak enak badan hari ini." 


Woo Hyun kemudian berakting batuk-batuk. Seul Bi bertanya apakah Woo Hyun menggunakan flu. ia menerima kepala Woo Hyun. Woo Hyun menangkis tangan Seul Bi.


Woo Hyun: "dan kamu tidak lagi terlibat dalam seperti itu. Mengerti?"

__ADS_1


Seul Bi: "tapi jika kau dalam bahaya ..."


Woo Hyun: "dan mengapa kau terus tersenyum didepan Sung Yeol?" (cemburu nih ... \= D)


Seul Bi: "Sung Yeol? Apa itu namanya? Aku suka namanya. Sangat keren."


Woo Hyun: "Bagaimana bisa nama itu keren?"


Seul Bi: "namamu juga. Lebih namamu juga keren."


Woo Hyun: "lebih? Aku ini lebih keren dari namaku!" (ha ha ha)


Seul Bi: "itu memang cocok dengan wajahmu!"


Seul Bi kembali membuat tanda V lagi diwajahnya. (hahaha, Woo Hyun si psiko \= D)


Woo Hyun kekedai dan mencari kalungnya. Seul Bi menyapanya dan Woo Hyun menyuruhnya untuk berhenti. Woo Hyun pemutaran disetiap sudut kedai. tanya nenek apa yang sedang cari Woo Hyun. Woo Hyun menjawab Singkat ia mencari kalung.


Seul Bi: "kalung?"


Nenek: "kau menghilangkannya? Dimana? Bagaimana bisa?"


Woo Hyun: "aku tidak tahu !!"


Nenek menyuruh Woo Hyun untuk berhenti mencari kalungnya dan makan saja dulu, ia akan membelikan Woo Hyun kalung yang sama seperti itu. mendengar itu Woo Hyun menjadi marah.


Woo Hyun: "yang sama? Bagaimana mungkin? Itu hanya ada satu didunia! Hanya karena terlihat sama, bukan berarti itu kalung yang sama!"

__ADS_1


Nenek: "Kau kalah itu sudah selesai kau bisa yang lebih bagus."


Woo Hyun: "apa kau akan mendapatkan yang lebih dariku saat kau juga aku?"


Nenek terkejut mendengar Woo Hyun mengatakan itu, ia tiba tiba dari duduknya.


Nenek: "bagaimana kau bisa jadi begitu?"


Woo Hyun: "kau tidak akan pernah meninggalkan keluargamu, bukan tinggal bersamanya!"


Woo Hyun pergi dengan kesal. Nenek marah melihat Woo Hyun yang hilang sopan santunnya. Nenek memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.


Nenek: "itu sangat penting karena kalung itu diserahkan."


Seul Bi: "ibuya yang memberikannya?" 


Seul Bi menolong nenek yang terjatuh dikursi karena dadanya sakit. 


Woo Hyun mencari kalungnya diloker, wastafel bahkan kolam renang. dan ia masih belum dapat menemukan kalungnya hingga mencapai kesal.


Seul Bi membantu nenek untuk meminum obat. Seul Bi bertanya apakah nenek sangat kesakitan. Seul Biopsi kening Nenek. nenek tersenyum dan berkata kalau dia baik-baik saja.


Seul Bi: "jangan sakit. Woo Hyun akan khawatir."


Nenek: "jangan khawatir .. kau juga harus beristirahat. Kau akan merasa lelah saat bekerja nanti."


Seul Bi: "aku harus menyelesaikan ini sekarang"

__ADS_1


Seul Bi mengerjakan tugas yang diberikan Young Eun kemarin. nenek memperhatikan Seul Bi. Seul Bi mengerjakan soal matematika dengan cepat.


__ADS_2