Husband My Love

Husband My Love
Malam Pengantin


__ADS_3

Selesai sholat magrib,Nicholas menyempatkan membaca ayat suci Al-Quran.Sementara Emely meminta pelayan hotel mengantarkan makanan ke kamarnya.


Tak berapa lama seorang pelayan datang mengantar makanan.Segera Emely membuka pintu kamar setelah terdengar ketukan di pintu.


Pelayan menata makanan di meja.Setelah itu iya berlalu.


''Nick,makan yuk''!! ajak Emely.Nicholas berhenti sejenak,''Maaf Emely aku tadi udah makan di warteg sebrang jalan''jelas Nicholas.


''Kok gitu sih,aku makan sendiri doong''Emely manyun.


''Ya gitu deh,mau gimana lagi.Aku udah kenyang dan lagian aku nggak punya banyak uang untuk membayar makanan di hotel ini''kata Nicholas.


''Kan ada aku,masalah biaya kamu nggak usah pikirin''Emely.


''Sekali lagi aku katakan Emy,aku nggak mau memanfaatkan kekayaanmu.Aku akan berusaha mencukupi kebutuhan kita berdua''kata Nicholas.


Dalam hati Emely kagum jg kesal dengan arah pemikiran Nicholas.


''Tau gini, nggak usah sekalian pesan makanan''gerutu Emely.


''Jangan begitu,tak baik mengumpat di depan makanan,nanti bisa kualat'' Nicholas tersenyum melihat tingkah Emely.


''Nggak mau tau, pokoknya kau harus menemani aku makan''Emely memaksa.


Nicholas menyudahi bacaan Alquran nya.Segera iya berjalan mendekati meja.Dengan sigap iya mengambil piring dan mengisinya dengan beberapa jenis makanan yang tersedia.


Perlahan iya melayangkan suapan pertama pada Emely,bukan karena Nicholas ada rasa pada Emely,namun bukan Nicholas namanya kalau tak pandai menyenangkan hati orang lain.


Dengan tersipu Emely membuka mulutnya.Suapan demi suapan berhasil lolos masuk ke mulut Emely, hingga makanan di piring bersih tak tersisa.


Segera Nicholas membereskan piring kotor dan menyusunnya dengan rapi.Tak lama seorang pelayan masuk mengambil semua peralatan makan yg ada.


Nicholas menutup pintu saat pelayan telah pergi.Nicholas bersandar di daun pintu,kaki menyilang dan satu tangan masuk ke dalam saku celana.Sejenak iya Mandang Emely.


Emely jadi salah tingkah,takut jika Nicholas tergoda melihat tubunya.


Ya Tuhan,semoga iya ingat dengan perjanjian tertulis itu.Batin Emely.


Nicholas tahu apa yg sedang ada di pikiran Emely, senyumnya makin mengembang melihat ekspresi wajah Emely.


Emely semakin tak menentu.Nicholas berjalan mendekat ke arah Emely,membuat Emely semakin tak karuan.


''Aku mohon Nick,jangan meminta sesuatu yg aku tak bisa lakukan''pinta Emely sedikit gemetar.


Nicholas seolah tak mendengar apa yang ndi katakan Emely.Dengan langkah pasti iya mendekat dan sedikit membungkukkan badan ketika tepat berada di samping Emely duduk.


Emely menutup mata tak berani bergerak.Nichholas meraih sebuah bantal dan berjalan menjauh mendekat ke arah lemari.


Perlahan Emely membuka mata saat terdengar langka Nicholas semakin menjauh.


Dengan senyum lega dan jantung yg berdetak kencang, Emely menghela nafas.Iya malu karena telah berburuk sangka pada Nicholas.


Nicholas mengambil selimut dan mulai berbaring di sofa.Iya tahu,tak mungkin iya tidur seranjang dengan Emely.Walau mereka telah sah menjadi suami istri di mata hukum dan agama,namun itu hanya sandiwara belaka.



Nicholas menghela nafas panjang.Bagaimana pun iya jg menyadari bahwa tentunya kedua orang tuanya pasti berharap banyak dari pernikahannya itu.



Sementara Emely yg duduk di tepi ranjang,gelisah tak menentu.Iya sadar jika perbuatannya kali ini tak di benarkan dalam undang - undang pernikahan.

__ADS_1



Iya jg sadar telah menyeret Nicholas ke dalam kehidupan yg tentunya banyak merugikan Nicholas.



Sesekali Emely menarik nafas berat.Matanya terpejam.Dalam hatinya begitu perih jika teringat masa lalu.Bayangan itu masih jelas melintas dalam benaknya.Maafkan aku Yudha,semua yg terjadi padamu, itu semua salahku,batinnya



Emely membelakangi Nicholas yg berada di sofa.Perlahan air matanya menetes.Nicholas yg sedang memainkan hpnya tak menyadari keadaan Emely.



