
tak lama setelah taehyung makan, Jungkook pun kembali menemui taehyung
"V, sebenarnya aku sudah mengetahui dimana ponsel yang meneror kamu" ucap Jungkook
"dimana? katakan?" taehyung
"kenapa kamu baru bilang sekarang?"
"maaf V, aku tidak mau hal ini mengganggu pemulihan mu V"
"sekarang katakan, dimana pemilik ponsel itu?" taehyung
Jungkook langsung mengambil handphone miliknya dan menyodorkan alamat terakhir dimana handphone tersebut berada
"kamu yakin?" taehyung
"yakin, V"
"kita harus menemukannya" ucap taehyung
"tapi, V, kamu belum sembuh total, biar aku dan Jimin yang membawanya kemari" ucap Jungkook
"baiklah, aku serahkan tugas ini kepadamu" ucap taehyung
Jungkook pun langsung menemui Jimin dan teman-teman yang lain nya bersiap-siap membawa senjata untuk berjaga-jaga.
tiga mobil hitam melaju kencang
"Jungkook? tempat itu bukankah lautan?" tanya jimin
"iya" jawab Jungkook
"apakah orang tersebut ada disana?" tanya jimin ragu
"sepertinya tidak, aku rasa dia meninggalkan nya disana supaya kita terkecoh" ucap Jungkook
"lalu? kenapa kita tetap kesana?" Jimin
"kita juga butuh handphone nya terlebih dahulu supaya kita mendapatkan informasi "
"tapi bagaimana jika ini jebakan?" Jimin
"aku sudah menyiapkan strategi, maka dari itu aku membawa beberapa orang" jawab Jungkook
"waahhh,,,,kau memang cerdas" ucap Jimin
sesampainya ditempat
benar saja, disana lautan yang luas
merekapun mulai mencarinya dan haripun mulai gelap karna mencari-cari handphone tersebut
tak lama, salah satu temannya pun berlari sambil berkata
"tuan, saya mendapatkan ini" ucap salah satu teman Jungkook
"dari mana kamu dapatkan ini?" tanya jimin
"di tempat duduk itu" sambil menunjuk
"baiklah sekarang kita pulang, hari mulai gelap" ucap Jimin
"baik"
.....
"jungkook? ada apa?" tanya jimin heran melihat Jungkook yang termenung sendiri sambil memegang handphone tersebut
"ahk, tidak_"
"baiklah, ayo pulang, besok kita perang" ucapnya sedikit becanda mengalihkan Jimin
"perang? perang apa?" ucap Jimin tertawa
semua pun tertawa melihat raut wajah Jimin dan Jungkook
sedang asik tertawa tiba-tiba saja
dor..
__ADS_1
dor ..
2 tembakan mengenai salah satu teman Jungkook, mereka berlari sembunyi di samping mobil dan mengeluarkan senjata masing-masing yang sudah disediakan dan saling membalas tembakan satu sama lain.
"bagaimana ini?" ucap Jimin cemas
"sudah ku duga" batin Jungkook
"kita harus mundur, akan banyak orang yang terluka" ucap Jungkook
dengan kesigapan dan kecerdasan Jungkook dan kawan-kawan, merekapun melarikan diri dan membawa satu rekannya yang terluka.
sesampainya di markas, mereka disambut dengan taehyung yang sedang gelisah memikirkan Jungkook
"Jungkook, apa yang terjadi? kenapa dia?" tanya taehyung melihat Jungkook membawa rekannya yang terluka itu
"dia tertembak" jawab Jungkook
jin pun membawa rekan yang terluka itu agar segera diobati
"dijebak?" taehyung
"iya"
"tapi kita berhasil menemukan dan membawa handphone yang kita cari ini" ucap jungkook sambil memberikan handphone tersebut
taehyung segera membuka handphone tersebut, mengeceknya.
"benar, lihatlah ini pesan nya" ucap taehyung
"tapi sepertinya kita tidak bisa menemukan siapa pemilik handphone ini" ucap Jungkook
"tapi aku akan berusaha V" sambungnya
"kamu sudah banyak membantu ku, terimakasih"
jungkook pun tersenyum
haripun berganti, sudah beberapa hari taehyung izin sakit disekolah kini ia memutuskan untuk berangkat namun, karna kondisi sekolahan sudah diketahui oleh ayahnya, iapun harus membawa beberapa rekannya.
