Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana

Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana
Chapter 14-No, No, No-Tidak, Tidak, Tidak


__ADS_3

Bel pulang berbunyi dan Lana keluar dari sekolah, ia berencana pulang dengan berjalan kaki. Namun, saat ia sampai gerbang sekolah, Lion datang dengan mobilnya dan mengajak Lana masuk ke mobilnya. Lana setuju atas ajakan Lion tersebut. Di dalam mobil, Lana dan Lion mengobrol tentang hari ini.


"Lana, bagaimana dengan hari ini? Apakah ada yang menarik di kelasmu?".Tanya Lion ke pada Lana.


"Ada murid baru di kelasku, namanya adalah Cindy. Ia pindahan dari sekolah Tunas Raya 19.".Jawab Lana.


Mendengar kata Sekolah Tunas Raya 19, Lion langsung memberhentikan laju mobilnya. Lana yang bingung bertanya langsung kepada Lion tentang hal tersebut.


"Lion, mengapa kamu tiba-tiba berhenti? Apakah ada masalah dengan sekolah itu?".Tanya Lana dengan risau.


"Tidak apa-apa, aku hanya teringat hal tentang sekolah itu. Ku dengar dulu sekolah itu pernah tawuran dengan sekolah kita.".Jawab Lion.


"Iya..".


Di saat mobil Lion berjalan, Lana tidak sengaja melihat lengan kiri Lion yang tidak tertutup, Lana melihat jelas bahwa ada bekas sayatan senjata tajam di lengan kiri Lion. Lana yang kaget dengan hal itu langsung terlihat panik dan mengeluarkan keringat berlebihan.


"....".


"Lana, mengapa kamu terlihat panik dan gelisah?".Tanya Lion sambil mencoba menutup lengan kirinya.


"Ti.. Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku..".Jawab Lana.


Lion memberhentikan mobilnya, dan menatap Lana dengan tatapan tajam. Lana merasa gelisah dan ia tidak dapat berkata apa-apa lagi kepada Lion. Wajah Lion mendekati wajah Lana sehingga jarak antara wajah mereka sekitar 6 cm.


"Kamu bilang tidak apa-apa, namun kenapa kamu berkeringat dingin?".Tanya Lion heran dengan tingkah laku Lana yang di luar ke biasaan.

__ADS_1


"....hm..".


"Pergilah dasar penjahat! Aku tak ingin di dekati olehmu!".Ucap Lana sambil mendorong Lion menjauh darinya.


Lana mencoba membuka pintu mobil Lion, namun pintunya tak bisa di buka sama sekali. Lana mulai gelisah karena Lion mendekatinya.


"Li.. Lion..".Ujar Lana sambil terus bercucuran keringat.


"Kamu kenapa mendorong ku? Apakah aku melakukan kesalahan kepadamu?".Tanya Lion kepada Lana.


"Kamu pasti adalah ketua dari klub The Nightmare In The School! Cindy memberi tahu ku bahwa konon ketua klub tersebut mempunyai sayatan bekas senjata tajam di bagian lengan kirinya".Jawab Lana.


"Sssstttt... Jangan bicara keras-keras Lana, nanti yang lain tahu..".Kata Lion sambil menutup mulut Lana.


"Ja.. Jadi kamu adalah ketua klub itu! Kamu tega sekali membuat siswa-siswa tidak bersalah terluka, kamu tidak manusiawi! Aku tidak ingin berpacaran denganmu lagi!".Ujar Lana.


"Ti.. Tidak perlu! Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, kamu sungguh begitu jahat kepada orang-orang.".Kata Lana sambil keluar dari mobil Lion.


"Lana...".


Lana pulang ke rumah nya dengan berjalan kaki. Sampainya di rumah, Lana langsung pergi ke kamarnya tanpa basa-basi dengan Wulandari.


"Dia kenapa? Apakah dia ada masalah lagi?".Tanya Wulandari dalam batinnya.


Di kamar Lana, Lana sedang menggerutu marah kepada Lion.

__ADS_1


"Lion, mengapa dia itu sangatlah menyeramkan. Dia tidak pernah memberitahu ku bahwa ia sebenarnya adalah anak nakal yang berpura-pura menjadi baik! Aku telah di tipu oleh Lion, aku tidak ingin berpacaran dengan seorang anak nakal. Dia selalu memaksa ku menurutinya, namun di balil sikapnya yang seperti itu. Ada sikap yang sangat mengerikan.".Kata Lana di atas kasurnya.


"Deng deng..".Notif ponsel Lana.


"Ini Lion, sudahlah aku sedang tidak ingin mengobrol dengannya.".Ucap Lana.


ke esokan paginya, Lana bergegas pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. Saat di jalan, ia bertemu dengan Kay yang sedang berjalan kaki dengan santai. Lana pergi menghampiri Kay dan Lana mengajak Kay untuk berjalan bersama. Kay menyetujui hal tersebut. Di jalan ada Lion yang melihat mereka berdua yang sedang berjalan bersama, Lion hanya dapat melihat mereka berjalan berduaan. Lion yang merasa dirinya sudah tidak penting bagi hidup Lana. Lion pergi mendahului mereka berdua. Sampainya di sekolah, Lana ke kelasnya bersama Kay. Di kelas, Lana di hampiri oleh Cindy dan Yoona yang menanyakan tentang mengapa Lana tidak pergi ke sekolah bersama Lion. Lana hanya dapat menjawab ia menolak ajakan Lion yang menawarinya tumpangan (bohong). Cindy dan Yoona percaya tentang alasan Lana tersebut. Saat pulang sekolah, Lana sedang berjalan di koridor sekolah dan di belakang Lana, ada Lion yang sedang memperhatikan Lana dengan serius. Lana pun berbalik dan memarahi Lion karena hari ini Lion bersikap sangat aneh sekali.


"Lion, berhentilah mengikuti ku! Kamu hari ini sungguh aneh, mulai dari mendahuluiku ke sekolah sampai mengutitiku di koridor sekolah!".Kata Lana marah kepada Lion.


"Kamu juga aneh padaku, kamu tidak ingin membalas pesanku dan lebih memilih ke sekolah bersama dengan Kay. Apakah aku di hidupmu sudah tak berarti lagi?".Kata Lion.


Mereka hanya diam sampai keluar dari gedung sekolah, di parkiran sekolah. Lion memikirkan tentang Lana, ia berniat untuk kembali ke koridor sekolah untuk mencari Lana. Di koridor sekolah, Lion mencari Lana.


"Lana dimana kamu?".Tanya Lion dengan penuh ke tidak enakan.


"Aku di belakangmu Lion, apakah kamu mencariku?".Tanya Lana.


"Lana..".


"Lion..".


"Maafkan aku karena sudah marah kepadamu..".Kata Lion bersalah.


"Tidak apa-apa, ayo pulang. Hari sudah mulai malam..".Ajak Lana.

__ADS_1


"Oke..".


Sampainya di rumah Lana, Lana langsung masuk ke dalam rumahnya. Di dalam ada Wulandari yang terlihat kesal kepada Lana. Mengapa Wulandari kesal kepada Lana? Lihat ke lanjutannya di episode berikutnya.


__ADS_2