Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana

Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana
Chapter 17-AcroPhobia-Phobia Ketinggian


__ADS_3

Pada akhir pekan ini, Lana dan Lion berencana untuk pergi ke taman hiburan bersama Yoona dan Cindy. Mereka pergi menggunakan mobil Lion. Sampainya di taman hiburan.


"Kalian tunggu di sini, aku akan pergi membeli tiket dulu.".Ucap Lion kepada Lana, Yoona dan Cindy.


"Oke..".Ucap mereka berdua.


Setelah Lion membeli tiket, mereka masuk ke taman hiburan. Yoona mengusulkan untuk membagi menjadi 2 kelompok. Lana dan Lion dalam satu kelompok, sedangkan Yoona dan Cindy di kelompok ke dua. Mereka setuju akan ide dari Yoona tersebut. Lana dan Lion berjalan sambil mengobrol.


"Ehmm, kamu mau main permainan apa?".Tanya Lion kepada Lana.


"Bagaimana, kalau kita naik bianglala?".Usul Lana.


"Eh? Bianglala? O.. Oke..".Jawab Lion dengan ragu.


"Kenapa? Kamu mengidap acrophobia?".Tanya Lana kepada Lion.


"Ti... Tidak, aku..".


"Hmm, jika kamu acrophobia. Ku rasa kita tidak seharusnya naik bianglala.".Kata Lana.


Penjelasan:


Acrophobia adalah ketakutan berlebihan yang di miliki oleh seseorang kepada ketinggian, penderita acrophobia akan mengalami keringat yang berlebihan, sesak nafas dan detak jantung meningkat, walaupun hanya berfikir tentang tempat tinggi.


"A.. Aku tidak takut, hanya saja aku sedikit tegang. Aku sudah lama tidak menaiki bianglala. Ku rasa ini adalah permulaan yang bagus.".Ucap Lion untuk meyakinkan Lana jika ia tidak mengalami acrophobia.


"Ku rasa ini bukan ide yang bagus, aku dapat melihat dari wajahnya yang sudah mengeluarkan keringat dingin.".Batin Lana.


"Sudahlah, tak perlu. Ayo kita naik permainan yang lain saja.".Usul Lana.

__ADS_1


"Oke..".Jawab Lion.


Yoona dan Cindy memutuskan untuk naik roller coaster. Mereka sangat gembira ketika menaikinya, sedangkan Lana masih sibuk berkeliling untuk mencari permainan yang tidak berhubungan dengan acrophobia Lion.


"Sulit mencari permainan yang tak berhubungan tentang ketakutan Lion akan ketinggian. Hampir semua wahana permainan untuk remaja berhubungan dengan ketinggian, ini akan sulit.".Batin Lana.


"Lana..".Ucap Lion.


"Ya? Ada apa Lion?".Tanya Lana sambil menghampiri Lion.


"Ku rasa, lebih baik kamu main sendiri. Aku merasa kurang enak badan.".Jawab Lion.


"Itu adalah ke bohongan, ia tidak enak badan? Sebenarnya, ia mengalami dada terasa sesak dan detak jantung meningkat. Itu karena ia terlalu memikirkan tentang ketinggian.".Batin Lana.


"Ah, kamu jangan bilang seperti itu. Jujurlah padaku, kamu sebenarnya mengalami acrophobia.".Kata Lana.


"Aku mengerti Lion, tapi terkadang kebohongan adalah bentuk dari cinta.".Ucap Lana.


"Baiklah, ayo kita makan terlebih dahulu. Nanti, kita keliling lagi.".Ajak Lion.


"Oke..".


Selesai makan, Lana dan Lion memutuskan untuk menaiki bianglala. Saat di puncak bianglala, Lion merasa ketakutannya sudah tak bisa di tahan.


"La.. Lana, ku rasa aku mulai merasakan gejals dari acrophobia ku..".Ucap Lion.


"Lion, kamu tak perlu takut. Aku akan selalu ada di dekatmu, jangan berfikir aku akan meninggalkan mu. Lihatlah keluar jendela bianglala, itu adalah pemandangan yang sangat cantik.".Kata Lana mencoba menenangkan Lion.


Lion menatap keluar jendela bianglala, ia melihat keindahan kota dari atas bianglala.

__ADS_1


"Wah, indah sekali.".


Tanpa di sadari, bianglala sudah kembali turun ke titik semula mereka. Lana dan Lion pun keluar dari bianglala.


"Bagaimana Lion? Apakah kamu sudah tak takut ketinggian lagi?".Tanya Lana.


"Ehmm, aku masih merasakan ketakutanku. Namun, karena kamu ada di sampingku, ku rasa ketakutanku mendadak menghilang".Jawab Lion.


"Aaaa.. Lucu..".


Pulang dari taman bermain, Lion langsung membawa Lana pulang ke rumahnya, saat sampai rumah, Lana langsung masuk ke dalam rumah, namun saat ia ingin masuk, lengannya di pegang oleh Lion.


"Eh? Lion..".


"Lana...".


"A.. Apa?".


Mwah..


"Sampai jumpa di sekolah, besok..".Bisik Lion di telinga Lana.


"I.. Iya..".Kata Lana segera masuk ke dalam rumahnya dengan pipi memerah.


Di kamar Lana.


"Itu sangat menegangkan, aku tak menyangka ia akan mencium pipiku..".Batin Lana.


....

__ADS_1


__ADS_2