
Keesokkan harinya, Arya datang ke kantor lebih pagi karna akan melakukan pengintaian kepada Putra. Saat datang ke dalam ruangan, kondisinya masih kosong dan Arya pun merapikan beberapa dokumen yang terlihat sedikit berantakan. Saat sedang merapikan, Arya dikejutkan oleh kedatangan Denpa.
"Hei lagi ngapain!" teriak Denpa mengagetkan Arya.
"Eh..... Kamu Den. Aku kira siapa. Bikin kaget aja" balas Arya sedikit kesal.
"Hehehe...... Maaf Ya. Lagian kau masih pagi gini tumben udah nyampe kantor dan beresin meja kerja" ucap Denpa sedikit tertawa.
"Kan aku ada tugas khusus jadi harus pagi banget buat mengintai" ujar Arya memberitahu.
"Oh iya ya. Aku kira kau bakal lupa" balas Denpa.
"Gak akan lah Den aku kan udah berubah sekarang. Ngomong-ngomong kau juga kok pagi gini udah nyampe kantor?" tanya Arya heran.
"Kita sebagai seorang polisi tuh harus datang awal ke tempat kerja. Apalagi seorang detektif yang kerjaannya gak bisa diduga" jawab Denpa.
"Karna kerjaan atau biar keliatan rajin sama detektif Sinta. Hehehe....." ujar Arya meledek Denpa.
"Ya kerjaan lah. Kita harus profesional sama kerjaan" balas Denpa.
"Iya deh iya. Eh aku pergi dulu ya biar gak ketinggalan target" ujar Arya.
"Gak sarapan dulu?" tanya Denpa.
"Udah kok tadi dirumah sebelum berangkat" jawab Arya mulai meninggalkan ruangan.
"Hati-hati Ya. Tetap fokus sama target" ucap Denpa mengingatkan.
"Siap!" balas Arya.
Arya pun meninggalkan ruangan dan menuju parkiran, lalu ia menaiki motornya dan berangkat menuju lokasi tempat tinggal target incarannya.
Akhirnya Arya pun sampai didepan rumah kost targetnya yang tak lain adalah Putra, seorang karyawan toko roti.
"Ini tempat kost kok sepi gini ya? Apa target udah berangkat ke toko" ujar Arya bertanya-tanya.
"Eh tapi itu masih ada motornya tuh" tambah Arya.
Tak lama kemudian, Putra pun keluar dari tempat kost nya lalu menyalakan motor untuk dipanaskan dan bersiap pergi ke toko roti.
Belum ada gerak-gerik aneh dari Putra hingga akhirnya dia mulai meninggalkan tempat kostnya dan pergi menuju toko roti.
Arya pun langsung mengikuti motor tersebut dengan tetap menjaga jarak aman agar tidak dicurigai target.
Sementara itu di kantor polisi, detektif Denpa sedang memeriksa beberapa dokumen di meja kerjanya. Lalu tak lama kemudian detektif Sinta datang ke ruangan itu dan mengagetkan Denpa yang sedang memeriksa dokumen.
"Hey!" panggil Sinta mengagetkan Denpa.
"Kau Sin.... Ngagetin aja" jawab Denpa dengan sedikit cemberut.
"Hehehe...... Maafin ya Den. Lagian kau sih masih pagi gini udah serius aja baca gitu" ujar Sinta.
"Profesionalitas Sin. Harus rajin kerjanya" balas Denpa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya deh bagus profesional. Eum..... Udah sarapan belum?" tanya Sinta.
"Udah kok tadi dirumah sebelum berangkat ke sini" jawab Denpa.
"Bagus deh kalau udah sarapan" ujar Sinta.
"Kau udah belum Sin?" tanya Denpa.
"Udah juga kok tadi" jawab Sinta.
"Nah bagus itu kalau udah sarapan biar sehat" balas Denpa lalu tersenyum.
"Btw Arya kemana Den? Udah pergi dia?" tanya Sinta.
"Udah tadi Sin" jawab Denpa.
"Semoga dia berhasil ya mengintainya, dan bisa dapat info sebanyak-banyaknya" balas Sinta.
"Iya Sin semoga aja ya" ucap Denpa.
Di lain tempat, Arya terus mengikuti Putra sampai akhirnya tiba di toko roti.
"Gak ada gerak-gerik yang aneh sama dia dari tempat kost sampai sini" ujar Arya.
"Yaudah lah aku ke kantor dulu buat laporan" tambahnya lagi.
