
Keesokannya Dona bangun pukul 5 pagi dengan badan yang sudah cukup rileks.
"Huaah...jam berapa ya ini?" tanya Dona ketika bangun tidur lalu melihat hp nya.
"Wah udah jam 5. Aku sholat subuh dulu deh" lalu Dona pergi ke kamar mandi untuk wudhu dan segera menunaikan ibadah sholat subuh.
Setelah selesai sholat ia langsung berdoa dan melanjutkannya dengan membaca Al-Qur'an. Setelah selesai ia mulai membereskan rumahnya yang cukup kotor.
"Aku beres-beres rumah dulu ah" ucap Dona.
Saat sedang membereskan rumahnya ia teringat dirumah tidak ada bahan-bahan yang bisa dijadikan masakan untuk nanti siang.
"Oh iya bahan-bahan masakan kan habis. Aku ke pasar deh beli buat nanti makan siang" ucap Dona lagi.
Setelah itu ia bersiap-siap untuk pergi ke pasar dengan membawa dompet, hp dan tas belanja.
Saat sedang menutup pagar rumah ia disapa oleh tetangganya.
"Mau kemana-mana Bu?" tanya seorang tetangganya.
"Ke pasar pak. Mau beli bahan masakan" jawab Dona.
"Gak nunggu tukang sayur yang biasa lewat aja Bu?" tanya tetangganya lagi.
"Nggak pak takutnya gak ada yang saya mau" jawab Dona.
"Oh gitu ya Bu" ucap tetangga tersebut.
"Yaudah pak saya mau pergi dulu. Mari" ucap Dona sopan.
"Iya Bu silahkan. Hati-hati dijalan" balas tetangganya.
Setelah sampai di pasar, Dona langsung menuju ke lapak dagangan ayam potong.
"Silahkan Bu. Mau beli ayam?" sambut pedagang ayam potong tersebut tersenyum.
"Saya beli ayamnya sekilo ya pak. Tolong dipotong-potong sekalian" ucap Dona pada pedagang tersebut.
Lalu pedagang tersebut memotong daging ayam menjadi beberapa bagian.
"Ini Bu ayamnya" ucap pedagang tersebut sambil menyerahkan pada Dona.
"Jadi berapa pak?" tanya Dona.
"40 ribu aja Bu" jawab pedagang tersebut.
"Ini pak uangnya pas" ucap Dona lalu menyerahkan uangnya.
"Oh iya terimakasih Bu" ujar pedagang tersebut.
Lalu setelah itu Dona pun mengunjungi beberapa lapak untuk membeli beberapa bahan masakan yang lainnya.
__ADS_1
Setelah selesai Dona pun akhirnya pulang menuju rumahnya.
Saat sedang menunggu angkutan umum, Dona membuka hp nya untuk melihat jam. Saat sedang melihat jam tiba-tiba hp Dona dijambret oleh orang tidak dikenal. Lalu Dona pun berteriak.
"Jambret..... Jambret..... Toloooonng" teriak Dona sambil mengejar jambret tersebut.
Teriakan itu pun didengar oleh warga sekitar, lalu mereka mengejar jambret tersebut. Namun hasilnya nihil, warga gagal mengejar jambret tersebut dan memberitahu Dona.
"Maaf Bu kita gak bisa ngejar jambret itu" ucap warga yang mengejar.
"Iya pak tidak apa-apa. Terimakasih sebelumnya" balas Dona sedikit sedih.
Lalu Dona pun tiba di rumahnya dengan raut muka yang sedih dan ia disapa kembali oleh tetangganya.
"Kenapa Bu kok sedih gitu?" tanya tetangga tersebut heran.
"HP saya dijambret pak" jawab Dona.
"Dijambret dimana Bu? tetangga tersebut bertanya lagi.
"Tadi di pasar waktu saya mau pulang" Dona pun menjawab.
"Astaghfirullah.... Udah lapor ke polisi Bu?" tanya tetangga itu lagi.
"Nggak pak gak usah. Mungkin itu bukan rejekinya saya. Yaudah saya masuk dulu ya pak" ucap Dona.
"Iya Bu silahkan" ujar tetangga tersebut.
"Astaghfirullah HP ku dijambret orang tadi.... Padahal ada banyak foto almarhum papah disitu" ucap Dona penuh penyesalan.
"Yaudah lah gak apa-apa. Foto papah masih ada di laptop. Aku lanjut aja beres-beres rumah" tambah Dona.
