Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana

Hidupku Berubah Karena Ia-Riana Lana
Chapter 20-Graduate-Lulus


__ADS_3

"Aku harus datang besok untuk menanyakan alasan itu.".Ucap Lana.


Ke esokan paginya, Lana pergi ke taman dan saat ia sampai taman, tepat pada jam 08.30. Lana pun mencari Lion untuk bertanya alasan nya kesal padanya. Lana melihat Lion dan pergi menghampirinya.


"Lion...".Seru Lana.


"Hmm".


"Jadi, apa yang membuatmu menyuruhku ke sini? Apakah kamu ingin memberitahu ku sesuatu yang penting?".Tanya Lana kepada Lion.


"Jadi, aku hanya ingin bertanya padamu sesuatu.".Ucap Lion.


"Apa itu?".


Lion mendekati Lana dan pada akhirnya Lana terpojok di dinding. Wajah Lion mendekati wajah Lana hingga jarang antara wajah mereka sekitar 6 cm.


"Apa yang ingin kamu tanyakan, Lion?".Tanya Lana.


"Jadi, sebenarnya apakah kamu masih menyukai Kay?".Tanya Lion kepada Lana.


"Aku tentu saja tidak menyukainya, apakah kamu mendengarkan pembicaraan aku, Cindy dan Yoona?".Tanya Lana.


"Aku hanya mendengarkan sedikit.".Jawab Lion.


"Sebenarnya, kami hanya membicarakan Kay. Aku tentu saja tidak menyukai Kay.".Ujar Lana.


Lana mendorong Lion agar sedikit menjauh darinya.


"Eumm, ya sudah. Ayo ikut aku..".Ucap Lion sambil menarik tangan Lana.


"Eh..".


Lion menyuruh Lana masuk ke dalam mobilnya, Lana menuruti kemauan Lion tersebut. Mereka pergi naik mobil Lion.


"Kita mau kemana Lion?".Tanya Lana.


"Aku ingin membawamu menemui orang tua ku.".Jawaban Lion dari pertanyaan Lana tadi.


"Hah? Menemui orang tua mu?".Tanya Lana.


"Iya, aku ingin mengenalkanmu kepada orang tua ku.".Jawab Lion.


"Apakah kita akan menikah?".Tanya Lana lagi.


"Tergantung keinginan orang tua ku. Jadi, bersikaplah kalem, elegan dan bergaya. Kita akan ke mall dulu untuk membeli bajumu terlebih dahulu.".Jawab Lion.


"Oke..".


Sampainya di mall, Lana dan Lion memilih pakaian. Lion memilihkan pakaian yang cocok untuk Lana. Setelah selesai membeli, Lana langsung memakai baju tersebut.



"Bagus tidak?".Tanya Lana kepada Lion.


"Sudah bagus menurutku.".Ucap Lion.


"Oke..".


"Ya sudah, ayo berangkat".Kata Lion.


"Iya..".Kata Lana.


Mereka berdua pun pergi ke rumah orang tua Lion. Sampainya di rumah orang tua Lion. Lana berdecak kagum karena rumah Lion sangat besar.


"Wah, rumahmu besar sekali Lion.".Kata Lana.


"Terima kasih, ya sudah ayo masuk.".Kata Lion.


"Oke.."


Di dalam rumah Lion, terdapat berbagai pajangan yang nampak mahal. Membuat Lana terpukau dengan kilap dan kilau isi rumah Lion.


"Ayo ke meja makan, ibu pasti sudah menunggu untuk makan malam".Ajak Lion kepada Lana.


"Oh, oke.".


Mereka pergi ke ruang makan. Di ruang makan ada kakak laki-laki Lion, ayah dan ibu Lion. Lana langsung di suruh duduk oleh ibu Lion.


"Kamu pasti Lana, duduklah di samping Lion.".Suruh ibu Lion dengan ramah.


"Baiklah".Ucap Lana.


"Wah, Lana kamu hari ini nampak cantik sekali.".Puji ayah Lion.


"Terima kasih paman..".Ucap Lana dengan kalem.


"Dia begitu sopan, apakah kita harus langsung meminta nya menjadi menantu kita?".Tanya ibu Lion kepada ayah.


"Ku rasa itu ide bagus.".Jawab ayah Lion.


