Husband My Love

Husband My Love
Bunga untuk Emely


__ADS_3

Pagi sekali Nicholas terjaga.Diliriknya jam tangan menunjukkan pukul 5 pagi.Bergegas iya mandi lalu melaksanakan sholat subuh.


Sebelum pukul 6 iya sudah berangkat bekerja.Ya,Nicholas hanya dapat cuti sehari,oleh karenanya iya harus kerja hari ini.Dengan ojek online iya berangkat bekerja.


Sementara Emely yg terbangun kemudian mendapati kamar tanpa Nicholas.Di edarkannya pandangannya keseluruh penjuru kamar namun iya tak jg menemukan Nicholas.


Kemana iya sepagi ini batinnya.Segera iya bangkit dari pembaringan.Saat akan ke kamar mandi,Emely melihat secarik kertas di atas meja.


Aku kerja dulu,maaf tak bisa menemanimu hari ini.


Nicholas.


Emely tersenyum,''Apaa..dia bekerja ???''Emely bicara sendiri.Diletaknya kertas tadi dan segera menuju kamar mandi.Rencananya iya mau mandi dan nanti mau keluar jalan -jalan menikmati hari libur.Emely masih punya cuti hingga esok hari.


Menjelang magrib akhirnya Nicholas bisa pulang setelah pramusaji yg akan tugas malam telah datang.


Segera iya mengambil motor bututnya yg iya titipkan kemarin di parkiran restoran,segera iya melajukan motornya pulang ke hotel tempat iya menginap.


Di perjalanan pulang, Nicholas tertarik pada kios bunga yg iya lewati.Segera motornya iya ketepikan.


Nicholas membeli satu buket mawar merah untuk Emely.Bukan apa-apa namun Nicholas memang pada dasarnya baik hati.Kembali motor bututnya iya kemudikan hingga akhirnya iya memasuki parkiran hotel tempatnya menginap.


Baru saja iya ingin memarkirkan motornya, tiba-tiba satpam penjaga pintu masuk menghampiri.


''Mas maaf dilarang parkir kendaraan sembarangan ''kata satpam.


''Lho,bukannya ini memang parkiran ya pak???tanya Nicholas tak mengerti.


''Iya mas,tapi parkirannya khusus untuk tamu di hotel ini''kata satpam lagi.


''Lah,saya kan jg tamu di hotel ini,jadi nggak salah dong kalau saya menggunakan parkiran.


Satpam yg mendengar penuturan Nicholas agak ragu.Di pandangnya Nicholas dari ujung rambut hingga ujung kaki.


''Ada apa pak??,apa ada yg aneh dengan saya???tanya Nicholas lagi.


''Memangnya mas menginap di kamar nomor berapa????tanya satpam itu lagi.


''Nomor kamar saya 220''jawab Nicholas.


'' Atas nama siapa???tanya satpam


''Atas nama Nicholas Nugraha''jawab Nicholas.


''Tunggu di sini,saya mau memastikannya dulu''kata satpam sambil melangkah masuk.


Tak lama satpam itu kembali.''Maaf mas, karena saya sempat meragukan mas,tapi karena saya harus menjalankan tugas,maaf sekali lagi mas,motor butut ini tak boleh di parkir di sini.''kata satpam panjang lebar.


''Masa nggak bisa sih pak,lalu saya harus parkir di mana???tanya Nicholas beruntun.


''Sekali lagi saya minta maaf mas,tapi ini sudah menjadi ketetapan hotel kami sejak dulu''kata satpam.


''Baiklah pak''jawab Nicholas sambil mendorong motornya keluar.Rencananya iya akan menitipkan pada penjaga kios yg ada di sebelah hotel tersebut.


''Maaf Bu,apa boleh saya menitipkan motor saya di sini''kata Nicholas begitu sampai di warung.


''Boleh kok mas,untuk berapa hari???tanya si penjaga kios.


'' Ya kira-kira dua hari ke depan Bu,saya menginap hotel sebelah.''kata Nicholas.


''Sekali lagi terimah kasih ya Bu''kata Nicholas


''Iya mas, sama-sama''kata penjaga kios.segera Nicholas meraih buket bunga yg iya beli tadi dan bergegas pergi.memasuki halaman hotel.


Dengan riang gembira iya memasuki lif menuju kamarnya.Di dalam lif itu jg seorang wanita bersama anak kecil.



''Bunganya cantik sekali mas,untuk pacar ya mas???kata wanita itu sedikit kepo.



''Oh ini,untuk istri saya Mba ''kata Nicholas sambil tersenyum.


__ADS_1


''Waah,pasti bahagia banget wanita yg menjadi istri mas,semoga langgeng terus ya mas''kata wanita itu.



.''Terima kasih mbak ''jawab Nicholas.Tak lama lif berhenti.nicholas segera keluar.Iya kini menuju kamarnya.



Tok,tok,tok, Nicholas mengetuk pintu.Emely yg baru saja selesai berdandan segera membuka pintu.



''Untukmu''nicholas menyodorkan bunga begitu pintu terbuka.



