Husband My Love

Husband My Love
Mencari Pekerjaan


__ADS_3

Hari ini Nicholas berencana akan mencari pekerjaan setelah Emely berangkat ke kantor,iya tak memberi tahu Emely jika kini dirinya pengangguran.



Nicholas menjalani hari seperti biasanya,iya membantu bik Ida membuat sarapan dan mengantar Emely ke kantor.



Setelah Emely masuk ke dalam, Nicholas meninggalkan parkiran kantor dan menuju sebuah tempat,namun Nicholas terlambat, pendaftaran untuk karyawan baru sudah tutup.



Dengan lesu Nicholas menuju mobil,ya saat ini iya sedang menggunakan mobil Emely.Iya mengendarai mobil perlahan, menyusuri jalan yg cukup ramai.



Tiba-tiba Nicholas terbayang lagi hal-hal yang sering mengganggu pikirannya beberapa bulan ini,hampir saja iya kehilangan kendali,entah mengapa bayangan tentang mobil yg jatuh ke laut itu selalu menghantuinya.



Hal itu kadang terlintas begitu saja dan kadang pula hadir di dalam mimpinya.Kepala Nicholas sakit jika mencoba dengan keras mengingat -ingat peristiwa itu.



Nicholas berhenti di sebuah kedai kopi,iya hendak beristirahat sejenak,sambil mencari loker secara online.



Nicholas memesan kopi mochacino dan makanan ringan,dengan terpaksa iya merogoh uang tabungannya untuk biaya hidup selama iya pengangguran.Untung saja uang tabungannya cukup lumayan saat masih bekerja.



Sambil menikmati minumannya, Nicholas terus membaca -bavca loker yg ada di layar handphonenya.Saat sedang asyik mencari loker seseorang datang menghampirinya.



''Heyy, sepertinya jkita jodoh ya,kemarin kita ketemu tak sengaja,hari ini kita ketemu lagi''kata Vanya sambil duduk di kursi yg berhadapan dengan Nicholas.



''Eeh Bu dokter, kebetulan sekali,aku jg tak menyangka bisa ketemu dokter pada jam -jam sibuk seperti saat ini''Nicholas tersenyum.



''Jangan panggil dokter ah, panggil aja Vanya''kata Vanya sedikit manja.



''Oh ya,kalau boleh tau kamu lihat apa sih,dari tadi aku perhatikan,kamu sibuk dengan layar handphone, sampai-sampai aku dicuekin''Vanya sedikit Emosional.



''Ooh itu,aku lagi membaca-baca loker,kali aja dapat kerjaan yg sesuai''kata Nicholas tetap fokus pada handphonenya.



''Emang kamu cari pekerjaan yg seperti apa???tanya Vanya.



''Pekerjaan apa saja yg penting halal''kata Nicholas.



''Kebetulan sekali aku punya rumah makan, nggak besar sih,tapi cukup ramai,gimana kalau kamu mengelolanya,soalnya kerjaanku cukup membludak, gimana????tanya Vanya.


__ADS_1


''Apa kamu yakin,kita ini baru kenal loh.Bagaimana kalau aku bukanlah orang yang jujur????tanya Nicholas.



''Aku percaya kamu kok, kamu adalah teman Emely dan sedari dulu aku tahunya, Emely tak pernah sembarangan dalam memilih teman''jawab Vanya lugas.



''Hanya itu alasan kamu mempercayai ku????selidik Nicholas.



''Ya untuk saat ini hanya itu, tetapi aku bisa melihatnya dari sorot matamu bahwa kau orang yg bisa aku percaya''kata Vanya yg sebenarnya hanya mengada-ada.Bukan Vanya namanya jika tak gencar dalam mencari perhatian orang yg iya taksir.



Nicholas terdiam, bagaimana pun iya saat ini sangat membutuhkan pekerjaan,bukan karena tanpa alasan tetapi iya harus tetap bekerja untukembantu biaya pengobatan ibunya yg depresi berat.



''Gimana???setuju nggak????''Vanya mendesak.



''Beri aku waktu,aku janji memberi kabar secepatnya.Maaf aku ada urusan lain,tak apa kan jika aku tinggal???tanya Nicholas.