"Eh? A.. Aku akan menjadi istri Lion? Tapi, aku bahkan belum siap untuk menjadi menantu yang baik.".Batin Lana.


"Hmm.. Pilihanmu tidak lah terlalu buruk, Lion.".Ujar kakak Lion kepada Lion.


"Tentu saja.".Sahut Lion.


"Hm..".


"Ya sudah, makan malam saja dulu. Nanti kita akan bicarakan tentang calon menantu kita.".Ujar ibu Lion.


Mereka berlima pun makan dengan senang.


Usai makan malam, ibu dan ayah Lion menyuruh Lana menunggu di ruang tamu bersama Lion. Lana memutuskan untuk mengobrol bersama Lion. Tidak lama mereka mengobrol, datang lah kakak Lion. Kemudian, Lion izin ke kamar mandi. Saat Lion pergi, kakak Lion mengobrol dengan Lana.


"Hai Lana..".Ucap kakak Lion.


"Hai juga.".Balas Lana.


"Oh iya, aku belum memperkenalkan diri ku. Kenalkan, namaku Lyon. Namaku pakai Y yaaa..".Kata Lyon kepada Lana.


"Ah, iya salam kenal juga.".Ucap Lana.


"Iya..".


"Padahal pengucapan namanya hampir sama. Hanya beda huruf saja.".Batin Lana.


"Ya sudah, aku mau pergi dulu.".Kata Lyon.


"Memang kamu ada urusan apa?".Tanya Lana.


"Aku akan menemui pacarku.".Jawab Lyon.


Lyon pergi menaiki mobilnya. Lana hanya melihatnya dari jendela rumah Lion. Lion yang kembali dari toilet pun bertanya kepada Lana kemana pergi nya Lyon.


"Lana, Lyon akan pergi kemana?".Tanya Lion.


"Katanya ia akan bertemu dengan pacarnya.".Jawab Lana.


"Eh? Apa?!".Tanya Lion kaget.


"Ke.. Kenapa?".Tanya Lana bingung.


"Ayo pulang ke rumahmu.".Ucap Lion sambil menarik tangan Lana.


"Eh?! Apa yang sebenarnya terjadi, Lion?".Tanya Lana.


"Kamu akan tahu nanti. Ibu, ayah aku akan mengantarkan Lana pulang.".Ujar Lion.


"Eh? Apa yang terjadi?".Batin Lana bingung karena sikap Lion yang terlihat panik.


Mereka pun pulang ke rumah Lana. Lana membuka pintu rumahnya, ternyata ada Wulandari yang sedang duduk di sofa. Wulandari yang melihat kedatangan Lana pun mengahnpiri Lana.


"Kamu pulang semalam ini? Kemana saja kamu Lana, aku mengkhawatirkan mu.".Ujar Wulandari.


"Tanyakan saja langsung pada Lion.".Kata Lana.


"Hah?".


"Hai..".Kata Lion.


"Eh, Lion ada apa kamu ke rumah?".Tanya Wulandari.


"Jadi sebenarnya, aku dan Lana akan segera menikah.".Jawab Lion.


"Hah? Apa?! Kenapa secepat itu? Apakah Lana sudah siap untuk menjadi istri mu?".Tanya Wulandari.


"Mau bagaimana lagi, aku harus menikahinya. Umurnya sudah cukup untuk menikah. Ini juga di dorong oleh orang tuaku.".Jelas Lion.


"Oh ya? Aku turut senang, aku akan menjadi bibi!".Kata Wulandari dengan senang.


"Semoga saja Lana setuju dengan keinginan orang tua ku".Kata Lion.


"Kenapa kamu tidak tanyakan langsung kepada Lana? Dia ada di kamar, ketuk dan masuklah ke dalam kamarnya.".Ujar Wulandari.


"Tapi, apakah sopan aku masuk ke dalam kamar gadis?".Tanya Lion.


"Kamu kan calon suami nya. Ku harap dia memberikan hidupnya untukmu.".Jawab Wulandari.


"Kenapa dia yang jadi senang?".Tanya batin Lion kepada dirinya sendiri.


"Tok.. Tok.. Tok..".Suara ketukan pintu kamar Lana.


"Siapa itu?".Tanya Lana.


"Aku Lion.".Jawab Lion.


"Oh Lion, masuklah.".Kata Lana.


