
Lion tidak dapat menemukan Lana, karena hari sudah larut malam, Lion memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Ke esokan harinya, Lion ke sekolah. Saat Lion melewati kelas Lana, Yoona dan Cindy menghampiri Lion, mereka bertanya tentang Lana. Namun, Lion belum menemukan Lana.
"Lion, Lana mana?".Tanya Cindy.
"Apakah kamu telah menemukan Lana?".Tanya Yoona.
"A.. Aku belum menemukannya.".Jawab Lion.
"Mengapa tak melaporkan hal ini kepada polisi? Pasti, polisi akan menemukan Lana dalam waktu singkat.".Usul Yoona.
"Masalahnya tak semudah itu, penculik tersebut mengancam Lana, jika Lana memberitahu orang lain maka ia akan di ᗷᑌᑎᑌᕼ oleh penculik tersebut.".Ujar Lion.
"Ya sudah, hari ini kami ikut mencari Lana bersama denganmu!".Kata Cindy.
"Kalian yakin ingin ikut?".Tanya Wulandari yang tiba-tiba datang.
"Wulandari?".Tanya Cindy dan Yoona.
"Siapa lagi menurut kalian? Yakin kalian ingin ikut mencari?".Tanya Wulandari untuk meyakinkan.
"Iya..".Jawab Yoona.
"I.. Iya..".Jawab Cindy.
"Baiklah, kita mulai pencarian Lana!".Seru Wulandari.
"Ya!".Ujar Yoona dengan keras.
"Iya.."Kata Cindy.
Pulang sekolah, mereka menaiki mobil Lion dan mulai mencari Lana. Di jalan, Lion melihat jejak kaki di trotoar yang sesuai dengan bentuk sepatu yang Lana gunakan.
"Itu, jejak kaki Lana!".Ujar Lion.
"Bagaimana kamu bisa tahu? Kan, bisa saja orang lain yang menggunakan sepatu yang mirip dengan sepatu Lana.".Kata Cindy.
"Aku tahu, karena aku yang beli.".Kata Lion.
"Kamu yang beli? Sejak kapan? Lana tak pernah memberi tahu ku tentang kamu membelikan ia sebuah sepatu.".Tanya Wulandari.
"Aku membelikannya pada akhir pekan kemarin, saat Lana mengajakku ke mall, aku menyuruh Lana untuk membeli barang yang ia inginkan.".Jawab Lion.
"Owh, jadi begitu..".
"Baiklah, ayo ikuti jejak kaki tersebut..".Kata Lion.
".....".
Mereka mengikuti jejak kaki tersebut sampai di dekat sebuah gang, jejak kaki tersebut hilang. Dekat tempat terakhir jejak kaki tersebut, ada sebuah bekas lajur ban mobil.
"Mungkin saja, itu adalah mobil si penculik.".Kata Lion.
"Eh? Kamu yakin itu jejak ban mobil si penculik?".Tanya Yoona.
__ADS_1
"Iya, aku yakin. Lana kemarin menelepon ku dan ia bilang, bahwa ia saat jalan dekat gang. Ada seorang laki-laki misterius yang tiba-tiba mengacungkan ᑭIՏᗩᑌ dan mengancam akan ᗰᗴᗰᗷᑌᑎᑌᕼ Lana. Lana pun hanya dapat mengikuti keinginan si penculik tersebut.".Jawab Lion kepada mereka bertiga.
"Detail sekali..".Kata Yoona.
"Aku hanya mengingat-ingat nya saja.".Kata Lion.
"Ya sudah, ayo pergi lagi. Sebelum si penculik itu membuat Lana sengsara.".Kata Wulandari.
"Oke..".
Lion, Wulandari, Cindy dan Yoona kembali mencari ke beradaan Lana. Mereka mengikuti jejak ban mobil si penculik tersebut, hingga sampainya di sebuah rumah tua yang tak terawat. Rumah tersebut sungguhlah tua, dan tak terawat. Fondasinya sudah rapuh dan atapnya sudah berlubang. Lion, Wulandari, Cindy, dan Yoona memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Pintu rumah tersebut terbuka tiba-tiba, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Di dalam rumah tua tersebut, tidak ada seorang pun di dalamnya, hanya sebuah gudang yang menuju ke bawah tanah. Namun, pintu yudah bawah tanah tersebut terkunci. Cindy, Yoona dan Wulandari mencoba membuka pintu yudah tersebut, namun hal itu gagal.
"Ukhh, bagaimana kita membuka pintu gudang ini?".Tanya Yoona.
"Minggir!".Ucap Lion dengan keras.
