
'kamu!" geram KIA
"mengambil kesempatan dalam kesempitan ya"
KIA mengatur nafasnya.
"sudah kubilang, diamlah! kalau mereka mendengar mu tadi, tamatlah kita" ucap taehyung
taehyung mulai mengerutkan keningnya menyatukan giginya dan mencoba untuk memulihkan pandangan buramnya
kini KIA tidak memperdulikan ciuman pertamanya itu, ia melihat taehyung kesakitan dengan nafas yang terdengar berat dan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.
kia menopang kepala taehyung dipahanya
"taehyung? kamu_tidak apa-apa?" ucap KIA menyentuh leher dan kepala taehyung berusaha untuk menyadarkan nya, namun taehyung tidak begitu sadar karna badannya sudah tak karuan ....
"...." tidak ada jawaban dari taehyung
setelah KIA melihat kaki taehyung yang berlumuran darah, ia mengeceknya dan..
"luka tembak?" KIA panik dan langsung menelpon rumah sakit.
*skip_berada dirumah sakit
dokter sudah mengeluarkan pelurunya, pertanda bahwa taehyung baik-baik saja.
taehyung pun kembali sadar
KIA memasuki ruangan taehyung berada
"taehyung, apa yang sebenarnya terjadi? kau meninggalkanku dan berlari mengejar seseorang?" KIA
"itu bukan urusanmu" taehyung
"ya!, a-aku sudah menolong mu" KIA
"gomawo" taehyung
"gomawo?" batin kia
"haishhh, benar-benar menjengkelkan orang ini"
"apa yang sebenarnya terjadi?" batin kia
"taehyung, kenapa bisa mereka membawa senjata api? apa jangan-jangan kamu buronan?" ucap KIA
"jangan bicara sembarangan ya!" taehyung
"lalu? siapa mereka?" KIA
"mereka semua_ bodyguard ayahku" ucap taehyung
"apa? bodyguard ayahmu lagi? kenapa bisa melukaimu?" tanya KIA
"iya"
"ditanya, malah jawab iya doang" batin kia
setelah beberapa lama, kini KAI dan jungkook mengetahui keberadaan taehyung dirumah sakit.
terlihat KAI dan jungkook berlari kencang
"tuan? tuan tak apa-apa kan?" ucap kai tergesa-gesa
"hei! KAI, atur dulu nafasmu itu" ucap taehyung
"KIA? kenapa kamu bisa ada disini?" tanya kai kepada KIA
"eum_" KIA bingung mau memulainya dari mana
"dia yang membawaku kesini, dia yang menyelamatkan ku" ucap taehyung
"ou, terimakasih KIA"
"hehehh, tak usah berterima kasih kok"
"kita ini teman kan?kita harus saling membantu" ucap KIA
"apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jungkook
"nanti akan ku ceritakan" ucap taehyung
"ouh, eum_ Sekarang kan kamu sudah ada yang menemani disini, kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap KIA
"ini sudah malam"
__ADS_1
"KAI tolong antar KIA kerumahnya" ucap taehyung
"tidak_ tidak perlu, aku bisa jalan sendiri kok" ucap KIA
"tidak, ini sudah malam, ga baik"
"ta-tapi.."
"aku tidak suka penolakan!"
"KAI antar dia!"
"baik"
KAI mengantar KIA menggunakan mobil
"V, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya jungkook
taehyung menjelaskannya dengan detail kepada Jungkook...
hingga Jungkook juga menelpon teman hackernya untuk melacak keberadaan pemilik nomor yang mengirimi pesan tadi.
"sepertinya, orang yang aku ceritakan itu, orang yang sama saat aku berada dihotel, seseorang yang menembakkan peluru kedalam jendela ku" ucap taehyung
"iya, itu sudah jelas sekali, V" Jungkook
"apakah benar, wanita itu yang membawamu kerumah sakit ini?"
"iya"
"maafkan aku V, aku telat datang" ucap Jungkook
"kenapa harus kamu yang meminta maaf? padahal ini semua kecerobohan ku" jawab taehyung
"aku telat datang membantumu" lanjut Jungkook
"tidak,,,,sudahlah jangan bahas itu" ucap taehyung sambil tersenyum tipis kepada Jungkook untuk mengalihkan pembicaraan.
"baiklah" ucap Jungkook
sementara dikediaman keluarga Kim Lee
"maaf big bos kita gagal membawa tuan muda" ucap bodyguard
"apa?" teriak Kim lee
"kalian ini kerja tidak becus! sudah ku kasih senjata, masih tetap gagal" Kim lee marah besar
sementara itu diluar pintu ada putrinya yaitu Lisa yang mendengarkan ayahnya berbicara dengan bodyguardnya.
"apakah sesulit itu untuk membawa taehyung kerumah ini?" Kim Lee
"kalian tinggal menembaknya dan seret dia kesini!" lanjut Kim Lee dan memecahkan gelas yang berisikan Soju
"big bos, kami sudah berusaha menembaknya, tapi kami selalu gagal, tuan muda terlalu kuat untuk kami hadapi big bos" celetuk bodyguard
"tidak big bos, saat itu, kami sudah hampir mendapatkannya, tapi tiba-tiba saja seseorang membawa tuan muda" bodyguard lainnya
"iya big bos, kami sudah berhasil menembak tuan muda, saat tuan muda tak berdaya, tiba-tiba seseorang membawanya entah kemana" bodyguard lainnya
mendengar perkataan itu, hati Lisa seakan hancur berkeping-keping, membayangkan bagaimana keadaan kakaknya saat ini.