Krekkk..


"Hai Lana..".Ujar Lion.


"Ada apa? Kamu bukannya pulang?".Tanya Lana


"Ku rasa, aku akan menginap di rumahmu hari ini.".Jawab Lion.


"Eh? Di rumahku? Baiklah, yang penting jangan masuk ke kamarku tanpa seizin ku.".Kata Lana.


"Itu tak akan terjadi..".Ujar Lion sambil mengelus kepada Lana.


"Jangan, nanti rambut ku berantakan lagi.".Kata Lana.


"Iya, maaf..".Ujar Lion.


"Iya, tak apa-apa. Mengapa kamu mengajakku pulang? Bukankah ibu dan ayahmu ingin bicara kepadaku?".Tanya Lana.


"Soal itu, sebenarnya pacar Lyon adalah Ayunda. Aku berfikir, jika kamu dan Ayunda bertemu. Maka akan menjadi masalah. Sehingga, aku memutuskan untuk mengajakmu pulang agar kamu dan Ayunda tak bertemu. Sebagai ganti nya, aku akan menginap di rumahmu malam ini.".Jawab Lion.


"Oh begitu, ya sudah menginap lah hari ini. Aku ingin melihatmu sepanjang hari ini.".Kata Lana sambil tersenyum.


"Kamu imut saat tersenyum.".Kata Lion terus terang.


"Eh?".Ucap Lana dengan pipi yang memerah saat itu juga.


"Apakah kamu ingin menjadi istri ku, Lana?".Tanya Lion.


"Tadinya, aku ingin menjawab tidak. Namun, aku merasa hidupku akan lebih bahagia jika bersama mu.".Jawab Lana.


"Jadi, kamu ingin menikah denganku?".Tanya Lion.


"Iya..".


mwah..


"Aaaaa, ciuman yang lembut. Lebih lembut dari biasanya.".Batin Lana.


"Berhentilah melakukan adegan romantis, kalian perlu makan sebelum melanjutkannya lagi.".Ujar Wulandari yang tiba-tiba datang.


"Eh?!".

__ADS_1


Mereka berdua langsung berhenti berciuman karena ke pergok Wulandari. Mereka pun turun ke bawah untuk makan malam bersama. Usai makan malam, Lana memutuskan untuk tidur. Begitu pun Wulandari, ia akan tidur. Namun, Lion masih belum mengantuk, sehingga Lion masih terjaga. Jam menunjukkan pukul 11.30 Lana yang haus memutuskan turun ke bawah untuk mengambil minum. Saat ia sedang berjalan menuruni tangga, ia tak sengaja terpeleset dan terjatuh. Lion yang masih terjaga dan melihat bahwa Lana mau terjatuh dari tangga bergegas datang menghampiri Lana. Lana terjatuh di gendongan Lion.


"Li.. Lion..".


"Lain kali berhati-hati lah. Aku tidak ingin ratu ku terluka.".Kata Lion.


"Turunkan aku, aku ingin mengambil minum.".Ucap Lana.


"Baiklah".Kata Lion.


Lion pun menurunkan Lana dari gendongannya. Lana minum dan segera kembali ke kamarnya dengan pipi yang memerah. Di kamar Lana.


"Ah, itu memalukan sekali. Aku bahkan tidak dapat berkata-kata lagi.".Ucap Lana.


"Sudahlah, jangan pikirkan hal itu. Aku akan tidur.".Ujar Lana.


Lana pun tertidur lelap. Begitu pun Lion, ia tertidur lelap di sofa.


Ke esokan paginya, Lana terbangun pada pukul 06.30. Lana memutuskan untuk mandi. Ia melihat Lion sedang tidur di sofa.


"Wah, tampannya dia..".Kata Lana.


"Katakan itu sekali lagi.".Ucap Lion.


"Eh? Kamu sudah bangun?".Tanya Lana kaget.


"Tentu saja, aku hanya sedang tidur-tiduran di sofa.".Jawab Lion.


"Oh..".


"Katakan itu sekali lagi." .Suruh Lion.


"Tidak, aku tidak ingin.".Kata Lana.


"Ayolah Lana, hanya kali ini saja.".Kata Lion sambil memegang tangan Lana.


"Lepaskan tanganku..".Ujar Lana.


"Kata kan terlebih dahulu, baru aku akan lepaskan.".Kata Lion.


