
dan lagi-lagi mereka berdua saling berhadapan wajah.
nafas yang terasa satu sama lain, membuat jantung mereka berdua berdegub lebih kencang.
"taehyung?" KIA
"i-iya?" taehyung
"kau tau? aku sebenarnya malas berada dirumah" ucap KIA
"kenapa?" tanya taehyung
"aku malas bertemu dengan bibiku, tapi aku menyayangi nya, ia sangat mirip dengan ibuku"
"setiap kali aku melihatnya, aku selalu merindukan ibuku"
"ibu dan ayahku sudah meninggal saat aku masih berusia dini"
"setelah itu, aku sangat kesepian. menahan sakit bertahun-tahun, dan menjadi seperti sekarang bukan hal mudah" ucap KIA
"hampir semua orang didewasakan oleh keadaan, bukan usia"
"Dia yang lebih dulu ngerasain luka, dia juga yang lebih dulu menjadi dewasa"
"ibu dan ayahmu pasti bangga memiliki anak yang kuat sepertimu" ucap taehyung
"kalau boleh tau, ibu dan ayahmu meninggal karna apa?" tanya taehyung
"ayah dan ibuku kecelakaan, mereka ditabrak truk besar, namun sampai saat ini, pengemudinya belum ditemukan" ucap KIA
"aku sangat merindukannya...hiks...hiks.." air mata KIA bercucuran
"maaf" taehyung
"tidak apa-apa" KIA mencoba untuk tenang
"apakah kamu dendam kepada pengemudi itu?" tanya taehyung
"terlalu munafik untuk aku memaafkannya" ucap KIA menghapus air matanya dengan tisu
"ta_tapi hiks..hiks... aku juga selalu ingin melupakan dan memaafkannya .... hiks....hikss......" namun tak terbendung lagi, KIA menangis sejadi-jadinya
taehyung langsung menenangkan KIA dan memeluknya tanpa ragu.
...
setelah beberapa menit KIA meluapkan kesedihannya, taehyung pun bertanya
"sudah lega?" ucap taehyung
"lumayan" KIA
"acara belum selesai, ayo bersenang-senang lagi" ucap taehyung
"oh iya, ayo" ucap KIA memegang tangan taehyung dan membawanya kedalam pesta serta membawakan makanan dan minuman untuk taehyung
"ini buat kamu" KIA
"makasih" taehyung
"hmm"
"makasih yah udah dengerin cerita ku" ucap KIA sambil malu-malu kucing
"gapapa, aku suka itu" ucap taehyung datar
"eh?"
"aku suka denger kamu bercerita apalagi sambil nangis seperti itu" ucap taehyung
"karna jika seseorang mulai menangis saat menceritakan sesuatu, percayalah apa yang dia ceritakan itu benar-benar menyakiti perasaannya" sambung taehyung
"ga nyangka, kamu juga dewasa" ucap KIA
"sudah ku bilang dewasa tidak bisa dilihat dari usia" jawab taehyung
KIA pun tertawa
itu membuat hati dan jantung taehyung seakan meledak...
__ADS_1
taehyung pun ikut tersenyum
ditengah-tengah itu, Lisa pun menghampiri mereka.
"kak?" sahut Lisa
taehyung menoleh
"Lisa?"
"aku sangat merindukanmu kak" ucap Lisa sambil memeluk taehyung
beberapa orang disana melihat mereka berpelukan
"kak? aku sangat merindukanmu" ucap Lisa sambil melepaskan pelukannya
"kakak?" batin KIA
"Lisa? berarti, dia adiknya taehyung?" batin KIA
"hey? kenapa kamu kemari?" bisik taehyung
"kakak ga seneng?" tanya Lisa
"bukan seperti itu" jawab taehyung sambil membawa Lisa menjauh dari orang-orang disana
....
