Husband My Love

Husband My Love
Mama Syok


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Prasetyo, Emely sesekali melirik ke arah pemuda yg kini duduk di sampingnya.Dalam hati iya tak berhenti bersyukur pada yg kuasa.



Sementara Bayu atau Yudha sesekali mengulas senyum di balik kegelisahan yg ada di dalam hatinya.Entah apa yg membuatnya gelisah,hal itu hanya Yudha yg tahu.



Tak lama,mobil Emely memasuki halaman sebuah rumah megah nan Elit,dari luar sudah nampak jika si pemilik rumah adalah orang yg terpandang dan tentunya seorang milyuner.



Emely mengajak Yudha turun,dengan sedikit ragu, akhirnya Yudha menapakkan kakinya di halaman rumah tersebut.Matanya begitu takjub dengan bangunan yg kini ada di depan matanya.



Emely mengajak Yudha untuk masuk,sesaat terbersit rasa ragu di lubuk hatinya,apakah kedatangannya ke rumah ini adalah langkah yang tepat untuknya.



Sesaat Yudha menghentikan langkahnya, Emely yg menyadari itu menoleh dan bertanya.



''Ada apa Yud,kok agak ragu gitu???? Emely mengernyitkan dahinya keheranan.



''Apa kau yakin bahwa aku adalah orang yg kalian cari selama ini,???tanya Yudha,nampak jelas jika iya diliputi kebimbangan.



''Udahlah,tak mungkin aku salah orang,ayo masuk,Tante dan om pasti udah sangat rindu'' Emely menarik tangan Yudha.



Dengan hati yg berkecamuk, akhirnya Yudha melangkah sedikit perlahan mengikuti Emely.Segera Emely menekan bel,tak lama seorang wanita paruh baya membuka pintu.



''Eh,non Emely,silahkan masuk non''kata wanita berseragam pelayan tersebut.



''Makasih bik,apa Tante dan om ada???tanya Emely.



''Ada non, kebetulan tuan sedang menemani nyonya di kamarnya ,ayo masuk dulu, nanti bibi panggilkan''kata si pelayan.



''Ayo Yud,kok bengong aja''kata Emely yg membuat si pelayan yg awalnya mau masuk menoleh kembali.



''Siapa non???den....,den Yudhaaa ??? si bibi syok melihat sosok di hadapannya, segera iya menghambur memeluk Yudha.



''Ke mana aja den?-??,tuan dan nyonya sangat khawatir ''kata si bibi menyeka air matanya saking bahagianya.



Sementara Yudha yg di peluk si pelayan merasa kurang senang,Apa apaan ini,kalau aku memang Yudha anak si pemilik rumah, ngapain pembantu sialan ini sok akrab, batinnya.Dengan senyum di paksakan iya mencoba melepaskan diri dari pelukan pelayan tersebut.



''Maaf,maaf den,bibi saking senangnya lupa diri''kata si bibi yg menyadari rasa tidak senang pada diri majikannya itu.


__ADS_1


''Ayo den,non kita masuk''kata bik Sumi yg di liputi rasa ingin tau yg lebih banyak tentang majikannya yg menghilang dan Tiba-tiba muncul kembali.



''Aku langsung ke kamar Tante ya bik,aku mau ngasih surprise soalnya''kata Emely.



''Baik non,oh ya mau minum apa???nanti bibi bawakan ke kamar nyonya ''bik Sumi menawarkan.



''Ngak usah repot-repot bik,lagian aku nggak haus,nanti aja ya''kata Emely lembut, sementara Yudha tak henti -hentinya mengagumi kemewahan yg kini ada di depan matanya.


Tok,tok,tok, Emely mengetuk pintu kamar nyonya Prasetyo.Gtak lama pintu terbuka.


''Eh nak Emely, tumben kemari,udah lama ???tanya tuan Prasetyo.



''Baru aja kok om, Emy nggak ganggu kan om,???Emy pengen liat keadaan tante''kata Emely.



''Nggak sama sekali,malah om senang kamu masih ingat sama kami berdua,ayo masuk,Tante pasti sangat senang di kunjungi kamu''kata tuan Prasetyo.



Emely masuk, sementara Yudha menunggu di luar.



''Sore Tante,gimana kabarnya???tanya Emely sambil duduk di sofa dalam kamar tersebut.



''Tante baik kok,udah lama banget ya kita nggak ketemu,kirain kamu udah lupa ama tante''kata nyonya Prasetyo yg jg ikut duduk di samping Emely.




