
Keesokan paginya Lana di antar ke sekolah oleh Lion, di saat perjalanan menuju ke sekolah Lana tidak mengatakan sepatah kata pun pada Lion. Sama seperti Lana, Lion sama sekali tidak mengatakan apa-apa kepada Lana. Ketika sampai di sekolah Lana langsung berjalan tanpa memedulikan keberadaan Lion, Lana berjalan dengan kesal dan sebal kepada Lion. Ia bersumpah, walaupun Lion memanggilnya, ia tidak akan mau melihat ke arah Lion.
"Lana..".Kata Lion.
"Iya?".Berbalik menatap Lion.
Sumpah tersebut, terbatalkan karena Lion yang tiba-tiba memanggil Lana, Lana menghampiri Lion dan bertanya mengapa dia memanggilnya, Lion hanya bilang. Bahwa Lana meninggalkan buku Bahasa Indonesia nya di dalam mobil. Lana langsung mengambilnya dan kembali ke mode tidak peduli, ia terus berjalan hingga ke kelasnya, Yoona bertanya mengapa Lana hari ini terlihat seperti kesal dan sebal.
"Lana, mengapa kamu terlihat kesal dan sebal? Apakah tentang Lion?".Tanya Yoona.
"Bukan masalah besar...".Jawab Lana.
"Katakan saja, jangan memendam sendiri, kamu selalu memendam masalahmu sendiri. Apakah kamu tidak percaya dengan teman dekatmu sendiri?".Tanya Yoona.
" Bukan begitu, aku akan menyimpan masalah ku sendiri, aku tidak ingin teman baikku khawatir dengan keadaanku.".Jawab Lana.
"Ya sudah, jika kamu tidak ingin memberitahuku. Aku tidak ingin mencampuri urusan pribadimu, tapi jika kamu ingin cerita, carilah aku. Aku akan mendengarkan curahan hatimu. Aku pergi ke lapangan dulu".Ujar Yoona.
__ADS_1
"Baiklah..".
Pulang sekolah, Lana di tawari tumpangan oleh Lion. Lana tentu saja menolaknya.
"Ayo masuk..".Ujar Lion.
"Tak perlu, aku mau berjalan kaki saja. Aku pulang dulu, sampai besok..".Kata Lana sambil tersenyum kecil.
Lana sebenarnya masih tidak mempercayai hal yang ia lihat semalam, namun ia merasa Lion sudah mencampakkannya dan sudah tidak peduli dengannya.
"Aku sudah tidak ingin mempercayai laki-laki, semua laki-laki itu sama saja, selalu memiliki satu perempuan simpanan, dan tidak peka. Memangnya apa sulitny memahami wanita?".Kata Lana sambil menggerutu kesal dan sebal.
"Aku masih kesal degan Wulan, tega sekali dia merebut Lion dariku. Apakah dia tidak tahu selama ini aku yang menyukai Lion, dia hanya dapat mencurinya dariku. Aku yang lelah dia yang dapat bersenang-senang. Dia memang tidak dapat di percaya".Ujar Lana.
"Ku pikir dia mendukungku. Ternyata, dia hanya memanfaatkanku untuk meluluhkan hati Lion, supaya dia bisa mengambil hati Lion yang beku dan dingin. Namun, mengapa Lion masih mencoba mendekatiku? Kan, dia sudah punya Wulan. Sudahlah, aku tidak ingin memikirkan hal menyedihkan itu, jika semakin di pikirkan, maka akan semakin sakit.".Batin Lana.
"Apakah selama ini aku tidak berarti baginya, aku lebih baik menghilang daripada tersakiti seperti ini..".Kata Lana sambil berjalan.
__ADS_1
Ketika Lana sampai di rumahnya, Wulan langsung menyuruhnya mandi.
"Cepatlah mandi, lalu makan. Aku telah menyiapkan makan malam untukmu.".Kata Wulan.
"Aku akan makan nanti, aku belum lapar.".Ucap Lana dengan suara dingin dan kesal.
"Kamu kenapa?".Tanya Wulandari.
"Tidak apa-apa, aku mau ke kamarku dulu. Aku pergi dulu.".Ujar Lana.
"I... Iya..".
Di kamar Lana, Lana menggerutu tentang Wulandari yang berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang hal kemarin yang jelas-jelas ia lakukan. Lana kesal jika memikirkan hal tersebut.
"Mengapa ia selalu membuatku kesal? Aku bahkan tidak pernah membuatnya marah, mengapa kali ini dia sungguh menyebalkan?".Batin Lana.
....
__ADS_1
....