Husband My Love

Husband My Love
Kerja Kembali


__ADS_3

Akhirnya Nicholas tak dapat pilihan lain,sore ini setelah selesai berkeliling mencari pekerjaan iya akhirnya memutuskan menerima tawaran dari Vanya.


Iya takut jika lama-lama iya tak bekerja, Emely bisa curiga dan jg tabungannya kian menipis.


Dengan malas Nicholas memencet tombol hijau pada handphonenya,iya mencoba menghubungi Vanya.


Sementara Vanya yg sedang menuju pulang kerumahnya,terpaksa menghentikan mobilnya di pinggir jalan,segera iya melirik pada handphonenya yg berbunyi.


Vanya yg mendapat panggilan telpon dari Nicholas, sangat kegirangan.Sudah lama iya menunggu hal ini,dengan antusias iya menjawab telpon Nicholas.


''Hai Nicholas,ada apa nelpon ???tanya Vanya di seberang telpon,iya berpura -pura nggak tau tujuan Nicholas menelponnya.


'' Iya nih,apa tawaranmu tempo hari masih berlaku???tanya Nicholas serius.


''Tawaran???yg mana yaa???aku sedikit lupa''vanya mengulur waktu.


''Itu tentang pekerjaan di rumah makan kepunyaanmu,masih boleh nggak ????Nicholas mulai jengah.


''Ohh itu,kirain kamu kangen Ama aku''Vanya mengubah topik.


''Van,tolong ,yg aku mau dengar ya atau tidak,kalau udah ada yang isi,aku sudahi telponnya ya??? Nicholas mencoba sedikit bersabar.


''Aah kamu,apa sih yg nggak buat kamu''Vanya mulai kecentilan.


''Ok kalau gitu kita ketemu besok dan membicarakan tentang pekerjaan yg harus saya lakukan.''kata Nicholas.


''Kalau besok,aku sibuk.Gimana kalau kita dinner aja,kan lebih leluasa berbincang tentang bisnis kita ke depannya''vanya mencari alasan.


''Dinner?--?,apa nggak berlebihan,kamu kan tinggal jawab iya atau tidak aku di terima ''kata Nicholas kurang setuju.Iya menyadari ada gelagat yg kurang menyenangkan jika iya bertemu Vanya.Andai saja iya dapat menemukan pekerjaan lain,ogah banget iya terimah tawaran Vanya.


''Ok,dinner nggak ada, pekerjaan batal''Ancam Vanya.


''Lho kok gitu,ini sih pemaksaan namanya????tegas Nicholas.


''Itu sih terserah kamu ya,''vanya menutup telpon karena kesal dan meletakkannya dengan kasar.Tak beda jauh dengan apa yg terjadi pada Nicholas,.


Nicholas pun sangat kesal, iya melayangkan tinju ke segala arah ,rambutnya iya acak sedemikian rupa,iya yakin Vanya pasti akan sering melakukan hal yg sama setelah mereka nanti terikat kerja sama.



Nicholas membuang nafasnya kasar,begitu rumit terasa perjalanan hidupnya,seolah semua yg mengelilinginya mempermainkannya.Namun iya sangat butuh pekerjaan itu,dengan malas tangannya mengetik dan mengirimkannya pada Vanya.



Vanya meloncat kegirangan membaca pesan Nicholas,segera iya share Lok,dan mengirimkannya pada Nicholas.Akhirnya keinginannya terkabulkan.Aku harus dandan yg cantik,biar Nicholas makin kepincut,batin Vanya.

__ADS_1



Mereka bertemu di sebuah restoran yg sangat mewah.Vanya nampak lain dengan pakaiannya yang sedikit terbuka bagian dada,itu membuat Nicholas semakin merasa tak nyaman berada di dekat Vanya.



''Nick?


''Hmmm,ada apa??''kata Nicholas malas.


''Makasih ya,kamu udah mau dinner sama aku,kamu tau nggak???aku tuh bahaagiaaa banget''Vanya tersenyum bahagia.



''Sudahlah,ini hanya dinner,tak perlu berterima kasih.Biasa aja kali''timpal Nicholas.Iya menyeruput jus jeruk di hadapannya.



''Bagi kamu ini hal yg biasa Nick,tapi bagi aku ini sangat istimewa''kata Vanya sambil terus memandangi Nicholas di sebrang meja.



''Udah,buruan makan,keburu tengah malam nanti''kata Nicholas disela aktifitas makannya.




''Oh ya,mengenai pekerjaan,apa saja yg menjadi tugas aku di kedai makanmu itu???Nicholas bertanya.



''Kita fokus makan dulu yah, setelah itu kita bahas soal kerjaan''kata Vanya senyum semanis mungkin.Nicholas hanya menarik nafas panjang,menghadapi Vanya sangat memuakkan.



Tanpa sepatah kata dan tanpa menatap ke arah Vanya,Nicholas melanjutkan makannya,iya berharap waktu cepat berlalu,namun mengapa waktu seolah berhenti danembuatnya harus berlama-lama berduaan dengan Vanya.



Sementara Vanya makan sangat perlahan,iya terus mengulur waktu agar bisa bersama Nicholas lebih lama lagi.



Sementara itu, Emely sesekali melirik pada jam dinding,waktu menunjukkan pukul sepuluh lewat,namun Nicholas tak kunjung pulang.

__ADS_1



Emely mulai khawatir,.


''Tadi katanya mau dinner dengan seorang teman,kok sampai sekarang belum pulang ya'' ???Emely bergumam sendiri.Iya berdiri di depan jendela yg mengarah ke halaman depan,tangannya iya lipat di dada, sesekali iya berjalan mondar-mandir.


Dan akhirnya dari depan terdengar suara deru mobil, Emely melihat dari jendela,terlihat mobil yg di kendarai Nicholas memasuki halaman secara perlahan.



Emely berlari-lari kecil menaiki tangga menuju kamar,iya tak ingin Nicholas tau kalau iya menunggunya sejak dari tadi.



Buru-buru Emely berbaring di ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut hingga ke pundak.Terdengar Nicholas memasuki kamar, Emely pura-pura tidur.



Nicholas tersenyum menatap wajah Emely dengan matanya yg terpejam,ada rasa bahagia di hati Nicholas memandangi wajah cantik yg ada di hadapannya saat ini.Buru-buru iya memalingkan tatapannya,takut Emely terbangun dan memergokinya.



Nicholas masuk ke kamar mandi,iya ingin cuci kaki dan tangan sebelum ganti baju, Emely kini membuka mata yg sejak tadi pura-pura tidur.



Nicholas keluar dari kamar mandi, Emely kaget,belum sempat ia pura-pura tidur,keburu Nicholas melihatnya.



''Eeh kamu terbangun,aku membuatmu terbangun ya???tanya Nicholas.



''Aaww''Emely pura-pura menguap dan mengucek mata.



''Kamu udah pulang rupanya,''Emely tak menjawab pertanyaan Nicholas.



''Iya,tadi agak panjang lebar ngobrolnya hingga lupa waktu''kata Nicholas menjelaskan.


''Aku nggak pa-pa kok Nick,lagian itu hak kamu'' Emely tersenyum.

__ADS_1


''Aku ganti baju dulu''kata Nicholas, Emely hanya mengangguk.Ada rasa syukur di hatinya karena Nicholas pulang dengan selamat,walau hatinya bertanya-tanya dengan siapa Nicholas dinner hingga selarut ini.


__ADS_2