Kim Lee pergi begitu saja tanpa bicara sepatah katapun, namun dipintu ia melihat Lisa yang masih berada disana dengan air mata yang berkucuran
"Lisa?" ayahnya kaget karna melihat Lisa
"kenapa kamu menangis?" Kim lee
"sejak kapan kamu disini?" Kim lee
"cukup yah!" kini Kim Lee menghentikan langkahnya untuk mendekati putrinya
hiks..
hiks...
"adakah seorang ayah yang ingin membunuh anaknya sendiri?"
"ayah, ayah jahat !" ucap Lisa kemudian berlari mejauh dari ayahnya.
"Lisa!" panggil ayahnya
"Lisa mendengarkan pembicaraanku tentang taehyung?" batin Kim lee
Lisa pergi berlari ke dalam kamarnya, ia mendorong pintu dengan kencang dan menguncinya.
"kenapa ayah sekejam itu kepada kakak?" batin lisa
__ADS_1
hiks..
hiks..
"ayah benar-benar kejam..." Lisa terus menangis dan akhirnya ia berniat untuk mencari kakak nya sendirian
Lisa pergi mengendari mobil sportnya sendiri sementara ayahnya melihatnya dari jendela teras lantai atas...
"ikuti anak perempuan ku dan jaga dia" Kim Lee memerintahkan bodyguard nya supaya mengikuti Lisa pergi...
Kim Lee juga memerintahkan sebagian bodyguard nya untuk mencari taehyung diberbagai rumah sakit karna ia berpikir bahwa taehyung berada dirumah sakit karna tertembak....
"baik big bos" ...
...***...
tak lama KAI telah sampai dirumah milik kia.
"terimakasih KAI, sudah mengantarkanku" ucap KIA
"aku hanya diperintahkan untuk mengantarmu" jawab kai
"baiklah, sampaikan terimakasih ku kepada taehyung" ucap KIA lalu masuk kedalam rumah nya
mobil yang ditumpangi oleh kai pun pergi melaju cepat...
"kau diantar oleh siapa?" ucap Baekhyun kakak dari KIA yang sedang memasak
"i_itu temenku, oppa" ucap KIA membasuh tangan untuk membantu kakaknya memasak
"oh ya?"
" kau tidak berkencan?" ucapnya menggoda sambil memotong sayuran
"yakk! Aniya oppa! untuk apa aku berkencan, HM?" jawab KIA sambil berjalan mengambil piring
"ahk... kalau begitu siapa orang yang bersama saat kau direstoran?" ucap Baekhyun mengejek
seketika aku terdiam menghentikan pekerjaanku
"mwo? oppa melihat nya?" batinku
"kenapa kamu membisu seperti itu HM?"ejek Baekhyun sambil tersenyum
"tidak oppa, aku sedang mengerjakan tugas sekolah ku" ucap KIA dan melanjutkan pekerjaannya
"bawa ini"
Baekhyun menyodorkan bubur yang sudah jadi kepada KIA untuk diberikan kepada bibi dan pamannya.
KIA pun memberikan bubur itu kepada bibi dan pamannya...
"makan yang banyak ya bi"ucap KIA menyuapi bibinya
"tidak usah disuapi, bibi ini sudah sehat" ucap sang bibi
"iya KIA, paman dan bibi sudah sehat kok, kamu tidak perlu menyuapinya lagi" ucap paman yang baru saja keluar dari kamar mandi
"baik lahh, paman bibi, kalian makan buburnya ya, KIA mau bersih-bersih dulu" ucap KIA
"tentu saja" tersenyum bahagia
setelah KIA membersihkan badannya, ia langsung duduk dan memainkan handphone nya, nampak sebuah notif pesan masuk...
"kau sudah sampai?"
ternyata pesan itu dari taehyung
KIA tidak langsung membalasnya ia malah mengingat kejadian saat taehyung terluka dan wajah kia pun memerah seketika saat ia mengingat taehyung mencium bibirnya.
saat Baekhyun berjalan melewati kamar KIA, ia melihat wajah KIA memerah dan tangan yang sedang menyentuh bibirnya yang tersenyum.
"hei? sedang apa kau?" tanya Baekhyun membuat kia terkejut
"kamchagia.. oppa?" KIA langsung terdiam
"kamu sakit?" berjalan dan menyentuh jidatnya dengan tangan
"Ani..." merengek dan menghempaskan tangan kakaknya
"lalu?...ouh apa jangan-jangan? kamu sudah?..."
"sudah apa oppa?.. jangan mikir yang aneh-aneh deh" kesal KIA
"hayohhh lohh, benarkan kamu sudah ngedate? bilangin ke bibi ahk" Baekhyun lari dan dikejar oleh KIA
__ADS_1
"yakkk! oppa!"