"V, kamu yakin hari ini sekolah?" tanya Jungkook
"yakin" taehyung
"kamu ingin sekolah?" taehyung
"ahk_ tidak, aku akan menyamar disana" ucap Jungkook
"tidak perlu, kamu urus saja markas dan cari informasi lainnya" ucap taehyung
"baiklah kalau begitu" Jungkook
"KAI ayo berangkat" taehyung
"i-iya tuan" sahut kai
merekapun bergegas mengendarai mobil dan pergi ke sekolah.
sementara itu, dikediaman keluarga Kim, Kim Lee memikirkan seharian Lisa dan juga taehyung. ia bersih keras untuk membawa taehyung kembali ke rumah, namun ia tidak ingin semua orang mengetahui kalau Taehyung pergi dari rumah, ia juga tidak ingin membuat keributan apalagi disekolahan barunya taehyung dan Lisa.
"aku cukup lega, kini taehyung dan Lisa satu sekolahan, tapi, aku tidak tenang kalau Taehyung tidak berada dalam pantauan ku" batin Kim Lee
"aku harus segera membawa taehyung kembali ke rumah ini lagi"
"dia adalah aset berharga"
tiba-tiba saja, Lisa datang menghampiri
"ayah"
"kali ini aku tidak mau diikuti oleh bodyguard" ucap Lisa
"tunggu Lisa" Kim Lee
"ada apa?" Lisa
"jika kamu bertemu dengan kakakmu hari ini, jangan bantu dia untuk melarikan diri dari orang suruhan ayah" ucap Kim lee
"aku tidak peduli" Lisa
"Lisa!" marah ayahnya
__ADS_1
"sebenarnya ayah itu pengen kakak kembali kerumah ini atau tidak si? atau jangan-jangan sebaliknya? ayah ingin kakak mati?" lisa
"tutup mulutmu, Lisa!" tariak Kim Lee
"dia juga sama yah, dia adalah anakmu"
"ayah tau? karna perintah dari ayah, kakak hampir mati" ucap Lisa
"kalau kakak sampai mati karna ulah dari perintah ayah, ayah bukan ayah ku lagi" sambung Lisa
"ayah, ayah ingin kakakmu kembali kerumah ini lagi, hanya itu" ucap sang ayah
"cih, kalo emang ayah mau kakak kembali kerumah ini, cara ayah yang kemarin itu salah besar yah!" Lisa
"harusnya ayah membujuk kakak, bukan malah menyakitinya" sambung Lisa
"tapi, aku perhatikan, memang benar, lebih baik kakak berada jauh dari ayah"
"kakak selalu tertekan saat berada dirumah ini, bahkan karna musuh-musuh dari ayah juga ikut mengincar kakak, sampai saat itu kakak koma" ucap Lisa
"apakah benar, kalau kakak itu adalah anak dari ayah? aku meragukan itu" sambung Lisa lalu pergi
"lisaa"
Lisa mengabaikan ayahnya dan pergi.
Kim Lee menenangkan dirinya
"benar juga, taehyung lebih baik berada jauh dari ku" batin Lee
"akan lebih bahaya jika taehyung berada di dekatku" sambung Kim Lee
ia memerintahkan kepada bodyguard kepercayaan utusannya itu agar ia tetap mengawasi taehyung, ia mengganti rencana nya agar tidak diketahui musuh kalau Taehyung pergi dari rumah.
taehyungpun sampai disekolahannya
kini pertama kali yang ia ingat adalah Kiara
"KAI, Lo kembali ketempat kerja aja, aku mau mencari seseorang" ucap taehyung
"baiklah tuan, hati-hati"ucap kai
taehyung pun bergegas mencari KIA
tak lama setelah mencari-cari kini mereka bertemu.
"Kia" sahut taehyung melambaikan tangan
jantung KIA berdegup kencang saat taehyung menuju ke hadapannya
"bagaimana kabarmu?" tanya KIA
"yahh, kakiku sudah baik-baik saja" jawab taehyung
"syukurlah"
"kau cemas?" taehyung
(....)
"ouh iya, bagaimana tugas itu?"
"ahk, semua orang sudah mempresentasikan, tinggal kita saja" ucap KIA
"baguslah, aku tidak terlambat" ucap taehyung
"lagian nihh kamu tuh kok bisa tiba-tiba kayak gitu? Al hasil tugas yang waktu itu belum dikerjain, aku yang ngerjain" kesal KIA
"maafkan aku" taehyung
langkah KIA berhenti seketika
"kenapa?" tanya taehyung karna langkah kaki KIA tiba-tiba saja terhenti
pandangan mata KIA menuju kearah taehyung, mereka saling menatap.
tak lama, taehyung dan juga KIA tertawa.
entah apa yang membuat mereka tertawa seperti itu.
Lisa tak sengaja melihat mereka berdua tertawa.
__ADS_1
"kakak? terlihat sangat bahagia" batin lisa
"aku merindukan mu kak" sambung Lisa