''Tante dan om ngerti kok,oh ya tumben kemari,apa ada sesuatu????tanya nyonya Prasetyo.



''Iya, Emely ada kejutan untuk Tante dan om??kata Emely sambil senyum sumringah.



''Dalam rangka apa nih, perasaan om dan Tante nggak Ultah hari ini''???tanya nyonya Prasetyo penasaran.



''Ada deh, sebentar Emely panggilkan''kata Emely sambil menuju pintu kamar, sementara Tuan dan nyonya Prasetyo saling pandang penasaran.



''Tante dan om tutup mata,nggak boleh ngintip,tunggu aba-aba dari Emely,baru boleh buka''kata Emely yg membuat ke dua tuan rumah makin penasaran.



Segera keduanya memejamkan mata,dalam hati keduanya bertanya-tanya.



''Nah, sekarang om dan Tante buka mata,liat siapa yg bersama Emely''kata Emely memberi aba-aba.



Nyonya dan Tuan Prasetyo terbelalak,begitu membuka mata.''Yudhaaa,apa???om nggak lagi mimpi kan???tanya tuan Prasetyo sambil mendekat ke arah Yudha,segera iya memeluk sosok pemuda itu.

__ADS_1



''Yudha,papa dan mama kangen nak,kamu ke mana aja selama ini???Tuan Prasetyo makin mempererat pelukannya, sementara Yudha hanya bengong tak tahu harus berbuat apa.



''Mama,ini anak kita Ma,kesini dong,apa Mama nggak kangen sama yudha''???kata tuan Prasetyo menyadari istrinya hanya melongo di sofa.



Dengan perlahan dan ragu nyonya Prasetyo melangkah kearah Yudha dan suaminya.



''Kesini Ma,anak kita ketemu,terimah kasih ya Allah''Tuan Prasetyo sangat senang.



Nyonya Prasetyo yg kini berhadapan dengan Yudha, dengan kedua tangannya iya memegang kedua pipi Yudha,Namun yg terjadi.???



''Siapa kamu,??? ngapain kamu ke sini,???kamu bukan Yudha anakku ''suara nyonya Prasetyo melenngking.Suasana yg tadinya penuh haru berubah seketika.



''Ma,ada apa ini ma,bukannya selama ini Mama yg paling merindukan Yudha,mengapa kini Yudha ada bersama kita,Mama malah tak mengenalinya''kata pak Prasetyo sambil menuntun istrinya untuk duduk.



''Mama tau Pa,Mama yg ngelahirin dan membesarkan Yudha,jadi Mama tau mana Yudha yg asli dan mana yg palsu''katanya sambil menatap tajam pada Yudha.



''Ma,sadar ma,ini anak kita,apa Mama lupa sama wajahnya''kata pak Prasetyo sambil memegangi ke dua pundak Yudha.



''Maafkan Mama mu nak,sejak kehilangan kamu dua tahun yg lalu,Mamamu depresi berat,iya bahkan hampir meregang nyawa saking sedihnya.''kata tuan Prasetyo menjelaskan.



Yudha mengangguk paham,walau dalam hatinya sangat kecewa,iya sangat berharap dengan kedatangannya ke rumah itu iya dapat di terima dengan baik,dan perlahan bisa membantunya dari kondisinya yg Sekarang.



Sementara Emely hanya diam tak tahu harus berkata apa.Dalam hatinya bimbang.



''Mengapa kamu masih di sini,pergi!!!keluar dari kamarku!!!kau bukan Yudha,dan sampai kapan pun itu,''ksta nyonya Prasetyo sambil menunjuk-nunjuk pada Yudha.



''Tenang ma,tenang,Papa mohon Mama jangan kayak gini,''kata tuan Prasetyo sambil mendekap istrinya,iya berharap istrinya tenang.



Setelah di rasa istrinya agak tenang, segera iya memberi obat penenang,obat itu untuk membuat pasien tenang dan memberi rasa kantuk.



Setelah istrinya tertidur,tuan Prasetyo mengajak Emely dan Yudha menuju ruang tamu,ada banyak hal ingin tuan Prasetyo tanyakan pada ke duanya.



''Maafkan mamamu nak,Papa harap kamu ngerti yah,beri Mamamu waktu,pasti semuanya akan baik-baik saja''kata Tuan Prasetyo pada Yudha.



''Iya tuan''kata Yudha.

__ADS_1


''kok tuan sih,Papa...a''kata tuan Prasetyo.


''i-i..iya Pa,''kata Yudha terbata,ada rasa canggung dalam melafazkan kata Papa tersebut.


__ADS_2