Husband My Love

Husband My Love
Perhatian Nicholas


__ADS_3

Nicholas telah selesai membantu bik Ida membuat sarapan,kini bik Ida tengah menatanya di atas meja.


Nicholas berlari -lari kecil menaiki anak tangga,baru kali ini Emely tak segera turun untuk sarapan.


Nicholas mengetuk pintu kamar, namun tak ada jawaban, Nicholas mulai khawatir.Di bukanya pintu dan segera masuk.Benar saja, Emely masih tidur, padahal iya harus berangkat ke kantor.


Nicholas mendekati ranjang,''Emely, Emely ''panggil Nicholas,namun yg di panggil tak bergeming.


Nicholas membuka selimut yg menutupi tubuh Emely,nampak wajah Emely pucat, Nicholas meraba keningnya, ternyata Emely sedang sakit,suhu badannya sangat tinggi.


Nicholas segera menelpon dokter Vania,dia adalah teman baik Emely.Sementara menunggu dokter, Nicholas mencoba mengompres Emely.


Tak lama dokter Vania datang,segera iya menuju kamar Emely,iya keheranan dengan adanya Nicholas di sana.


''Anda yg menelpon tadi??''tanya dokter Vania.


''Iya dok,saya temannya Emely, kebetulan saya sedang ada perlu dengan Emely''Nicholas menyembunyikan identitasnya.


''Ooh begitu''dokter Vanya mengangguk mengerti,segera iya memeriksa Emely.


''Bagaimana keadaan nya Dok???''apa perlu kita bawah kerumah sakit??? Nicholas khawatir.


''Untuk saat ini,tak perlu,namun jika dalam waktu dua hari demamnya tak turun,maka segera bawah iya ke rumah sakit''kata dokter Vanya.


''Untuk sementara saya beri resep,nanti langsung tebus ke apotek terdekat''dokter Vanya menulis resep dan menyerahkan pada Nicholas.


Setelah selesai dokter Vanya pamit,dalam hati iya masih bertanya-tanya tentang hubungan Nicholas dengan Emely.


Setelah itu Nicholas minta bantuan pak Maman untuk menebus resep pemberian. dokter Vanya.Iya sendiri dengan setia menjaga Emely.


Nicholas duduk di kursi samping ranjang Emely,iya begitu khawatir tentang kesehatan Emely.Senentara kedua orang tua Emely tak bisa datang karena sedang ke luar negeri untuk urusan bisnis,dan kata pelayannya akan kembali sekitar dua Minggu lagi .


Sesekali Nicholas mengusap lembut rambut Emely,dalam hati iya begitu menyayangi Emely dan takut kehilangannya.Tak lama pak Maman datang.Iya menyerahkan obat pada Nicholas.


Untuk sementara Nicholas tak dapat masuk kerja, mudah-mudahan bos pemilik restoran bisa memakluminya.


Nampak Emely membuka matanya perlahan,Nicholas tersenyum gembira.


''Emy,jangan banyak bergerak dulu,''Nicholas menahan Emely yg berusaha bangun.Iya memegangi kepalanya yg terasa berat.

__ADS_1


''Jam berapa sekarang,aku harus ke kantor''kata Emely tetap berusaha bangun.


''Emely,kamu sedang sakit,kamu istirahat saja,untuk urusan kantor,saya sudah memberi tahu asisten pribadimu,dan dia sanggup menghendel semua pekerjaamu''kata Nicholas.


''Tunggu di sini,aku ambilkan makanan dulu,kau harus makan , setelah itu minum obat.Ingat!!! jangan beranjak dari tempat tidur.ok''Nicholas turun ke dapur


Tak butuh lama iya kini kembali dengan nampan berisi sup ayam dan segelas air putih.


''Naah,kamu makan dulu, setelah itu minum obat''kata Nicholas sambil kembali duduk di samping ranjang Emely.


''Tapi aku nggak nafsu makan Nick, tenggorokanku terasa pahit dan kepalaku pening''kata Emely dengan suara lemah sedikit serak.


''Kamu harus makan biar dikit aja yg penting ada,gimana mau makan obat kalau perut kosong,makan dikit yaa''Nicholas membujuk Emely.


Nicholas menyodorkan sendok ke mulut Emely,dengan terpaksa Emely membuka mulut.Benar saja,sup itu terasa pahit di tenggorokannya.


