
Selama 3 hari Nicholas tak dapat masuk kerja karena harus merawat Emely,barulah pagi ini iya dengan tenang bisa pergi bekerja setelah keadaan Emely membaik,walau belum dapat masuk kantor.
Sampai di restoran, Nicholas oleh temannya di beri tahu untuk menemui managernya,dalam hati Nicholas bertanya -tanya tentang apa yg ingin di bicarakan sang manajer.
Tok,tok,tok, Nicholas mengetuk pintu.
''Masuk''suara dari dalam.
Dengan segera Nicholas masuk.
''Bapak memanggil saya ???''Nicholas berada di ruang manajer.
''Ya, silahkan duduk ''manajer mempersilahkan,
''Ada apa bapak memanggil saya ''tanya Nicholas begitu duduk.
''Begini,resto kita sedang ada masalah keuangan,oleh karena itu untuk penghematan biaya,terpaksa kami pihak manajemen sepakat mengurangi tenaga kerja,dan kamu salah satu karyawan yg kurang beruntung tersebut ''manajer berterus terang.
''Tapi pak, selama ini saya sudah bekerja dengan baik,dan saya di restoran ini udah lama pak,apakah bapak tak bisa mempertimbangkannya kembali''??? Nicholas adu banding.
''Ya,saya tahu itu,tapi mau gimana lagi,ini sudah merupakan mupakat bersama ''kata manajer lagi.
''Baiklah pak,jika itu memang sudah menjadi keputusan ,saya minta maaf jika selama bekerja di sini saya banyak melakukan kesalahan ''kata Nicholas lesu.
Terbayang sudah bagaimana sulitnya iya akan menjalani kehidupan tanpa bekerja,terlebih lagi iya kini telah ber istri dan jg harus membantu kedua orang tuanya di kampung.
''Kalau begitu saya permisi,pak''Nicholas pamit undur diri.
''Tunggu sebentar ''kata manajer.
Nicholas berbalik,''Ada apa pak???''tanyanya.
''Ini ada sedikit pesangon untuk kamu,semoga bermanfaat ''manajer menyerahkan amplop putih.
''Terima kasih pak,permisi''Nicholas mengambil amplop dan keluar.
Segera iya menuju ruang yg biasa iya gunakan untuk beristirahat,iya akan mengambil seluruh barang -barangnya.
Dari kejauhan seseorang tersenyum sinis melihat Nicholas berkemas,dalam hati iya merasa puas.
__ADS_1
Ya itu adalah Eva,putri tunggal sang manajer.Dari dulu iya begitu tergila-gila pada Nicholas hingga rela menjadi salah satu pramusaji demi mendapatkan hati Nicholas,namun berujung cinta tak berbalas
Karena merasa sakit hati, akhirnya Eva menggunakan jabatan sang ayah untuk balas dendam.
Dengan lesu Nicholas meninggalkan restoran,sekali lagi iya berbalik memandangi restoran yg sudah lama iya tempati bekerja,iya menghela nafas panjang,mencoba untuk ikhlas.
Beberapa teman dekatnya di restoran merasa kehilangan, Nicholas adalah sosok teman yg baik dan suka menolong, sementara Eva bersorak gembira di dalam hati.
Rasakan kamu Nick,itulah akibatnya kamu jual mahal terhadapku.batin Eva.Iya segera berkemas, rencananya iya akan fokus kuliah,tak perlu lagi iya menjadi pramusaji,toh orang yang menjadi alasan iya mengesampingkan kuliahnya telah pergi.
Ya,Eva yg sedari kecil selalu mendapatkan apa yg iya inginkan dan terlalu manja,menjadikan iya tumbuh menjadi seorang gadis yg egois.
Nicholas yg mengendarai motor bututnya tak langsung pulang.Iya ketepikan motornya saat melewati pinggir laut.Segera iya turun setelah menepikan motor terlebih dahulu.
Jalan itu cukup sepi pada jam-jam sibuk seperti sekarang.Nicholas bersandar pada pembatas jalan setinggi dada orang dewasa.
Di pandangannya ombak yg saling berkejaran di laut bawah sana,seakan laut dapat merasakan gemuruh yg melanda hatinya saat ini.
Tiba-tiba bayangan sebuah kejadian masa lalu melintas di kepalanya, Nicholas mencoba mengingat-ingat kejadian itu,namun pada akhirnya kepalanya terasa pusing dan iya tak sadarkan diri.
Saat terbangun, Nicholas heran karena kini iya sedang berada di sebuah ruang tamu yg cukup mewah dan luas.Seorang wanita datang menghampiri.
''Andaa...''Nicholas merasa pernah bertemu.
Nicholas menerima dan meminumnya.
''Mengapa aku bisa berada di tempat anda''??tanya Nicholas.
''Tadi aku kebetulan lewat,saat itu kamu tak sadarkan diri di pinggir jalan, memangnya apa yg terjadi??? Vanya balik bertanya.
''Tadi sebuah bayangan masa lalu melintas di pikiranku saat aku memandangi laut,seakan kejadian itu pernah aku alami,tapi bayangan itu sangat tak jelas, tiba-tiba aku merasakan pusing dan selanjutnya aku tak tahu, tiba-tiba aku terbangun di tempat anda''jelas Nicholas.
''Oh ya ,waktu itu kita belum sempat kenalan,aku vanya''wanita menyodorkan tangannya.
''Nicholas''iya menjabat tangan Vanya.
__ADS_1
''Senang berkenalan denganmu Nicholas,semoga ke depannya kita bisa menjadi seorang teman''kata Vanya tersenyum.Tangannya masih menggenggam tangan Nicholas.
Dengan perlahan iya menyudahi salamannya dengan Vanya,''Maaf, sepertinya saya harus pulang''kata Nicholas hendak berdiri.
Namun Vanya menahannya,''istirahatlah sebentar lagi,kondisimu belum pulih benar,nanti sore aku antar.Oh ya,motor dan barang-barangmu aku sudah kirim ke alamat yg ada di dompetmu,Apa kau tinggal serumah dengan Emely????Maaf jika aku lancang''kaya Vanya.
''Ya, untuk sementara aku tinggal di rumah Emely,tapi setelah urusan ku sudah selesai,aku akan pergi dari rumah itu'' Nicholas mencoba sedikit terbuka.
''Apa kau dan Emely punya hubungan spesial???Vanya sedikit agresif.
Nicholas terdiam,iya tak tahu harus menjawab apa.Iya menghembuskan nafas panjang.Namun pada akhirnya iya menjawab.
''Tidak,aku cuma teman biasa,tak ada yg spesial antara aku dan Emely dan selamanya akan tetap seperti itu''Nicholas berkata seperti itu, karena Emely hanya mencintai yudha.
Vanya tersenyum senang,dalam hati iya bersorak.Berarti aku masih ada kesempatan, batinnya.
Sementara Nicholas tak pernah tahu apa yg Vanya pikirkan.
Vanya mengajak Nicholas untuk makan siang di rumahnya,walau Nicholas kurang yakin namun entah karena apa iya menerima tawaran dari Vanya.
__ADS_1
Saat makan itulah Vanya mencuri pandang pada Nicholas,hatinya begitu bahagia bisa makan berdua dengan Nicholas.