Ya,memainkan hp adalah jalan terbaik agar iya tak sesering mungkin melirik ke arah Emely,yg tentunya bisa membuat Emely merasa risih.



Semenjak pernikahannya,Nicholas berjanji setidaknya berusaha menjadi suami yg terbaik untuk Emely,dan jg sebisa mungkin membuat Emely merasa nyaman.Walau sebenarnya iya tak harus melakukan itu.



Toh, pernikahan itu semata hanya pernikahan bohongan bagi Emely.Jika mau jujur, sebenarnya Nicholas merasa tersiksa dengan keadaan yg ada.



Bagaimana jika suatu saat Ayah dan ibunya menyadari status pernikahannya yg sebenarnya.Iya tak kan sanggup jika iya ketahuan membohongi mereka.Dalam lubuk hatinya yg paling dalam,Nicholas tak ingin menyakiti siapa pun,termasuk Ayah,ibunya.



Emely yg takut jika Nicholas memergoki iya menangis, buru-buru menghapus jejak air mata di pipi mulusnya.Dengan tanpa menoleh ke arah Nicholas,iya menuju kamar mandi.




Setelah merasa sedikit lega, Emely lalu membasuh wajahnya.Sementara Nicholas yg sedari tadi menunggu Emely keluar dari kamar mandi,mulai khawatir.



Iya mendekat ke arah pintu kamar mandi.''Emely,apa kau baik-baik saja ??''teriak Nicholas di depan pintu kamar mandi.



''Iya,iya Nick,aku baik-baik sja kok,kamu nggak usah khawatir ''jawab Emely dari dalam.



Nicholas merasa lega dan kembali ke sofa.Iya kini duduk menunggu Emely keluar.



Clek, terdengar pintu kamar mandi terbuka.



''Kamu ngapain ??,kok lama banget di dalam??''tanya Nicholas.



''Biasalah,namanya jg perempuan,membersihkan wajah pasti lama''kilah Emely mencoba bersikap sebiasa mungkin.

__ADS_1



''Oh gitu ya,maaf aku nggak tau, belum pernah jadi wanita soalnya.''celetuk Nicholas bercanda,Iya melakukan itu untuk membuat Emely tersenyum.



''Apaan sih, nggak lucu tauu''Emely tersenyum.



''Biarin nggak lucu,toh aku lihat ada yg tersenyum.''kata Nicholas lagi.



''Iih,dasar kamu ya,ah udahlah.Mending kamu siap -siap,kita keluar sebentar ''kata Emely.



''Kemana''??Nicholas melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 7 lewat.



''Kita ke supermarket sekitaran hotel ini,ada yg aku mau beli soalnya''jawab Emely.



'' Baik bos,aku tunggu di bawah,ingat !!jangan lama-lama dandannya.Keburu aku berubah pikiran ''kata Nicholas sambil melangkah pergi.



Itu iya lakukan agar Emely bebas berganti pakaian.Iya tau Emely pasti merasa canggung jika iya tetap berada dalam kamar.



Di lobi hotel Nicholas tersenyum sendiri.Pikirannya menerawang jauh.Dalam hati iya bingung,kenapa iya bisa seakrab itu dengan Emely, padahal mereka baru saja bertemu beberapa hari yg lalu.Seolah olah mereka sudah kenal lama.



Tak lama Emely muncul.''Maaf,lama ya nunggunya ???''tanya Emely.



''Iya nih,sampai pegal kakiku di buatnya ''canda Nicholas.



Segera mereka berdua menuju mobil milik Emely.''Kamu bisa nyetir kan''??aku takut nyetir sendiri soalnya, sementara pak Ujang tadi minta izin,ada keperluan katanya ''kata Emely begitu sampai dekat mobil.



''Ok bos,buat dirimu nyaman,malam ini biar aku yg mengantar tuan putri kemana pun mau pergi''kata Nicholas.



Emely tersenyum,iya membuka pintu mobil dan masuk.Iya duduk di sebelah Nicholas.Emely pun merasa heran,mengapa mereka seakan begitu akrab.Aah,itu pasti karena Nicholas baik dan supel.Batin Emely.



Perlahan mobil melaju meninggalkan parkiran hotel mewah tersebut.Nicholas berusaha sebisa mungkin tenang mengemudikan mobil.Entah mengapa iya selalu gemetar jika duduk di belakang kemudi.


__ADS_1


Emely tak tahu akan hal itu, pandangannya fokus ke depan.


__ADS_2