Emely yg kaget tak tahu harus bagaimana.''Hey,kok bengong ''kata Nicholas.



''Oh,ehh anu.. nggak pa-pa kok''kata Emely gugup.



''Kalau gitu,diambil dooong bunganya''kelakar Nicholas.''Ngomong-ngomong aku di bolehin masuk nggak ???''



''Oh iya masuk yuk''ajak Emely.



Nicholas masuk masih dengan bunga di tangannya.''Kamu nggak suka bunga ya???tanya Nicholas,



''Bukan nggak suka tapiii..ayolah Nick, pernikahan kita itu nggak seperti pernikahan pada umumnya,jadi aku harap kamu faham ''kata Emely mengingatkan.


''Aku paham kok,maaf ya membuatmu risau''kata Nicholas sambil meraih bunga yg iya letak di meja tadi.Iya menuju pojok,dengan pelan iya memasukkan bunga itu ke tempat sampah.


Sebisanya iya tersenyum pada Emely.''Oh ya,tadi siang seru nggak liburannya''tanya Nicholas menyembunyikan rasa kecewa di hatinya.




''Kalau gitu aku mandi dulu,gerah soalnya.''nicholas meraih handuk dan masuk ke kamar mandi.



Nicholas menyalakan shower dan mulai mandi.Iya guyur seluruh tubuhnya,lama iya melakukan itu.Berkali kali iya mengusap air di wajahnya yg tampan.



Sementara Emely memandangi bunga yg Nicholas buang tadi,Bunga itu,bukankah itu sama persis dengan bunga yg di bawah Yudha sebelum kecelakaan itu.batin Emely.


Kejadian itu masih begitu segar dalam ingatan Emely.Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka,membuat Emely tersentak kaget.


''Ada apa Emely??kok kaget gitu??Nicholas mengenyitkan dahinya heran dengan sikap Emely.



''Nggak kok,cuma kaget aja,aku pesanin minum ya,kau mau apa???Emely mencairkan suasana.



''Kopi moccha gulanya satu sendok teh''kata Nicholas sambil mengambil pakaiannya.



''Segera iya mencari kontak kepala bagian dapur di buku telpon.



''Halo,saya butuh kopi moccha 1 gulanya satu sendok teh dan 1 jus strawberry,tolong di antar ke kamar 220''kata Emely di telpon.

__ADS_1



''Oh baik mbak,mohon di tunggu''kata suara di seberang.



Emely menutup telpon,iya lihat Nicholas menuju balkon.Dengan pelan iya menguntit dari belakang.



Dilihatnya Nicholas duduk bersandar pada kursi panjang yg ada di balkon,Nicholas sedang memainkan ponselnya.



Tak lama pesanan Emely datang,segera iya mengantarkan kopi pesanan Nicholas ke balkon.Dengan hati hati iya meletakkan nampan dan duduk di kursi panjang yg bersebelahan dengan Nicholas.



''Di minum kopinya,nanti ke buru dingin'' Emely menawarkan.



''Iya,nanti kalau udah agak dingin,aku nggak bisa minum kalau masih panas''kata Nicholas tanpa menoleh ke arah Emely.



Nicholas memasang headset bluetooth di telinganya ,namun iya tak menyalakan bluetooth di handphonenya.Iya hanya mencoba menghindar dari Emely.



''Apakah kau pernah punya seorang teman bernama Yudha Pratama??tanya Emely.



Nicholas mendengarnya namun malas meladeni Emely.''


''Kau dan dia punya banyak kesamaan ataukah saudara mungkin???kata Emely.


Merasa tak ada respon dari Nicholas, Emely menoleh ke arah Nicholas.



''Oooh,pantas saja nggak di jawab,lagi memakai headset rupanya''gumam Emely.



Namun Nicholas tetap bisu dan kini memejamkan mata sambil selonjoran di kursinya.Emely pun diam,iya mengambil majalah dan membacanya,sesekali iya menyeruput jusnya.



Emely menoleh pada Nicholas, tampak Nicholas masih dengan posisi yg sama dan kopinya belum iya minum walau sedikit pun.



Adzan magrib berkumandang,segera Nicholas bangkit hendak masuk ke dalam.Namun Emely mencekal lengannya.



''Kopinya kok nggak di minum,udah dingin loh''kata Emely tetap memegangi lengan kekar Nicholas.



''Aku mau ke mushola,mau sholat magrib berjamaah,tadi aku lupa kalau ada kopi, keasyikan dengerin lantunan ayat suci soalnya''kata Nicholas dengan senyum di buat-buat.



Nicholas melepas tangan Emely dan masuk kedalam,.



''Tapi kopinya''kata Emely setengah berteriak.



''Taruh aja di situ,nanti aku minum selepas sholat''teriak Nicholas dari dalam kamar.Segera iya bergegas menuju musolah hotel tersebut.

__ADS_1



Emely merasa sedikit kesal dengan perlakuan Nicholas sore ini.Iya menghentak-hentakkan kakinya karena kesal .


__ADS_2