"Aaaa, lepaskan Lion..".Ucap Lana sambil membuat wajah imut.


"Hentikan membuat wajah imut, aku akan lepaskan kamu.".Kata Lion menyerah.


Lion melepaskan pegangannya tersebut.


"Perempuan selalu menang.".Ucap Lana.


"Iya-iya".


"Tapi, aku mengakui bahwa kamu tampan.".Ucap Lana sambil pergi ke toilet.


"Eh? Dia bilang itu?".Batin Lion yang salting.


Rencananya, hari ini Lana dan Lion ingin pergi ke rumah ibu dan ayah Lion pada pukul 11.30. Kemudian, jam menunjukkan pukul 11.30. Mereka berdua segera masuk ke mobil Lion dan berangkat ke rumah ayah dan ibu Lion.


Sampainya di rumah ayah dan ibu Lion. Ayah, ibu dan kakak Lion langsung menyambut kedatangan Lana dengan ramah dan senang. Lana pun di persilahkan masuk oleh ibu Lion dan kakak Lion ingin membicarakan suatu hal bersama dengan Lion, sedangkan ayah Lion masih ada pekerjaan di kebun depan rumah. Saat masuk ke dalam rumah Lion, Lana di suruh ibu Lion untuk duduk di sofa. Lana pun duduk di sofa. Lana di hidangkan cemilan kecil untuk ngemil, dan agar tidak bosan Lana dan ibu Lion berbincang-bincang dengan senang.


"Jadi, apakah kamu yakin ingin menikah dengan Lion, Lana?".Tanya ibu Lion kepada Lana.


"Setelah ku pikirkan, aku ingin menikah dengan Lion.".Jawaban Lana dari pertanyaan ibu Lion tadi.


"Baguslah, sehingga Lion sudah tidak ke sepian lagi.".Kata ibu Lion.


"Memangnya, Lion tidak mempunyai teman di kelasnya?".Tanya Lana kepada ibu Lion.


"Dia tak memiliki seorang teman di kelasnya, ia memutuskan untuk pindah ke kelas mu agar ia dapat menemukan teman, namun ia masih saja tidak menemukan teman. Tapi, setelah ia berpacaran denganmu, sekarang dia sudah tidak terlalu ke sepian lagi.".Jawab ibu Lion.


"Oh begitu..".Kata Lana.


"Pantas saja dia pindah ke kelasku, ternyata dia ingin cari perhatian kepadaku. Ya sudahlah, mau bagaimana lagi?".Ucap batin Lana.


"Ya sudah, ibu mau ke dapur dulu nyaa, anggap saja di rumah sendiri.".Kata ibu Lion.


"Iya..".Ucap Lana dengan malu dan kalem.


Lion masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa. Lion duduk di samping Lana. Lana memegang tangan Lion, dan ia kaget karena tangan Lion dingin.


"Li.. Lion, ada apa denganmu? Kenapa tanganmu dingin sekali? Kamu tidak apa-apa kan?".Tanya Lana kepada Lion.


"Aku tidak apa-apa..".Jawab Lion dengan raut wajah yang seperti menyembunyikan suatu masalah.


"Eummm, mengapa Lion nampak menyembunyikan hal dari ku? Apakah ada masalah dengan dirinya?".Tanya batin Lana kepada dirinya.


"Aku mau ke kamar ku dulu.".Ucap Lion kepada Lana.


"Oh, oke..".


Setelah Lion pergi ke kamarnya, Lana masih memikirkan alasan Lion menyembunyikan rahasia tersebut.


"Lion nampak tidak baik-baik saja. Aku harus mencari tahu tentang masalah ini. Apakah Lion menyembunyikan hal yang besar kepadaku.".Tanya batin Lana.


Ayah Lion masuk ke dalam rumah dan menyapa Lana dengan senang.


"Hai Lana..".Sapa ayah Lion.


"Hai juga paman..".Sahut Lana.


"Jangan panggil aku paman, panggilah ayah. Karena, kamu dan Lion akan segera menikah.".Ucap ayah Lion.


"O.. Oke..".Ucap Lana dengan sedikit gugup.


"Janganlah terlalu canggung, kamu akan terbiasa dengan kami.".Kata ayah Lion.


