Hurt Because Of Love -kim Taehyung

Hurt Because Of Love -kim Taehyung
episode 24


__ADS_3

setelah bel pelajaran terakhir berbunyi, merekapun bergegas ke rumah sakit tanpa mengganti pakaiannya.


"kenapa kamu sangat buru-buru sekali kia?" ujar Jennie


"sepertinya dia sangat khawatir" jawab Lucas


"kalo kita pulang dulu, nanti lama keburu sore" jawab KIA


"iya deh iya" Jennie


.....


sesampainya di ruangan taehyung berada


"Taehyung, are you okey?" Jennie


taehyung mengangguk


"bro, kamu kenapa sih? kok bisa sampe dirawat gini? sakit apa?" tanya Lucas


"salah makan" taehyung


"kyakk, taehyung! lagi-lagi kamu tidak menepati janji mu" KIA


"maaf" taehyung


"maaf sudah membuat mu khawatir"


"hah? siapa juga yang khawatirin kamu?" KIA


"kamu? tidak?"


KIA memukul pelan tangan taehyung,


taehyung merintih kesakitan


arghh awww "sakit tau" taehyung


"aduhhh duhhh, maaf-maaf" ucap KIA sambil mengelus-elus tangan taehyung, kemudian tangan taehyung memagangi tangan KIA, sekarang mereka sedang saling menatap.


Lucas dan Jennie kaget dan mereka keluar dari ruangan, sekarang tinggal tersisa mereka berdua diruangan VIP itu.


"lihat! wajahmu pucat seperti itu" ucap KIA


"apa aku masih tampan?" ujar taehyung


"tidak, tidak sama sekali" kia


"besok juga aku pulang" ucap taehyung


"pulang? tapi kamu masih sakit kayak gini" KIA


"aku ingin berobat jalan" taehyung


"gak! ga boleh, kamu harus sembuh dulu baru pulang" KIA


"aku ini ga suka rumah sakit, dari kecil, aku sering berada disini" jawab taehyung


KIA kebingungan apa yang dibicarakan taehyung


"besok aku pulang ke hotel, KAI ada beberapa urusan mungkin aku sendirian"


"lalu siapa yang akan menjaga kamu?" KIA


"apakah kamu mau merawatku KIA? aku hanya percaya kepadamu" taehyung


"aku?"


"hmmm"


"tanpa kamu suruh, aku akan melakukan itu" jawab KIA


taehyung tersenyum


"oh iya kamu udah makan? aku bawain kamu bubur, tapi ini bukan buatanku" KIA


"gapapa" taehyung lesu


"tapi aku jamin ini aman dan enak" jawab KIA


"oh ya?" taehyung


"sebentar, kalo kamu ga percaya biar aku dulu yang nyobain untuk memastikan ini aman" jawab KIA


KIA mengambil sendok dan menyicipinya sendiri


"tuhh kan emang bubur ini langganan aku pasti enak" ujar KIA


"nihh udah aku pastiin ini aman" sambung KIA dan menyodorkan bubur tersebut


"bentar biar aku yang menyuapimu, tapi dimana sendok barunya?" namun sebelum KIA beranjak mengambil sendok baru taehyung memegangi tangannya dan berkata

__ADS_1


"kenapa harus sendok baru? yang itu juga bisa" taehyung


"tapi, ini bekas aku" jawab KIA


"kamu lupa? sudah berapa kali aku merasakan bibirmu itu" jawab taehyung


KIA langsung menutup mulut taehyung agar tidak terdengar oleh siapapun.


uhuk


uhuk


uhuk


taehyung kesusahan bernafas


"KIA kamu hampir membunuhku" gurau taehyung


"ma-maaf taehyung, makanya jangan kencang-kencang bilangnya" ucap KIA


"kamu gapapakan?" sambung KIA karna melihat taehyung kesakitan


"disini gada siapa-siapa KIA" jawab taehyung


"sudah pakai sendok itu saja! aku sudah lapar nih" sambung taehyung


"baiklah" KIA menyuapi taehyung


jungkook masuk kedalam ruangan dan berkata


"ada kabar buruk" ucap kai


"kabar buruk? apa?" tanya taehyung penasaran


KAI melirik kepada KIA dan KIA merasa tidak nyaman, setelah itu KIA berpamitan keluar terlebih dahulu.


"sebaiknya kita lupakan pemilik gubuk itu, tuan" ujar kai


"kenapa memangnya? ada apa?"


"aku menerima pesan ancaman, kalo kamu terus-menerus mencari informasi, mereka tidak akan segan-segan membunuh kamu" kai


"...ini baru pertama kalinya mereka mengirimi pesan seperti ini"


".... aku khawatir kalau mereka..."


ucapan kai terpotong dengan nada dering handphone miliknya


"angkat dan kencangkan suaranya, lalu rekam ucapannya!" perintah taehyung


"baik"


"yeoboseyo?" taehyung


"Kim taehyung?"


"ya"


" wahhh Daebak, senang bisa berbicara denganmu aset berharga ku" ucap penelpon


"siapa kamu?" ucap taehyung


"aku?"...


