
"Lana! Kay sudah tidak menyukaiku lagi! Dia bilang dia sudah memilikimu, dan sosok ku sudah di gantikan oleh sosok mu, kamu tega sekali kepadaku.".Ujar Wulandari kepada Lana.
Setelah mengatakan hal tersebut, Wulandari pergi ke kamarnya, Lana yang tidak tahu apa-apa hanya dapat diam.
"Sebenarnya, Kay menyukai siapa? Dia sebenarnya menyukaiku atau Wulandari?".Batin Lana bertanya.
Ke esokan harinya, Lana pergi keluar untuk menghirup udara segar. Lana bertemu dengan Kay yang sedang jogging di dekat rumahnya. Lana menghampiri Kay.
"Kay!".Seru Lana sambil menghampiri Kay.
"Lana..".
"Kay, apa yang kamu bilang kepada Wulan? Dia sangat sedih karena omonganmu tersebut, dia mengharapkan lebih darimu. Kamu seharusnya menjaganya dan bukanlah merusaknya.".Kata Lana kepada Kay.
"Kan sudah ku bilang, yang aku sukai adalah dirimu. Wulandari hanyalah orang yang mencintaiku, aku tidak menyukainya sungguh-sungguh. Dia terlalu berharap berlebihan kepadaku.".Ujar Kay.
"Jadi, kamu hanya memanfaatkan Wulan demi untuk mendekatiku. Kamu mempermainkan cintanya, kamu tidak baik.".Kata Lana sambil pergi meninggalkan Kay.
".....".
Malam harinya, Lana dan Wulandari berada di ruang tamu, mereka sama sekali tidak mengobrol satu sama lainnya. Lana yang mulai tidak nyaman dengan hal tersebut pun mulai berbicara kepada Wulandari.
"Wulandari..".
"Hm".
"Aku ingin bicara serius kepada mu! Sebenarnya, Kau itu hanya memanfaatkan mu. Dia tidak sungguh-sungguh mencintaimu. Aku yang mengetahui hal itu, marah kepadanya. Aku bilang bahwa...".
"Sudahlah, jangan bicara kepadaku. Aku akan ke kamarku dulu.".Ujar Wulandari sebelum Lana menyelesaikan kalimatnya.
Wulandari pergi ke kamarnya, ia meninggalkan Lana di meja makan. Lana hanya dapat diam dengan tingkah Wulandari yang seperti itu. Ke esokan harinya, Lana pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, karena Lion hari itu tidak masuk sekolah, di jalan menuju sekolah Lana di panggil oleh Kay. Lana tidak menjawab panggilan Kay, Lana terus berjalan tanpa memedulikan keberadaan Kay. Sampainya sekolah, Lana langsung berjalan menuju ke kelas. Di kelas sudah ada Yoona dan Cindy yang sedang mengobrol, Lana langsung menghampiri mereka berdua.
"Cindy, Yoona..".Seru Lana.
"Eh, Lana apa kabar?".Tanya Cindy.
"Aku baik, tahu tidak..".
__ADS_1
"Apa?".Tanya mereka berdua.
Lana menceritakan kejadian kemarin yang ia alami.
"Dih, dasar buaya darat. Sudah punya Wulandari, tapi masih mengincar Lana.".Kata Yoona.
"Aku kesal kepada Kay, dia masih saja menyukai ku. Aku kan sudah move on dengannya, aku sudah punya Lion, mengapa aku harus selingkuh?".Tanya Lana.
"Dia ingin kamu menjadi pacarnya, tapi caranya salah. Itu saja yang dapat ku pahami dari sikap Kay.".Jawab Cindy.
"Iya juga..".
Pulang sekolah, Lana pulang dengan jalan kaki sendirian. Saat di jalan, ia bertemu dengan seorang laki-laki misterius yang mencoba menculiknya.
"Aaaaaa!!! Lepaskan aku!".Teriak Lana.