Arya pun meninggalkan toko roti tersebut dan menuju kantornya untuk laporan hasil investigasi.
Arya melajukan motornya tanpa hambatan karna kondisi jalanan yang tidak terlalu ramai hingga tidak menimbulkan kemacetan.
"Tok..... Tok..... Tok" suara ketukan pintu ruangan Kompol Agus.
"Masuk!" perintah Kompol Agus.
Arya pun memasuki ruangan dan duduk lalu mulai memberikan laporannya.
"Bagaimana detektif Arya dengan hasil pengintaian tadi?" tanya Kompol Agus.
"Dari hasil pengintaian tadi, saya tidak menemukan hal yang mencurigakan. Semuanya berjalan normal pak" jawab Arya.
"Kau tetap awasi dia dan intai dia saat jam pulang kerja! Mungkin akan ada sesuatu yang bisa dijadikan barang bukti nantinya" perintah Kompol Agus.
"Siap pak!" jawab Arya.
"Silahkan lanjutkan pekerjaannya dan terus intai dia dengan seksama. Jangan sampai lengah!" ucap Kompol Agus.
"Siap pak! Kalau begitu saya permisi dulu" ujar Arya.
Arya lalu meninggalkan ruangan Kompol Agus dan langsung menuju ruangan kerjanya.
"Eh Ya. udah tugasnya?" ucap Denpa menyambut Arya
.
__ADS_1
"Udah Den" balas Arya.
"Gimana hasilnya Ya?" tanya Sinta
"Belum ada hasil apa-apa Sin. Gak ada gerak-gerik yang mencurigakan juga waktu pengintaian" jawab Arya.
"Udah laporan belum sama komandan?" tanya Denpa lagi.
"Udah tadi laporan sama komandan waktu nyampe sini. Dan aku disuruh mengintai dia terus" jawab Arya.
"Berarti nanti sore kamu ngintai lagi dong Ya" ujar Sinta.
"Iya Sin" jawab Arya.
"Yaudah kita lanjut kerja lagi. Ini dokumennya masih harus diperiksa dan dilengkapi" ucap Denpa.
Mereka bertiga pun melanjutkan pekerjaannya dengan memeriksa beberapa dokumen terkait kasus yang sedang ditangani.
Sementara itu di toko roti, semua karyawan sedang melakukan pekerjaannya masing-masing dan beberapa karyawan juga melayani pembeli yang sedang berkunjung.
"Put. Kau kenapa sih waktu habis ditanyain sama polisi, mukanya langsung pucat?" tanya Andre pada Putra.
"Gak apa-apa kok Dre. Cuma kaget aja tiba-tiba ada polisi" jawab Putra.
"Emang ditanya apa aja sih?" tanya Andre lagi.
"Gak ada apa-apa sih. Cuma tentang almarhum pak Erik aja" jawab Putra.
"Oh gitu. Baguslah kalau gak ada apa-apa" balas Andre.
Tiba-tiba Dewi menghampiri Andre dan Putra yang sedang mengobrol.
"Dre. Ada yang harus dikirim tuh roti" ucap Dewi pada Andre.
"Kirim kemana Wi?" tanya Andre.
"Itu ke kios yang deket perempatan arah pasar. Tuh rotinya ada didekat kasir, langsung bawa aja" jawab Dewi
"Oke deh Wi" balas Andre.
Andre pun lalu membawa roti didekat kasir menuju motornya di parkiran, lalu mengantarkannya ke tempat tujuan.
Sementara itu karyawan yang lain melanjutkan pekerjaannya sampai toko roti pun tutup.
Disaat toko roti sudah tutup dan karyawan satu persatu mulai meninggalkan toko, detektif Arya sudah berada didekat toko untuk melanjutkan pengintaiannya terhadap Putra.
"Udah tutup nih. Saatnya intai target. Semoga ada jawaban dari pengintaian kali ini" ujar Arya berharap.
Putra pun lalu meninggalkan toko roti menggunakan motornya. Lalu dengan hati-hati Arya membuntutinya dari belakang.
Disaat sedang membuntuti target, tiba-tiba motor yang dikendarai oleh Arya mengalami kebocoran ban dan tidak bisa melanjutkan pengintaiannya terhadap target.
"Haduh.... Apes gini. Ban motor pake bocor segala lagi" ujar Arya kesal.
__ADS_1
Arya pun mendorong motornya sambil mencari tempat tambal ban terdekat. Tak lama kemudian ia menemukan tempat tambal ban lalu segera menuju tempat itu untuk menambal ban motornya.