Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana

Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana
Chapter 5-My First Love-Cinta Pertama Ku


__ADS_3

Keesokan paginya, Lana pergi ke sekolah lebih awal untuk mencalonkan diri sebagai OSIS. Saat Lana di perjalanan ke sekolah. Lana berpapasan dengan Lion.


"....".Lana sama sekali tidak mengatakan sepatah kata pun kepada Lion.


"... ".Sama seperti Lana, Lion pun tidak mengatakan apapun kepada Lana.


Saat Lana sudah mau selesai nerpapasan dengan Lion, Lion bilang kepada Lana, dia akan selalu membantunya untuk menjadi OSIS.


"Lana..".Ujar Lion.


"Hah?".Lana berhenti berjalan. Namun, ia tidak berbalik melihat Lion.


"Aku akan selalu mendukungmu, untuk menjadi seorang anggota OSIS.".Kata Lion.


"Hah? Apa maksudmu?".Berbalik dan menatap Lion.


"Kamu tidak perlu tahu apa yang ku maksud. Hanya satu yang kamu harus tahu, aku menyayangimu.".Ujar Lion mendekatkan wajahnya ke Lana.


"Eh? Lion...".


"Jadilah pacarku...".Ucap Lion sambil berbalik membelakangi Lana.


Saat Lion berjalan. Lana memegang tangan Lion.


"A... Aku mau!".Kata Lana.


"Hm.. Jadi begitu..".


"Eh?".


Cup..


Lion mencium kening Lana. Lion langsung pergi menuju ke kelasnya.


"A... A.. Apa itu.. Tadi? Itu sungguh cepat dan bahkan aku tidak menyadarinya.".Batin Lana


Lana langsung berlari menuju ke kelasnya dengan pipi yang memerah.


"Aduh.. Aku malu... Untung saja tidak ada seorang pun di koridor sekolah...".Batin Lana.


Di kelas Lana, Yoona sudah bersiap untuk berpidato.


"Kamu sudah menyiapkan kata-kata untuk kita bicara di depan OSIS senior?".Tanya Lana.


"Sudah, Aku penuh dengan persiapan hari ini.".Jawab Yoona.


"Oh, ya sudah." .


"Untuk semua yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota OSIS, di mohon untuk pergi ke kelas 10.3".


"Eh, ayo kita pergi..".Ujar Yoona.


"Oke..".


Di kelas 10.3


"Ah, kita di tolak...".Ujar seseorang.


"Jurinya brutal, padahal sudah bagus. Masih saja tidak di terima.".Kata seseorang.


"Ah, menyeramkan sekali..".Ucap Lana.


"Jangan takut, ada aku di sini".Kata Yoona.

__ADS_1


Saat masuk ke kelas 10.3, Lana terkejut karena jurinya adalah Lion.


"Lion.. Dia itu ketua OSIS?! Dia yang menentukan berhasil atau tidaknya calon anggota OSIS".Batin Lana.


"Bisa mulai?".Tanya wakil OSIS.


"I.. Iya..".


"Selamat pagi, kami ingin mencalonkan diri sebagai anggota OSIS...".


2 menit kemudian, pidato Yoona sudah selesai.


"Menurutku kami tidak cocok sebagai OSIS".Ujar Ayunda si Wakil OSIS.


"...Oh.. Oke..".


Saat Lana dan Yoona ingin pergi. Lengan Lana di pegang oleh Lion.


"Eh, apa yang kamu..".


"Menurutku, kalian berdua cocok sebagai anggota OSIS...".Ujar Lion.


"Tapi, ketua..".


"Kamu aku buat menjadi anggota OSIS, dan Lana.. Kamu akan menjadi Wakilku.".Kats Lion.


"Eh? A.. Aku tidak bisa memegang tanggung jawab sebesar itu..".Ujar Lana.


"Tenang saja, aku akan mengajarimu. Kamu adalah pacarku, sehingga aku memiliki tanggung jawab untuk memberimu panduan sebagai Wakil Ketua OSIS.".Kata Lion sambil berbisik ke telinganya Lana. Dengan suara yang hangat tidak seperti biasanya.


"Baiklah. Aku menerimanya.".Ucap Lana.


"Bagus..".


Pulang sekolah, Lana di kejutkan oleh mantan Wakil OSIS yang melabraknya di dekat gerbang sekolah.


"Wakil OSIS sudah di turunkan kepadaku, apakah kamu lupa? Aku adalah Wakil OSIS yang baru, dan aku yang di pilih oleh Lion untuk menjadi Wakil OSIS. Jika, bukan karena Lion yang menyuruhku. Maka, aku juga tak ingin menjadi Wakil OSIS!".Ujar Lana.