"ayah sudah memperbolehkan aku bertemu denganmu kak" ucap Lisa
"dia juga sudah membiarkan kakak pergi dari rumah" sambung Lisa bahagia
"oh ya? kenapa bisa?" taehyung masih merasa heran
"aku yang berbicara sama ayah dong kak" ucap Lisa
"tapi Lisa, kakak mohon, jangan terlalu sering pergi keluar tanpa bodyguard ayah, kamu paham kan?" ucap taehyung
"iya kak aku mengerti" jawab Lisa dan memeluk taehyung
setelah beberapa menit, Lisa pun dikenalkan oleh taehyung kepada KIA
"ah_kamu yang lebih cantik" jawab KIA
"kalian sama-sama cantik" celetuk taehyung
KIA yang mendengar itupun seakan tidak percaya, dan tentunya senang.
"aigo, kakak baru saja memuji aku dan kak kia?" Lisa tertawa
"hehehhh" KIA tertawa kecil
"tidak biasanya kakak memuji seperti itu" ucap Lisa
"oh ya?" tanya KIA
"iya kak KIA, serius dah" Lisa
mereka berdua tertawa...
"udah puas ketawanya?" tanya taehyung datar
"ketawanya kita simpen buat besok" ucap Lisa
"oh iya kak, KAI mana?" tanya Lisa
"KAI? dia tidak ikut" jawab taehyung
"kemana?" Lisa
"ada dipenginapan, dia sedang istirahat" taehyung
"kakak dan KAI baik-baik saja kan?" tanya Lisa
"tentu saja" ucap taehyung
"kakak mau ngambil minum dulu" ucap taehyung dan pergi
"oke, sekalian bawa makanan kak" ucap Lisa
__ADS_1
"kak KIA, tolong jaga kakakku ya? jaga senyum dan tawanya, jangan sampai hilang" tiba-tiba Lisa berkata seperti itu kepada KIA
"eh?" KIA
"dirumah, dia jarang senyum, apalagi tertawa" Lisa
"oh ya?" tanya KIA
"iya kak KIA, aku lihat, dia sangat bahagia saat sama kak KIA" ucap Lisa
pipi KIA pun memerah
"mau kak KIA dan kakakku berteman ataupun lebih dari itu, Lisa selalu dukung" ucap Lisa
"Lisa kamu ini apaan si" senyum kecil dibibir KIA
Taehyung yang ingin mengambil minum namun lagi-lagi palayan bertopi itu memberikan minuman kepada taehyung.
namun taehyung tidak merasa curiga apapun.
"terimakasih" ucap taehyung dan mengambil minuman itu
lagi-lagi taehyung meminumnya
"minuman ini sedikit berbeda dari yang tadi" ucapnya sambil mengernyitkan keningnya
"oh iya, dari tadi aku ga liat Jungkook, kemana dia?" batin taehyung
taehyung kembali kepada Lisa dan KIA berada
"nih makanannya" ucap taehyung sambil menyodorkan makanan
setelah beberapa jam, pestanya pun selesai. sebagian murid sudah pulang.
kak, aku pulang dulu ya" ucap Lisa
"hati-hati" taehyung
"kak KIA inget obrolan tadi ya kak" ucap Lisa lalu pergi
"ckk, baru juga bertemu sudah segitu akrabnya" ucap taehyung
"adikmu itu lucu dan menyenangkan" ucap kia
"kalian sama-sama bawel" celetuk taehyung
"apa? apa kamu bilang? aku? bawel?"
"aku ga bawel ya!" KIA
"kalo ga bawel, terus apa?" ucap taehyung
"ya-ya-" kia bingung harus jawab apa,
"emang bener si aku bawel" batin KIA
"temanmu mana?" tanya KIA mengalihkan pembicaraan
"dimobil mungkin" jawab taehyung
setelah berada dimobil
"sudah selesai?" tanya Jungkook
"sudah, ayo pulang" ucap taehyung
merekapun masuk mobil dan pergi.
setelah sesampainya dirumah KIA, taehyung dan kia pun turun dari mobil.
"makasih ya" ucap KIA lalu pergi
namun taehyung memegang tangan KIA dan itu membuat KIA berbalik arah kepada taehyung.
sekarang merekapun tepat saling berhadapan.
taehyung dan KIA saling berhadapan, perlahan tangan taehyung memegang wajah samping kia
__ADS_1