"Iya..".Ucap Lana dengan keringat yang mengucur, tanda bahwa Lana sedang gugup.


"Ya sudah, ayah mau ke kebun belakang dulu.".Ucap ayah Lion.


"Iya..".


"Oh iya, di sini lah sampai kami makan malam. Ayah ingin kamu dan Lion makan malam bersama.".Ucap ayah Lion.


"Baiklah..".Kata Lana.


"Kakak, kenapa kamu memegang tangan Lana?".Tanya Lion dengan sedikit nada tinggi.


"Eh, ini bukan seperti yang kamu kira, Lion.".Ucap kakak Lion.


Lion segera menarik tangan Lana dan membawa Lana masuk ke dalam rumah.


"Lana, mengapa kamu memegang tangan Lyon?".Tanya Lion yang sedikit kesal.


"Aku tidak sadar bahwa ia memegang tanganku, dia hanya ingin mengajakku jalan-jalan keliling taman.".Jawab Lana dengan polos.


"Pergilah ke kamarku.".Ucap Lion.


"Eh? Masuk ke kamar laki-laki, tapi aku belum pernah masuk ke kamar laki-laki.".Kata Lana.


"Masuklah saja dulu. Ayolah..".Kata Lion.


"Baiklah..".Ujar Lana.


Sampainya di kamar Lion, Lana terpukau dengan kilauan kamarnya yang indah. Nampak mewah dan berkelas. Tidak seperti kamar Lana yang terlihat ketinggalan zaman.


"Wah, kamar Lion bagus. Nampak berkelas. Aku harus menunggu Lion di sini.".Batin Lana.


Lana duduk di kasur Lion yang empuk. Dia berdiri dan melihat ke luar jendela. Ia tidak membayangkan bahwa kebun bunga di depan halaman akan lebih indah saat di lihat dari kamar Lion.


"Indah sekali..".Ucap Lana yang terpukau dengan keindahan taman bunga tersebut.


"Indah bukan?".Tanya Lion sambil memeluk Lana dari belakang.


"Li.. Lion?".


"Bukankah itu indah, Lana?".Tanya Lion sambil mengeratkan pelukannya.


"I.. Iya..".Jawab Lana.


"Nyaman sekali.".Ucap Lion.


"lepaskan pelukanmu Lion..".Ucap Lana.


"Apakah kamu sangat yakin ingin melepaskan pelukanku?".Tanya Lion.


"Iya, aku yakin.. Berhentilah memelukku, aku mulai sesak.".Kata Lana.


"Baiklah..".


Lion melepaskan pelukannya. Lana berbalik dan menatap Lion, tidak lama kemudian Lana memeluk Lion.


"Eh?".


"Apakah kamu ingin melepaskan pelukanku?".Tanya Lana.


"Iya, sebentar lagi kita akan makan malam..".Jawab Lion.


"Baiklah, aku akan pergi..".Ucap Lana sambil melepaskan pelukannya.


Lana pergi ke bawah, meninggalkan Lion di kamarnya.


"Dia imut sekali..".Ucap Lion.


Saat makan malam.


Di meja makan.


"Ibu sudah menyiapkan makan malam untuk kalian, jadi silahkan makan..".Kata ibu Lion.


"Terima kasih atas makanannya.".Ucap yang lain.


Mereka makan sambil berbincang-bincang kecil-kecilan.


"Jadi, Lana apakah kamu ingin segera menikah dengan Lion?".Tanya kakak Lion.


"Apa maksudmu Lyon, mereka akan menikah saat lulus SMA. Itu artinya sebentar lagi mereka akan menikah dan hidup bahagia.".Jawab ayah Lion.


"Sayang, sepertinya kamu ingin sekali Lana dan Lion cepat-cepat menikah.".Kata ibu Lion.


"Tentu saja, lagipula ayah tidak ingin mereka menunda-nunda pernikahan mereka. Ayolah cepat-cepat menikah.".Ujar ayah Lion.


"Sabarlah ayah, mereka bahkan belum lulus SMA, mereka belum bisa menikah jika mereka masih sekolah..".Kata ibu Lion.


"Ayah, ibu berhentilah berdebat. Kami akan segera menikah, jadi berhentilah bertengkar..".Kata Lion.


"Eh.. Eh, menikah? Aku belum siap. Tapi, jika kemauan Lion seperti itu, aku tak dapat menolaknya lagi.".Batin Lana.