"Diam! Atau aku akan membunuhmu!".Ancam laki-laki misterius tersebut.
"Isssshhh! Hidupku sudah kacau, malah di tambah kacau.".Batin Lana.
"Masuklah ke dalam mobil!".Suruh laki-laki tersebut.
"Jika, aku tidak melakukan hal yang mereka suruh, aku akan di bunuh.".Pasrah batin Lana.
"Sampai! Turunlah!".Kata laki-laki tersebut.
Lana di lemparkan ke dalam sebuah ruang bawah tanah yang luas namun, kotor. Lana mencoba keluar dari tempat tersebut, namun usahanya sia-sia. Pintu ruang bawah tanah tersebut telah di kunci, dan tak ada satu pun celah untuk Lana keluar dari sana.
"Apakah aku akan tetap di sini selama hidupku?".Tanya Lana kepada dirinya sendiri.
"Ayolah Lana, pikirkan hal yang dapat membuatmu terbebas dari tempat ini. Tempat ini sungguhlah kotor dan baunya tak enak.".Gumam Lana kepada dirinya sendiri.
"Hmmm.. Tak ada satu pun jalan keluar.".Gumam Lana.
"Aku harus pergi dari sini! Tapi, bagaimana caranya?".Tanya Lana kepada dirinya.
"Hmmmm...".
__ADS_1
"Ponsel!".
Ke esokan harinya, di sekolah. Cindy dan Yoona bingung, mengapa Lana tidak datang ke sekolah. Mereka merasa ini sungguhlah aneh, karena kemarin jelas-jelas Lana langsung pulang ke rumahnya. Lion datang ke kelas Lana dan bertanya pasal Lana. Namun, Cindy dan Yoona tidak tahu di mana ke beradaan Lana. Lion yang mulai merasa khawatir mencoba untuk mencari Lana saat pulang sekolah.
Pulang sekolah, Lion bergegas ke mobilnya dan pergi mencari Lana. Di jalan, ia bertanya kepada penduduk sekitar, namun para penduduk tidak mengetahui tentang keberadaan Lana. Lion memutuskan untuk pergi ke rumah Lana, Lion bertemu dengan Wulandari. Namun, Wulandari tidak tahu di mana Lana.
"Kamu tahu Lana di mana?".Tanya Lion kepada Wulandari.
"Maaf, dia kemarin tidak pulang. Aku ikut khawatir, tapi aku tidak dapat menemukannya di sekitar sekolah maupun komplek. Aku berpikir Lana di culik oleh seseorang.".Jawab Wulandari.
"Hmmm, baiklah aku akan mencarinya, tenang saja Wulandari..".Kata Lion.
"Iya..".Kata Wulandari.
Lion mencoba untuk mencari Lana, saat itu juga ada telepon masuk di ponsel Lion. Lion mengangkat telepon tersebut, ternyata itu adalah Lana.
Percakapan di telepon:
"Hello?".
"La.. Lana! Kamu di mana? Aku mencari mu namun, kamu tak ada di mana pun.".Tanya Lion.
"Aku berada di sebuah ruang bawah tanah, aku di culik oleh seseorang misterius. Aku di ancam, jika aku tidak menuruti mereka, maka aku akan di bunuh.".Jawab Lana dengan suara yang kecil.
"Kamu di mana?".Tanya Lion.
"Aku berada di....".
"Tut.. Tut.. Tut..".
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.".
"La.. Lana!".
"Cik.. Sebenarnya siapa yang menculik Lana? Apakah aku harus melapor pada polisi? Tapi, jika aku melapor nyawa Lana akan semakin dalam bahaya.".Gumam Lion.
"Sudahlah, apapun risiko nya aku akan tanggung sendiri!".Ujar Lion.
__ADS_1
Lion pergi untuk mencari Lana. Lion berkeliling kota untuk mencari Lana. Ia menemukan benda milik Lana di jalanan. Ia mengambil barang tersebut dan lanjut mencari Lana.