''Ooh silahkan,tapi janji,beri kabar secepatnya''kata Vanya.



''Baiklah,saya permisi''Nicholas pergi setelah membayar minumannya .


''Iih dasar nggak peka banget sih''Vanya mengumpat kesal.



Sebenarnya Nicholas masih ingin duduk bersantai di kedai tadi,namun entah mengapa iya merasa terganggu setiap bertemu dengan Vanya.



Nicholas tak ingin menghabiskan banyak waktu hanya berdua dengan Vanya.



Nicholas berencana pulang dan istirahat,besok baru iya berencana melanjutkan mencari pekerjaan.



Nicholas tiba di rumah,iya segera menuju kamar.Nicholas menjatuhkan dirinya di sofa, rasanya iya capek banget hampir seharian berada di luar mencari pekerjaan.



Iya bersandar sambil memejamkan mata dan Ting,satu notifikasi masuk handphonenya, segera Nicholas merogoh kantong mengambil handphone.



Jangan kelamaan mikir,aku tunggu secepatnya, Vanya.Rupanya pesan dari Vanya.



Nicholas menghela nafas panjang,iya merasa jika Vanya sedikit agresif dan terobsesi padanya.



Dengan malas, Nicholas bangkit hendak mencuci wajahnya yg sedikit kelelahan,mungkin setelah di basuh dengan air dingin bisa membuatnya sedikit merasa segar.

__ADS_1



Mata Nicholas tertuju pada bingkai Foto di meja, nampak Emely terlihat sangat cantik di foto itu.Nicholas meraih foto dan menatapnya .



Mengapa hati ini ingin berlabuh di hatimu,padahal jelas-jelas jika aku tak pernah ada dalam pikiranmu,ah Emely kau membuatku seperti orang yang bodoh, mengharapkan sesuatu yg mustahil, Nicholas membatin.



Di usapnya wajah yg ada di foto itu, rasanya ada getaran dahsyat yg memporak porandakan hati Nicholas.



''Emely,andai kau tahu apa yg ada di hatiku???sebuah cinta suci yg murni,yg aku sendiri tidak tahu kapan cinta itu bertandang''Nicholas bergumam sendiri.



Iya letak kembali bingkai foto itu pada tempatnya dan iya sendiri berlalu ke kamar mandi untukembasuh wajahnya.



Nicholas kini berbaring di sofa,iya ingin tidur sejenak melepaskan kepenatan.



Lewat ashar, Emely kembali ke rumah.Tadi yg menjemput adala Pak Maman.Emely masuk kamar,iya terkejut mendapati Nicholas.



Nicholas,tumben iya di rumah jam segini.batin Emely.Dengan pelan iya melangkah,takut Nicholas terjaga dari tidurnya.



Setelah duduk sejenak, Emely memutuskan untuk mandi.Segera iya berlalu ke kamar mandi.



Nicholas yg ke tiduran terjaga,dengan mata yg masih mengantuk iya melirik jam tangannya,''Ahh,udah hampir jam lima,aku belum sholat ashar lagi''iya buru-buru bangun.



Dengan sedikit tergesa-gesa iya menuju kamar mandi untuk wudhu,


''Aaaahh''teriak Emely kaget saat Nicholas membuka pintu kamar mandi.Dengan tergesa-gesa iya membalut tubuhnya yg bugil memakai handuk.


Nicholas segera membalikkan badannya,iya tak tahu jika Emely telah pulang.



''Maafkan aku Emy,aku tak tau kalau kau udah pulang''Wajah Nicholas memerah begitu pun dengan Emely.



''Aku yg salah Nick,aku tak mengunci pintu tadi''kata Emely menahan malu.



Nicholas berlalu ke kamar yg lain untuk wudhu, jantungnya berdetak tak karuan ,iya tak menyangka akan melihat tubuh Emely yg polos tanpa sehelai benang.



Sementara Emely merutuki dirinya sendiri,betapa malu nya iya mengingat kejadian tadi.Semua itu karena kecerobohan nya.



Dengan wajah menahan malu Emely keluar setelah mandi,dengan langkah seribu iya menuju kamar ganti,untung saja Nicholas sedang khusyu dalam sholatnya.

__ADS_1


__ADS_2