"Benarkan Lana, kita akan menikah setelah lulus SMA..".Ucap Lion.


"Iya..".Kata Lana.


"Wah.. Anak ibu sudah ingin menikah, ibu sungguh terharu dengan keputusanmu yang sangat dewasa. Sayang, kita akan melepaskan anak kita..".Ucap Ibu Lion.


"Iya, kita akan melepaskan Lion sebentar lagi. Semoga saja mereka akan segera menikah dan hidup bahagia selamanya.".Ucap ayah Lion.


Selesai makan malam Lana di suruh untuk menginap di rumah keluarga Eldo untuk hari ini saja. Lana berfikir itu ide yang bagus, karena sudah larut malam. Lana pun di suruh untuk tidur di kamar Lion. Sedangkan, Lion akan tidur di sofa.


"Aku merasa kurang enak, mengapa tidak aku saja yang tidur di sofa?".Tanya Lana.


"Kami tidak bisa memperlakukan calon menantu kami seperti itu. Ayolah, tidur di kamar Lion hari ini saja.".Kata ibu Lion.


"Baiklah..".Kata Lana.


Lana pun pergi ke kamar Lion dan mencoba tidur di kamar Lion. Namun, ia sama sekali tak bisa tidur. Lion yang ingin memeriksa Lana kaget, karena Lana belum tidur. Lion pun menghampiri Lana dan bertanya mengapa Lana belum tidur.


"Lana, mengapa kamu belum tidur?".Tanya Lion.


"Aku tidak bisa tidur, ku rasa karena aku belum terbiasa tidur di kamar yang luas seperti ini.".Jawab Lana.


"Apakah kamu mau ku temani? Tenang saja, aku akan tidur di bawah sedangkan kamu tetap di kasur.".Ujar Lion.

__ADS_1


"Tapi, kita belum..".


"Aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam kepada mu.".Ucap Lion.


"Baiklah..".


Mereka pun tidur dalam satu kamar.


"Aku merasa agak aneh dengan hal ini..".Batin Lana.


"Aku merasa canggung..".Batin Lion.


"Sudahlah, aku ingin tidur saja.".Batin Lana.


"Aku ingin tidurlah..".Batin Lion.


"Selamat malam".Ucap Lana dan Lion secara bersamaan.


"Eh?".


"Eh?".


Mereka mencoba tidur dengan perasaan yang malu dan canggung, dan pipi yang memerah.


Ke esokan pagi, Lana terbangun di kasur Lion. Ia rencana nya ingin mandi. Namun, ia ingat bahwa ia tidak membawa baju ganti. Lion yang terbangun mendengar keluh kesah Lana tersebut memberi usul untuk meminjam baju dari ibu Lion.


"Aku tak memiliki baju ganti.".Ucap Lana.


"Mengapa kamu tidak meminjam baju kepada ibu?".Tanya Lion.


"Lion, kamu sudah bangun.".Kata Lana.


"Tentu saja..".Kata Lion.


"Tapi, aku malu meminjam pakaian ibu.".Ujar Lana.


"Ibu baik, jadi pasti ia meminjamkan mu pakaian..".Ujar Lion.


Saat Lana meminjam pakaian kepada ibu Lion.


"Ini dia, buat kamu saja. Ini semua sudah tidak muat dengan ibu.".Kata ibu Lion.


"Eh, aku jadi tidak enak bu..".Kata Lana.


"Tidak apa-apa, ambillah ibu masih punya banyak. Pokoknya, untuk menantu ibu, apa saja boleh..".Kata ibu Lion.


"Ibu, ku rasa ibu terlalu berlebihan..".Kata Lion.


"Ibu hanya terlalu bersemangat.".Ujar ibu Lion.


"Baiklah, aku mandi dulu yaaa..".Ucap Lana.


"Iya..".


Selesai mandi. Pakaian yang di beri oleh ibu Lion.



"Wah, bajunya pas sekali denganmu.".Kata ibu Lion.


"Iya, terima kasih ibu..".Kata Lana.


"Bagaimana Lion? Bukankah dia cantik?".Tanya ibu Lion dengan iseng.


"I.. Iya..".Kata Lion dengan pipi memerah.


"Terima kasih ibu, karena sudah memberikan baju ini kepadaku.".Ucap Lana.


