
Vanya begitu bahagia dengan Nicholas bekerja untuknya,dengan seperti itu iya bisa melakukan pendekatan pada Nicholas sedikit demi sedikit.
Vanya tersenyum sumringah,dalam benaknya sudah tersusun rencana yg matang untuk menarik simpati dari Nicholas.
Seperti pagi ini,Vanya tak langsung ke rumah sakit tempatnya bekerja.Iya mampir sebentar ke warung makan kepunyaannya,sengaja iya membuat bekal untuk Nicholas.
Sebelum turun dari mobil,Vanya merapikan rambut dan sedikit membenahi makeup nya agar nampak lebih menarik di mata Nicholas .
. Sementara Nicholas yg sedang membantu beberapa teman kerjanya hanya menarik nafas dalam dalam saat melihat Vanya memasuki halaman warung makan tersebut.
Nicholas pura-pura tak mengetahui akan kedatangan Vanya,iya fokus merapikan meja makan yg sedikit berantakan,walau iya tak di tugaskan untuk itu namun Nicholas senang membantu ,biar pekerjaan menjadi ringan katanya.
''Pagi semua,gimana hari ini,pada sehat kan???tanya Vanya begitu berada di dalam.
''Selamat pagi Bu,kami semua sehat''jawab ke tiga karyawannya berbarengan.Sementara Nicholas hanya tersenyum.
__ADS_1
''Bagaimana denganmu Nick,kamu tak menjawab pertanyaan ku''Vanya menatapnya serius.
''Ya seperti yg Ibu Vanya lihat,hari ini saya sehat wal Afiat tak kurang satu apapun ''jawab Nicholas.
''Aah kamu,jangan panggil ibu dong,kita kan teman jadi panggil aku Vanya saja,oh ya aku ada bekal makan siang untukmu,di terima ya''vanya menyodorkan bekal di tangannya.
''Terimah kasih Bu,eh Vanya ,tapi lain kali tak usah repot-repot,bukankah di sini jg tersedia makanan jadi aku rasa tak usah bawakan bekal seperti sekarang ini''Nicholas berkata serius.
''Nggak pa-pa kok,aku ikhlas ngelakuinnya,biar kamu tau kalau aku pandai masak loh''vanya memuji diri sendiri.
''Apaan sih,aku tuh bukan kanibal tau''Vanya manyun.
''Oh ya selamat bekerja semua,saya harus kerumah sakit sekarang,kasian pasien-pasien saya pasti nungguin ''kata Vanya.
__ADS_1
''Nick,jangan lupa di makan bekalnya!!!''kata Vanya sambil melambaikan tangan.
Nicholas mengangkat satu tangannya,Vanya tersenyum senang.
''nick, sepertinya Bu Vanya tertarik padamu,selama aku bekerja di sini,cuma kamu yg di perlakukan secara spesial seperti sekarang ''celetuk Ira koki di warung tersebut.
''Iya loh Nick,aku udah lama kerja di sini,tapi nggak pernah tu dapat perhatian dari Bu Vanya,kamu tuh beruntung banget loh nick''kata Jono serius.
''Yeee, jangankan Bu Vanya,aku aja yg muka pas-pasan nggak mau tuh perhatian sama kamu,mimpi jangan ketinggian ,nanti jatoh sakit,baru tau rasa''Ira menimpali.
''Apaan sih,ikut nimbrung aja.Siapa jg yg mau di perhatikan sama kamu,iih amit-amit ''tubuh Jono bergidik.
Nicholas tersenyum melihat tingkah laku Ira dan Jono rekan kerjanya,''Udah-udah,kok malah debat,ayo kita siap-siap,mudah mudahan siang ini kita dapat pelanggan yg banyak''kata Nicholas menyemangati.
Iya kini menuju ke meja kasir,ya tugasnya sebagai kasir,namun iya jg sering membantu teman -temannya jika sedang kosong.
__ADS_1
Semua rekannya kini kembali ke posisi masing -masing.Nicholas mulai sibuk membaca pembukuan warung makan tersebut,di bacanya secara detail dan semuanya terlihat sesuai,tak ada yg melenceng,kasirnya yg dulu adalah orang yang jujur,namun harus istirahat karena sedang sakit.