
Ke esokan harinya. Lana berjalan ke sekolah sendirian, saat di jalan, ia bertemu dengan Lion. Lana tidak mempedulikan keberadaan Lion dan terus berjalan, namun tiba-tiba Lion memanggil Lana.
"Lana...".Ucap Lion.
"Ada apa kau memanggilku? Jika tidak ada keperluan janganlah memanggilku, aku sibuk dan tidak ada waktu untuk mempedulikanmu, aku harus ke kelas segera karena, hari ini aku piket kelas, apa yang ingin kamu bicarakan?".Ujar Lana.
"Tidak jadi...".
"Dasar laki-laki tidak tahu diri, lebih baik dia jangan memanggilku tadi.".Batin Lana.
Lana pergi meninggalkan Lion. Lana pergi ke kelasnya untuk membersihkan kelasnya. Saat ia sedang membersihkan, ia di panggil oleh Ayunda.
"Lana! Saat jam istirahat temui aku di balkon sekolah! Jangan sampai tidak datang, jika kamu tidak datang aku akan mencarimu dan aku akan membuatmu menyesal".Kata Ayunda kepada Lana.
"Hm.. Kamu siapa? Aku tidak mengenalmu sama sekali, apakah kita pernah bertemu? Ku rasa tidak pernah.".Ucap Lana.
"Dasar perempuan breng...".
Belum menyelesaikan kalimatnya, bel masuk telah berbunyi, yang memaksa Ayunda menyelesaikan kalimatnya. Ayunda pergi meninggalkan kelas Lana. Sedangkan, Lana hanya dapat mengikuti kemauan Ayunda.
Saat bel istirahat berbunyi, Lana pergi ke balkon sekolah. Ia bertemu Ayunda, yang terlihat kesal dengan sikap Lana yang tidak baik kepadanya.
"Heh! Anak tidak tahu diri! Berani sekali kamu merebut Lion dariku! Apakah ini sebabnya Lion membuatmu menjadi Wakil OSIS, sedangkan aku di turunkan menjadi anggota OSIS. Kamu ini, datang di antara hubungan khusus antara perempuan dan laki-laki, berani sekali kamu menerima tawaran Lion untuk menjadi pacarnya. Kamu tahu tidak? Bahwa Lion itu adalah teman masa kecilku, kami telah berteman sejak kelas 3 SD.".Kata Ayunda.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut, aku sudah tidak berpacaran dengan laki-laki tidak tahu diri itu. Dia sangatlah meyebalkan.".Kata Lana.
__ADS_1
"Apa katamu? Laki-laki tidak tahu diri? Dia itu laki-laki tampan dan pintar, selalu perhatian kepada orang-orang yang ia sayangi, dan kamu tega sekali mengatakan bahwa ia adalah laki-laki yang tidak tahu diri".Ujar Ayunda.
"Aku sudah tidak menyukai laki-laki itu, aku sudah di campakkannya. Dia bilang:Ia tidak akan menduakanku, tapi hal tersebut ia ingkarinya dan ia lebih memilih menduakanku dengan adikku sendiri, aku tidak menyukai laki-laki yang pura-pura baik di dekatku, namun suka mendua di belakangku. Semua laki-laki sama saja, suka menduakan. Aku tidak suka laki-laki yang seperti itu. Aku sudah kecewa dengan hal yang di lakukan Lion. Lebih baik aku tidak pernah menyukainya.".Kata Lana.
"Lana...".
"Hal yang sudah terjadi tidak bisa di ubah, dan hati yang hancur tidak dapat di bentuk kembali. Aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan spesial, kami hanya Ketua OSIS dan Wakil OSIS, tidak lebih dari itu.".Ujar Lana.
"Lana...".
Lana turun dari balkon sekolah, menuju lapangan sekolah. Ia hanya dapat menahan ke kecewaannya kepada Lion, ia tidak bisa melanjutkan pacarannya dengan Lion.
"Jika tidak ada perasaan, lebih baik jangan saling mencintai. Aku terkadang sangatlah bodoh, mengharapkan hal yang sulit di capai. Aku mana mungkin bisa menjadi pacar dari seorang pria yang terkenal di sekolah, hidupku seperti sudah mati. Tidak dapat tertolong dan Aku sudah tidak memiliki orang yang ku sayangi. Aku hanya memiliki teman dekat yang selalu menolong di saat sulit.".Ucap Lana.
"Lana... Dia sungguh menyimpan semuanya sendiri.".Ucap Ayunda.
"Ayo temani Lana, agar ia tidak merasa kesepian.".Ucap Yoona.
"Baiklah..".Kata Ayunda.
Yoona dan Ayunda duduk bersebelahan dengan Lana.
"Yoona, Ayunda... Mengapa kalian di sini?".Tanya Lana.
"Kami ingin menemanimu Lana, Aku merasa kamu begitu kesepian. Tidak memiliki siapapun yang dapat di jadikan teman curhat dan cerita.".Kata Ayunda.
__ADS_1
"Iya, kami ikut sedih dengan apa yang terjadi, pasti sakit melihat Lion yang menduakanmu.".Ucap Yoona.
"Ah, kalian sungguh baik. Tapi, Ayunda... Maukah kamu menjadi teman kita?".Tanya Lana.
"Tentu saja, aku tidak memiliki teman perempuan. Semua perempuan menjauhi ku karena aku berpacaran dengan Lion".Kata Ayunda.
"Oke...".
"Oh iya, Lana.. Maafkan aku karena aku bersikap tidak baik kepadamu dari kemarin, aku terlalu terbawa emosi. Maafkan aku ya Lana..".Kata, Ayunda.
"Tidak apa-apa, yang penting sudah minta maaf.".Kata Lana memaafkan Ayunda.
Bel pulang berbunyi, mereka langsung bergegas ke kelas masing-masing. Mereka berpisah dan Lana berjalan ke rumahnya sendiri, tiba-tiba...
"Lana..".
"Oh, kamu Lion.".Ucap Lana sambil terus berjalan tanpa memedulikan Lion.
"Lana.. Kamu kenapa sih? Dari kemarin seperti tidak mempedulikanku? Kamu marah padaku?".Tanya Lion.
"Hm..".
"Bicaralah padaku, kamu selalu mengabaikanku dari kemarin, apakah kamu marah padaku?".
Lana memberhentikan jalannya, ia berbalik menghadap Lion.
__ADS_1