Hanya tiga suapan, Emely tak sanggup lagi melanjutkan makannya,rasanya iya mau muntah.Nicholas berhenti menyuapinya dan menyodorkan air minum,tak lupa Nicholas memberi obat yg di beli oleh pak Maman.


Setelah minum obat, Emely kembali berbaring.


'' Nick,apa kamu nggak kerja''???tanya Emely


''Tapi Nick, bagaimana jika bosmu marah dan memecatmu??lagi Emely bertanya.


''Bagiku yg terpenting itu adalah kau,aku adalah suamimu,jadi tugasku adalah menjaga dan melindungimu''nicholas meyakinkan.


Emely tak berkata-kata lagi,dalam hatinya begitu sesak mendengar penuturan Nicholas barusan, Nicholas selalu berusaha menjadi suami yg terbaik untuknya tetapi jangankan menjalankan tugasnya sebagai istri,mencintai Nicholas saja iya tak bisa.


Emely berbaring membelakangi Nicholas,iya tak mau jika Nicholas tahu kegundahan hatinya.


Hingga sore menjelang, Nicholas dengan setia menjaga Emely,hanya jika waktu sholat tiba, Nicholas beranjak sebentar untuk menjalankan kewajibannya sebagai muslim,itu pun tak lepas iya selalu berdoa untuk kesembuhan Emely.


Setelah makan malam dan minum obat, Emely kini terlelap.Nicholas pun tertidur sambil duduk,kepalanya iya sandarkan di pinggiran kasur Emely.


. Ketika hendak buang air kecil, Emely mendapati Nicholas yg tertidur sambil duduk di kursi, Emely merasa iba.Iya mengusap lembut kepala Nicholas.


Nicholas yg merasakan seseorang memegang rambutnya terbangun,dengan mata yg masih mengantuk iya berkata.


''Emely,kok bangun tengah malam???apa kau butuh sesuatu,?aku ambilkan yaa''kata Nicholas.

__ADS_1


''Nggak kok,aku cuma mau ke toilet sebentar''Emely tersenyum.


''Udah mendingan belum??? Nicholas meletakkan punggung tangannya di kening Emely.


''Udahlah Nick,aku nggak apa-apa kok''kata Emely.


''Oh ya,kamu mau ke toilet ya,sini ,aku antar''Nicholas memapahnya menuju kamar mandi.


''Hati-hati,lantainya agak licin,jangan sampai terjatu''Nicholas mengingatkan.


..Dengan setia Nicholas menunggu Emely di depan pintu kamar mandi, setelah Emely keluar,iya kembali membantu Emely menuju tempat tidur.


Iya membantu Emely berbaring dan memakaikan selimut.Saat memakaikan selimut itu, Nicholas kehilangan keseimbangan,sehingga tubuhnya jatuh menghimpit tubuh Emely.


Wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti,jantung keduanya berdetak kencang,tanpa sadar satu tangan Nicholas membelai pipi mulus Emely,.


Walau Emely menyadari itu,namun iya membiarkan,iya tak ingin menolak Nicholas yg telah begitu baik padanya.Iya takut Nicholas kecewa,oleh karena itu iya berusaha serileks mungkin.


Wajah Nicholas semakin ke bawah dan semakin dekat, dengan lembut iya mengecup bibir Emely,lama adegan itu berlangsung hingga Emely merasa kekurangan oksigen.


Dengan pelan iya menyadarkan Nicholas untuk menyudahi aksinya.Nicholas tersadar .


''Maaf Emely,aku terbawa suasana ''kata Nicholas sambil mengusap wajahnya kasar menyadari kesalahannya.


''Kamu nggak marah kan,sekali lagi aku minta maaf'' katanya dengan penuh penyesalan.



''Aku nggak pa-pa kok,ituu...itu kan memang hak kamu,jadi nggak perlu minta maaf ''kata Emely setelah nafasnya kembali normal.



''Kamu tidur aja di sofa, nggak baik tidur sambil duduk''kata Emely kemudian.



Nicholas menurut,iya segera menuju sofa tempat iya biasanya tidur.Emely berbalik ke samping.


__ADS_1


Nicholas merebahkan tubuhnya,iya masih teringat sama kejadian tadi, andai Emely punya perasaan yg sama, tentunya hal tadi adalah kisah yg paling indah,namun Nicholas sadar, Emely hanya milik Yudha dan selamanya akan begitu,tak ada tempat untuknya di hati Emely.


__ADS_2