"Iya, kamu tidak perlu terlalu merendahkan diri mu. Ibu senang jika kamu senang.".Kata ibu Lion.


"Ya sudah, ayo pulang Lana.".Kata Lion.


"Oh oke, sampai jumpa ibu..".Ujar Lana.


"Iya, hati-hati di jalan yaa..".Ucap ibu Lion.


Lana dan Lion naik mobil pulang menuju rumah Lana, sampainya di rumah, Lana masuk ke dalam rumahnya. Di dalam rumah ada Wulandari yang sedang duduk di sofa. Melihat kedatangan Lana, Wulandari langsung menghampiri Lana.


"Lana, kemana saja kamu? Aku menunggu mu pulang kemarin.".Tanya Wulandari.


"Aku di ajak oleh Lion untuk datang ke rumah orang tua nya, dan karena kami makan malamnya lama, jadi selesai makan malam sudah pukul 9.30 jadi, aku memutuskan untuk menginap di rumah Lion.".Jawab Lana.


"Oh, omong-omong baju mu..".


"Baju ini di berikan oleh ibu Lion. Katanya, sangat cocok dengan gayaku.".Kata Lana.


"Ya sudah, aku mau masak dulu.".Ujar Wulandari.


"Iya, aku akan ke kamarku.".Kata Lana.


Di kamar Lana, ponsel Lana berdering. Ada pesan dari Lion. Lana membuka pesan tersebut dan isi pesannya adalah:


"Kita akan segera menikah bulan ini.".Pesan dari Lion.


"Eh? Kamu yakin?".Pesan Lana.


"Iya, aku yakin. Jadi, bersedialah.".Pesan dari Lion.


***********


"Aku akan segera menikah, aku harus memberi tahu hal ini kepada Wulandari.".Ucap Lana.


Lana memberi tahu ke pada Wulandari, bahwa ia dan Lion akan segera menikah pada bulan ini. Wulandari yang mendengar kabar itu pun sontak terkejut dan tidak menyangka bahwa Lana akan segera menikah semuda ini.


"Wah.. Kamu akan menikah pada usia 18 tahun? Itu kan sangat muda. Kamu yakin?".Tanya Wulandari kepada Lana.


"Iya, itu kemauan Lion. Jadi, aku akan setuju. Aku akan baik-baik saja.".Jawab Lana.


"Ya sudah, aku mendukungmu Lana. Aku akan menjadi bibi yang baik untuk anak-anakmu.".Kata Wulandari.


"Mengapa dia yang menjadi bersemangat jika aku menikah?".Batin Lana.


"Oh iya, bukankah minggu depan kelas 13 perpisahan?".Tanya Wulandari kepada Lana.


"Iya, artinya kami akan menikah 2 minggu lagi. Apakah itu jadwal yang di pilih oleh Lion?".


"Mungkin saja..".Ucap Wulandari.


1 minggu kemudian, tepatnya waktu perpisahan kelas 9. Lana sedang ada di kelas sendirian. Lana yang sedang melamun kedatangan Lion yang datang tiba-tiba ke kelasnya.


"Hai Lana..".Ucap Lion.


"Li.. Lion..".


"Li.. Lion, bukankah kamu seharus nya ada di lapangan untuk memeriahkan perpisahan kelas 12, mengapa kamu ada di sini?".Tanya Lana kepada Lion.


"Aku ingin memberitahu kan sesuatu kepadamu, ini tentang pernikahan kita.".Jawab Lion dengan sedikit menghela nafas.


"Hah? Te.. Tentang pernikahan kita? Ada apa dengan pernikahan kita?".Tanya Lana yang merasa mulai gelisah.


"Ku.. Ku rasa pernikahan kita harus di undur. Aku merasa ini adalah ide yang bagus, aku rasa kamu belum siap menikah dini. Jadi, aku pikir akan lebih baik jika kita menikah pada usia 19 atau 23 tahun.".Jawab Lion.


"Oh, ya sudah. Kamu mengerti keinginanku.".Ucap Lana.


"Tentu saja, ayo keluarlah ikut bergabung dengan yang lain. Lagipula, kamu kan wakil ketua OSIS.


"Baiklah..".Ucap Lana.


"...".


