
Pagi memberi secercah cahaya. Matari di ufuk timur masih ingat dengan kewajibannya, memberikan warna menawan pada sisi timur langit. Bukit yang menonjol masih menyisakan gairah malamnya. Embun pagi masih terasa segar. Kicauan burung menambah semangat hari ini. Semoga segala kesulitan cepat terlalui.
Ruscita telah siap dengan materi pelajaran kimianya untuk hari ini. Dipandanginya segala persiapan materi yang tercatat pada laptopnya. Mulai dari materi, pelatihan soal, hingga blangko penilaian muridnya.
“Mudah-mudahan hari ini tetap lancar.” bisik dalam hatinya, sembari senyum manisnya tersirat dari bibir mungilnya.
Ruscita seorang guru kimia yang telah mendedikasikan dirinya dari menjadi seorang guru bantu hingga pemerintah memercayakannya untuk menjadi seorang guru tetap alias PNS pada sekolah yang teramat ia cintai, SMA Negeri 1 di kota kelahirannya.
Sebuah buku kecil disamping laptopnya mengusik hatinya untuk membuka. Sebaris kalimat bertuliskan tangan “aku ingin menjadi guru yang dicintai murid.” kalimat itu mengingatnya kembali pada masa dimana saat itu ia masih lajang dan menjadi satu-satunya guru yang masih muda di sekolahnya.
“Ach masa itu...” Pikirannya melambung mencari titik masa tatkala sesuatu terkenang.
“Selamat pagi ibu guru cantik.” sebuah pesan SMS dikala itu dari Pak Swi, seorang guru kimia di kota sebelah.
Kala itu SMS seperti itu telah memberi begitu besar arti sebuah kehidupan bagi Ruscita. Hatinya kian berbunga. Ada makna hidup yang teramat indah saat-saat begitu.
“Pagi juga Mas Swi, apa kabar?” jawab SMS Ruscita.
“Aku kurang sehat, mungkin karena kurang tidur.” jawab SMS Swi.
“Kok? emang knp?” lanjut SMS Ruscita.
__ADS_1
“Ngga bisa tidur semaleman, ad yg trus mengganggu pikiran q.” lanjut Swi
“Wah, jaga kesehatan mas, ntar sakit lho.”
“aku emang takut kalo sakit, alnya ibu aku ngga bisa jagain aku, nanti kalo udah ada yang mo jagain baru mo sakit, he..” SMS Swi.
“Ach, sakit kok milih.” jawab Ruscita.
“Ya, aku lagi nyari calon penjagaku...hi” Swi nglantur.
“ Mmm, mas aku dapet jam pertama hari ini, nanti lagi ya..daa.” jawab Ruscita mengakhiri.
Ponsel berbunyi memecah kenangan Ruscita pada masa lalu.
“Selamat pagi ibu guru yang cantik, materi untuk hari ini dilanjut ya buk?” Sebuah chat WA dari Anton murid kelasnya.
“Yach ampun aku melamun.” bisik hati Ruscita.
Segera ia ambil HPnya dan membalas chat muridnya.
“Ya nak, tunggu ibu kirimkan video dan materinya, dibaca ya!” balas Rus
__ADS_1
“Atom-atom karbon membentuk suatu rantai-rantai. Lalu rantai-rantai tersebut membentuk suatu pola yang disebut Alkana, Alkena, dan Alkuna. Menarik bukan? Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang definisi Hidrokarbon dan asal muasal teori Hidrokarbon. Serta cara mengidentifikasi senyawa karbon, penggolongan senyawa Hidrokarbon, sifat-sifat senyawa Hidrokarbon, dan Aplikasi Hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.” Chat materi kimia Rus kepada murid-muridnya.
“Wow, materinya keren bu.” jawab Rio
“Dibaca materinya ya gus, kalo ada yang kurang dipahami WA ibu!” jawab Rus.
“Pastinya bu, tapi kalo nanya yang lain boleh ya bu?” lanjut Rio
“Nanya apa? belajar dulu, mainnya nanti aja ya!” jawab Rus
“Kalo bertanya lewat group, jangan ke pribadi.” lanjut Rus
“Yeach...padahal maunya ke pribadi bu, he.” jail Rio
“ Ngga boleh, nanya-nanya yang pribadi, di group aja.” lanjut Rus
“Materinya kan masalah...Alkana bu...aku pengen nanya sesuatu tentang Al juga...Al..alnya aku sedang jatuh cinta bu, kwkwkwkw.” Jail Rio si perusuh kelas.
“Konsentrasi dulu sama materi gus!” Jawab Rus
“Oke bu, nanti di bantu untuk Al...Alnya yang lain ya bu, trims.” Rio mengakhiri.
__ADS_1