"..aku yang membunuh orang-orang yang mencoba untuk menghentikanku" ucapnya


"jadi kamu yang mencoba untuk membunuhku?" ucap taehyung


"tidak, aku tidak akan membunuhmu, aku juga tidak berpihak kepadamu" ucap si penelepon


"aku menelpon hanya untuk memperingatimu, jangan mencari informasi terkait kematian ibumu!"


"kenapa?"


"pemilik gubuk ini akan mati ditanganku, jika kamu terus-menerus mencari informasi itu" jawabnya


"kenapa kamu melakukan itu?"


"kamu akan menyesal, setelah tau apa yang sebenarnya terjadi"


"wae (kenapa)? kenapa harus aku? kenapa!" teriak taehyung


matanya memerah dan nafasnya Terengah-engah


"tuan?" batin KAI


"bukan hanya pemilik gubuk ini yang akan mati, tapi orang-orang disekitar mu juga akan mati, kalo kamu tetap mencari informasi itu!"


". ... dengarkan baik-baik! aku.. juga tidak akan segan-segan untuk melukaimu atau bahkan membunuhmu! jika kamu tidak mendengarkan peringatan ku ini" setelah itu telponnya dimatikan


taehyung mencoba untuk mengkontrol nafasnya

__ADS_1


"tuan?" KAI


"KIA, panggil KIA kesini!"


"baik tuan"


KAI menyuruh KIA untuk memasuki ruangan


"ada apa KAI? kenapa taehyung berteriak seperti itu? apa dia baik-baik saja?" tanya Lucas


"dia baik-baik saja"


"...KIA tolong masuklah dan tenangkan taehyung" ucap kai


tanpa basa-basi KIA memasuki kembali ruangan taehyung dan melihat taehyung yang Terengah-engah, KIA langsung memeluk taehyung dan menepuk pelan punggung dan mengelus kepala taehyung.


"gwaenchana" ucap KIA


kini taehyung mulai tenang dan kemudian dokter membawa beberapa suntikan dan menyuntikkannya ke salah satu tangan taehyung dan setelah beberapa detik taehyungpun tertidur.


Lucas beserta yang lainnya memasuki ruangan bersama dokter.


"kenapa dia tak sadarkan diri? apa yang sudah kamu masukkan?" tanya jungkook sambil memegang kerah dokter


"aku memasukkannya obat penenang, tenang saja ini aman digunakan, dia hanya akan tidur dalam beberapa jam" jawabnya


"jungkook sudah hentikan" KAI mencoba untuk menenangkan jungkook


"KAI, tolong izinkan aku berada disini" ucap KIA


"biarkan KIA menemani taehyung hari ini" ujar jungkook


"baiklah"


"kalau begitu aku juga nemenin KIA disini ya?" ucap jennie


"tidak usah, mereka berdua disini ada aku, jadi kalian berdua pulang saja" ucap KIA


"iya Jen, lebih baik kamu pulang aja sama lucas" sambung KIA


"hmm baiklah, cepat sembuh ya ganteng" ucap jennie


"iya bro, kamu cepet sembuh ya"


"Lucas kamu anterin jennie!" ucap KIA


"iyaa"


"anterin sampai rumah!" KIA


"iya-iya bawel banget" gumam Lucas


Lucas dan Jennie pun pergi


"KAI, sebenarnya apa yang terjadi sama taehyung?"


"....dia salah makan? dia keracunan?"


"iya KIA, tuan taehyung dari kecil sudah diincar, banyak orang yang mencoba untuk membunuhnya" jawab KAI


"aku yang salah, semalam aku dan taehyung belanja dan makan, mungkin salah satu makanan itu ada racunnya" KIA


"dimana kalian belanja dan makan, aku akan mencari tahu" ucap jungkook


"aku kirim alamatnya" jawab KIA


"Kia, satu hal lagi yang harus kamu ingat" KAI


"apa?"


"sekarang tuan sering bertemu denganmu, aku harap kamu bisa menjaganya, minuman dan makanan yang tuan makan harus kamu perhatikan, begitu juga dengan kamu jungkook, suruh beberapa teman kamu agar terus awasi tuan"


"kamu tau kan? taehyung tidak suka diikuti oleh bodyguard? kita akan kesusahan KAI" jawab jungkook


"bagaimana dengan pelacak?" Kai


"pelacak?" kiara


"iya, tapi taehyung tidak akan mau memakai itu" jungkook


"aku sudah membeli beberapa barang, setelah tuan kembali ke hotel aku akan memberikannya kepada kalian berdua, aku harap kalian bisa menjaga tuan" ucap kai


telpon jungkook berdering, jungkookpun menjawab telpon itu kemudian jungkook berkata


"KAI, kamu jaga taehyung, ada beberapa urusan dimarkas jadi aku harus mengatasinya terlebih dahulu" bisik jungkook kemudian pergi meninggalkan ruangan


.....


KIA berada disamping taehyung menggenggam tangan taehyung berharap taehyung kembali membukakan matanya.


KAI yang melihat KIA masih memakai pakaian sekolah, ia berinisiatif untuk membawakan pakaian ganti untuk KIA, namun sebelum kai pergi membukakan pintu tiba-tiba......

__ADS_1


__ADS_2