"Sebenarnya, apa hubunganmu dengan Lion! Hingga Lion berani memberikan tempat sebagai Wakil OSIS kepadamu. Aku adalah orang kepercayaan Lion, mengapa kamu bisa mendapat kepercayaan Lion kepada orang asing yang baru datang di hidupnya? Bahkan kamu bukan siapa-siapanya dia!".Kata Ayunda.


"Maaf, Aku tidak bisa memberitahumu, karena Lion sendiri melarangku untuk memberitahu hubungannya kepadaku.".Ujar Lana.


Lana pergi. Namun, ia di halangi oleh Ayunda.


"Kamu pikir kamu mau kemana? Kamu tidak ingin bicara? Biarkan mereka yang membuatmu bicara!".Ucap Ayunda.


"Aaaaaa!!!".


"Ayunda!".Seru Lion.


"Lion..".Lana.


"Dia lebih baik darimu! Kamu pikir dia jelek? Tidak, dia itu cantik dan pintar!".Kata Lion.



"Aku? Kamu pikir Aku lebih buruk darinya?"


"Kamu hanya dapat bicara! Mengandalkan keluargamu yang kaya untuk membuat orang lain minder dan tidak ingin bersaing dengan mu!".Ujar Lion.


"Lepaskan Lana!".Kata Lion.


"Dasar... Roy, lepaskan!".Kata Ayunda.

__ADS_1


"Baiklah..".


"Lion...".


"Lana, kamu tidak apa-apa?".Tanya Lion.


"A.. Aku tidak apa-apa..".Jawab Lana.


"Ayunda, jika kamu melakukan hal seperti ini lagi ke pada Lana, jangan harap kamu dapat menjadi OSIS.".Ancam Lion.


"Dasar..".


"Lana, aku akan mengantarkanmu pulang..".Kata Lion.


"Oke..".


Lion mengantarkan Lana pulang ke rumahnya, di mobil Lion.


"Hmmm..".


"Lana..".Ujar Lion


"Ya?".Kata Lana.


"Maafkan Aku atas kelakuan Ayunda yang tidak senonoh kepadamu.".Kata Lion.


"Ah, tidak masalah, aku sudah memaafkannya.".Kata Lana.


"Kamu pikir, saat hari libur, lebih baik kita kemana?".Tanya Lion.


Badan Lana menumpu pada bahu Lion.


"Dia tidur? Ku rasa dia lelah karena beraktivitas sejak pagi. Tidur yang nyenyak Lana.".Ujar Lion.


Sampainya di rumah Lana.


"Aduh, eh aku di mana?".Tanya Lana.


"Tentu saja di rumahmu. Kamu pikir, kau ada di rumah Lion? Lion lelah mengangkatmu dari mobilnya masuk ke rumah.".Ujr Wulandari dengan sedikit candaan.


"Aaaaa.. Kenapa harus selesai, aku kan sedang manja kepada Lion.".Ucap Lana.


"Kamu bisa manja sekarang kepadaku.".Ucap Lion.


"Lion.. Kamu tidak pulang?".Tanya Lana dengan pipi memerah.


"Lion ingin menginap sehari di sini. Dia takut jika kamu di ganggu oleh Ayunda.".Jelas Wulandari.


"Oh..".


"Kamu mau manja kepada ku sekarang?".Tanya Lion.


"Ah... Itu.. ".


"Sudahlah, jiwa jomblo ku meringis. Lebih baik jangan terlalu romantis. Aku seperti nyamuk di antara kupu-kupu yang sedang pacaran.".Kata Wulandari.


"Ya sudah, aku pergi ke kamarku dulu.".Ujar Lana.


"Oke".


Di kamar Lana.


"Ini seperti mimpi, berpacaran dengan laki-laki yang menjadi rebutan disekolah, dan tidur di bahunya. Itu sangat menyenangkan.".Kata Lana.

__ADS_1


Lana keluar dari kamarnya. Ia terkejut melihat Lion yang sedang berpegangan tangan dan mengobrol dekat dengan Wulandari. Ia tidak dapat sanggup melihat itu, Lana langsung masuk kembali ke kamarnya.


"Mengapa ia begitu dekat dengan Wulan? Aku seperti di campakkan. Dia seperti sudah melupakanku. Apakah ia mendekatiku untuk menjadi pacarnya Wulan? Tapi, itu sulit di percaya. Apakah aku harus bilang apa yang ku rasakan kepada Lion? Lion, seperti sudah tidak mencintaiku.".Ujar Lana sambil meneteskan air mata.


__ADS_2