Setelah itu Dona lalu melanjutkan beres-beres rumahnya sampai bersih. Setelah selesai Dona melanjutkan memasak untuk makan siang.
"Aku lanjut masak ayam deh buat makan siang nanti" ucap Dona.
Saat sedang memasak tiba-tiba Dona teringat dengan mendiang suaminya.
"Hemm... Biasanya aku masak buat aku dan papah. Papah juga biasanya selalu nunggu masakan aku ini" ucap Dona sambil mengingat mendiang suaminya.
Dona pun melanjutkan memasak ayam dan beberapa masakan yang lainnya.
Sementara itu di kantor polisi, dua detektif Denpa dan Arya masih menyelidiki kasus pembunuhan Erik.
"Bagaimana detektif Denpa dan detektif Arya. Apakah sudah menemukan petunjuk baru?" tanya Kompol Agus pada dua detektif tersebut.
"Belum pak. Kita masih kesulitan untuk memecahkan misteri kasus pembunuhan ini" jawab Denpa.
"Iya pak benar. Kita butuh keterangan dari istri korban untuk mendapat petunjuk" tambah Arya.
"Baiklah coba kalian hubungi istri korban untuk kesini besok" perintah Kompol Agus.
__ADS_1
Detektif Denpa pun menghubungi istri korban namun tidak juga mendapatkan jawaban.
"Saya sudah coba menghubungi Bu Dona. Namun nomornya tidak bisa dihubungi pak" terang Denpa.
"Kalau begitu besok kalian datang ke rumahnya untuk menanyakan langsung pada dia" perintah Kompol Agus.
"Siap pak. Laksanakan!" ucap Arya dan Andre serentak.
Memasuki jam makan siang, Dona pun makan siang masakannya tadi. Namun ia teringat kembali mendiang suaminya yang biasanya selalu makan bersama dirinya.
"Pah... Biasanya kamu disini... disebelah aku buat makan bareng. Tapi sekarang aku makan sendiri... Tanpa kehadiran kamu pah" ucap Dona menahan tangis.
Ia pun melanjutkan menyantap makanannya hingga habis dan membereskan piring. Setelah selesai makan lalu ia menonton TV.
Setelah beberapa lama menonton ia merasakan kantuk, ia pun akhirnya memutuskan untuk tidur di kamarnya.
Jam menunjukkan pukul setengah 5 sore dan ia terbangun dari tidurnya.
"Hah.... Setengah 5. Aku belum sempat sholat ashar" ucap Dona terkejut.
Selesai sholat ia pergi ke dapur mengambil sampah dan membuangnya ke tempat sampah didepan rumah.
Saat sedang membuang sampah, ia menemukan kertas yang berisi batu dihalaman rumahnya. Saat membukanya ia terkejut karna ada tulisan "KAMU AKAN MATI DONA". Dona pun langsung membuang kertas tersebut dan berlari masuk rumahnya.
"Apa maksud tulisan itu? Siapa yang melakukan itu?" Dona bertanya-tanya.
"Apa mungkin ada orang yang akan membunuhku? Aku harus memberitahukan ini pada polisi" ucap Dona.
"Oh ita aku lupa. Kan HP aku tadi dijambret" ucap Dona lagi.
Dona pun menenangkan pikirannya dan pergi untuk mandi. Setelah mandi ia lalu menonton tv.
Saat waktu makan malam Dona pun makan malam. Tapi saat makan Dona mendengar suara dari arah dapur. Ia pun ke dapur untuk memeriksanya. Saat sedang memeriksa ia melihat seseorang dengan pakaian serba hitam disana.
"Siapa kamu?" tanya Dona terkejut.
"Kamu tidak perlu tau siapa saya!" jawab seseorang itu
.
"Mau apa kamu? Toloooonng..... Tool..." teriak Dona tertahan karna bekapan tangan seseorang itu.
"KAMU AKAN MATI DONA!" ujar seseorang itu.
"Tolong jangan bunuh saya!" ucap Dona memohon.
"Semua sudah terlambat!" ujar seseorang itu.
Dona berusaha kabur. Namun saat mencoba kabur, dia ditikam oleh seseorang itu dari belakang menggunakan pisau.
"Sllleebb" suara hujaman pisau tersebut.
__ADS_1
"Aaaaaa...." ucap Dona menahan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dan seseorang itu pun kabur.