"Jika orang lain yang mengajakku, aku pasti akan menolak, namun jika Lion yang mengajakku, aku akan setuju.".Batin Lana.


Perpisahan kelas 12 pun berlangsung meriah dan seru. Perpisahan itu membuat Lana, Yoona dan Cindy sedih, karena sudah tidak dapat bertemu kembali.


"Ini perpisahan yang sedih, kita sudah tidak dapat bertemu kembali.".Ucap Yoona dengan raut wajah sedih.


"Iya, rencananya aku akan pindah ke kota lain.".Kata Cindy.


"Aku akan merindukan kalian berdua.".Ucap Lana sambil memeluk Cindy dan Yoona.


"Iya, kita harus lebih sering berhubungan saat di luar sana.".Ujar Yoona yang ikut memeluk kembali.


"Sampai jumpa, kapan-kapan kita ketemuan lagi...".Kata Cindy.


"Iya..".Kata Lana dan Yoona.


Pulang dari sekolah, Lana di antar oleh Lion pulang ke rumahnya. Sampainya di rumah Lana, Lion pun pamit pulang.


"Sampai jumpa Lana, aku sudah tidak dapat mengantarkan kamu ke sekolah lagi.".Kata Lion dengan wajah yang sedikit sedih.


"Iya, tapi aku akan kuliah. Mungkin, kita bisa berkuliah di tempat yang sama, sehingga kamu dapat mengantarkanku.".Kata Lana.


"Iya, aku akan berkuliah di Universitas Gwinjang.".Kata Lion.


"Ke betulan, aku juga ingin berkuliah di sana.".Ujar Lana.


"Kita masih dapat bertemu.".Ucap Lion.


"Iya..".


Ke esokan paginya, Lana bersiap untuk pergi mendaftar di Universitas. Saat ia keluar rumahnya, ada Lion yang sedang menunggunya.


"Lion, bukankah seharusnya kamu datang lebih awal ke universitas?".Tanya Lana.


"Aku ingin pergi bersamamu.".Jawab Lion.


"Ya sudah, ayo berangkat.".Ucap Lana yang sudah ada di dalam mobil.


"Baiklah.. Ayo berangkat.".


Selesai mendaftar Lana di ajak Lion untuk makan di restoran. Lana hanya dapat mengikuti kemauan Lion tersebut. Usai makan siang, Lana di antar pulang ke rumah oleh Lion. Sampainya di rumah Lana, Lion langsung izin pamit pulang.


"Sampai jumpa Lana..".Ujar Lion.


"Iya, sampai jumpa juga.".Kata Lana.


"Besok, temui aku di taman.".Kata Lion.


"I.. Iya..".


Lion pergi.


Ke esokan paginya, Lana pergi ke taman untuk menemui Lion. Saat sampai di taman, Lana sama sekali tidak melihat keberadaan Lion di mana pun. Setelah menunggu 10 menit, Lion datang. Lana langsung menghampiri Lion.


"Lion..".Ujar Lana.


"Lana, pasti kamu sudah lama menunggu ku. Maaf aku telat.".Kata Lion.


"Tidak apa-apa, apa yang ingin kamu katakan?".Tanya Lana kepada Lion.


"Hari ini, rencananya kamu akan menemui orang tua ku. Apakah kamu ingin?".Tanya Lion.


"Aku rasa, aku ingin bertemu. Sekalian bersilahturahmi lebih dalam dengan orang tua pacarku.".Ucap Lana.


"Ya sudah, ayo masuk ke dalam mobilku, kita akan berangkat.".Kata Lion


Di dalam mobil, Lion mengucapkan hal yang membuat Lana heran.


"Aku rasa, aku harus membelikan baju baru untukmu.".Ujar Lion.


"Kenapa? Baju kemarin 'kan masih bagus..".Tanya Lana dengan heran.


"Menurutku, baju yang kemarin sudah tidak bagus. Aku akan membelikanmu baju baru.".Ujar Lion.


"Lana, kamu mempunyai pacar yang perfectsionis, sedangkan diri mu saja tidak peduli dengan apa yang kamu kenakan, ini sungguh kebalikan.".Batin Lana.


Lion dan Lana pergi ke mall untuk membeli baju, Lana memilih baju yang ingin ia kenakan, setelah menemukan nya, ia pun segera memakai baju tersebut.


__ADS_1


__ADS_2