"Hah?! Ka.. Kamu bawa senjata api?".Tanya Wulandari
"Minggir saja!".Ucap Lion sekali lagi kepada mereka bertiga.
"I.. Iya!".Ujar mereka bertiga secara bersamaan, sambil menjauh dari pintu hudang bawah tanah tersebut.
Lion menekan pemicu pada pistol tersebut, membuat peluru pada pistol terpental menuju ke arah pintu gudang tersebut, pelurus tersebut merusak bagian gembok pintu gudang tersebut, sehingga pintu gudang dapat di buka sekarang.
Di atas adalah, contoh bagian-bagian dari pistol. "pemicu" di tuliskan dengan kata "trigger"
*Bagi kalau ada yang nanya, pemicu itu apa. Pemicu itu seperti tuas yang di tekan pada pistol, untuk melontarkan peluru ke arah target yang di tuju.*
"I.. Iya..".Kata Wulandari dengan kaget karena peluru tersebut.
"Ayo Wulan..".Ucap Cindy sambil menarik tangan Wulandari.
Mereka msuk lebih dalam ke bawah tanah. Mereka menemukan Lana.
Mereka menemukan Lana yang sedang terbaring lemas dan kedinginan, Lion langsung menghampiri Lana.
"Lana..".Ucap Lion.
"Li.. Lion? Kau kah itu..".Tanya Lana.
"Tentu saja..".Jawab Lion.
Lana yang mendengar perkataan Lio tersebut langsung bangun dan mencoba berdiri. Lana datang menghampiri Lion dengan raut wajahnya yang sangat senang. Ia begitu senang karena Lion berhasil menemukannya.
"Lion, kamu menemukanku. Ku pikir, aku tak akan pernah dapat bertemu dengan mu lagi..".Ucap Lana sambil memeluk Lion.
"Apa yang kamu bicarakan, aku akan mencarimu kemana pun sampai aku menemukanmu.".Ujar Lion.
Dari ke jauhan. Cindy, Yoona dan Wulandari menahan jiwa jomblo mereka yang sudah mulai panas karena melihat sikap Lion dan Lana yang sangat romantis.
"Ayo pulang." Kata Lana sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Iya.. ".
Saat mereka ingin keluar, pintu gudang tersebut tertutup tiba-tiba. Mereka di sana terkunci di dalam gudang bawah tanah tersebut.
"Ukhhh, bagaimana caranya keluar dari sini?".Tanya Yoona.
"Entahlah, pintu gudang ini terkunci dari luar, kita tak dapat membukanya.".Jawab Lana.
"Bantuan akan segera datang..".Kata Lion.
"Hah? Apa maksud kamu Lion?".Tanya Lana.
"Kamu lupa, aku sebenarnya siapa?".Tanya Lion.
"Hah? Sebenarnya siapa identitas mu yang sebenarnya, Lion?".
"Hmm, kamu tidak perlu tahu. Kamu hanya perlu tahu, kita akan keluar dari sini...".Ucap Lion.
"Ka.. Kapan?".Tanya Lana.
"Sekarang..".
Brakkk..
Pintu tersebut di dobrak oleh seorang polisi. Polisi tersebut membantu mereka keluar dari gudang tersebut.
"Kerja bagus..".Ucap Lion kepada polisi tersebut.
"Dengan senang hati tuan muda..".Ujar polisi tersebut.
"Tu.. Tuan muda? Sebenarnya, siapa Lion sebenarnya? Dia penuh dengan tanda tanya..".Batin Lana.
Lion mengantar Lana dan kawan-kawan nya pulang ke rumah. Di rumah Lana.
"Aku pulang dulu..".Pamit Lion.
"Tunggu Lion..".Ujar Lana.
"Ada apa?".Tanya Lion.
"Se.. Sebenarnya, siapa engkau? Dan siapa polisi tersebut, mengapa ia tahu ke beradaan kita?".Tanya Lana kepada Lion.
"Apakah kamu ingin tahu sekali?".Tanya Lion kembali.
"Iya. Aku ingin tahu..".Jawab Lana.
"Tapi, aku tak ingin memberi tahu mu. Menurutku, ini terlalu awal untuk menjawab pertanyaan mu tersebut.".Ujar Lion.
"Jahat..".Kata Lana.
"Aku hanya belum siap mengungkap kan identitas ku yang sebenarnya..".Ucap Lion sambil mengelus kepala Lana.
"Ehmmm, ya sudah. Aku mau masuk dulu. Sampai jumpa..".Kata Lana.
__ADS_1
"Iya..".