Husband My Love

Husband My Love
Canggung


__ADS_3

Karena peristiwa di kamar mandi itu, Emely tak bisa bersikap seperti biasanya pada Nicholas, sebaliknya Nicholas pun demikian.


Emely selalu berusaha menghindari Nicholas, seperti Malam ini,iya memutuskan untuk makan tanpa Nicholas,.


Nicholas yg selesai sholat isya, segera ke ruang makan untuk makan malam,iya berpikir akan makan sendiri selagi Emely sibuk dengan file -file kantornya.


Nicholas yg merasa sedikit lapar, terburu-buru menuju meja makan,tanpa iya sadari iya menubruk tubuh seseorang,segera iya meraih pinggang orang itu agar tidak terjatuh.


''Emelyy..y,aduh maaf aku tadi terburu-buru ''Nicholas membantu Emely untuk berdiri tegak.


''Hmmm...mm nggak pa-pa kok ''wajah Emely memerah.


''Ada yg sakit nggak ???tanya Nicholas.


''Ngak, nggak ada kok'' Emely tersipu.


Segera iya berlalu dari hadapan Nicholas,dan salah satu kakinya tersangkut di kaki meja,hampir saja iya terjatuh lagi andaikan Nicholas tak segera menangkap tubuhnya yang mungil.


Mereka berdua dalam posisi Nicholas memeluk pinggang Emely dan Emely memegangi kedua lengan Nicholas, pandangan mereka bertemu.


Jantung Nicholas berdegup kencang,demikian pula Emely, mengapa di saat iya ingin menghindari pertemuan dengan Nicholas justru iya kini dipegangi oleh Nicholas.


Emely melepaskan cekalan tangannya pada lengan Nicholas ,dengan perlahan Nicholas membenarkan posisi tubuh Emely.


Nicholas menuju meja makan, meninggalkan Emely yg masih berusaha menstabilkan nafasnya.


Nicholas mengambil makanan sementara itu Emely dengan langkah seribu. naik ke lantai atas,iya menepuk-nepuk wajahnya yg sedikit merona karena merasa malu.


Nicholas makan perlahan,begitu sunyi iya rasakan tanpa Emely menemaninya makan,apakah begini rasanya kelak jika iya harus jauh dari Emely,???ini baru sekali aku makan tanpa Emely,apa aku sanggup jika hari itu datang,dimana aku dan Emely bukan lagi siapa -siapa??? Nicholas menarik nafas berat membayangkan itu semua.


Sementara Emely segera berbaring begitu sampai di kamar,iya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut,iya tak ingin bertemu tatapan lagi dengan Nicholas.


Lama Nicholas termenung seorang diri di meja makan, hatinya terasa teriris membayangkan semua yg akan terjadi ke depannya,tapi iya harus belajar ikhlas karena dari awal memang iya dan Emely hanya terikat pernikahan palsu dan semuanya pasti berakhir saat ke duanya menemukan tambatan hati.



Nicholas membersihkan meja makan, setelah itu iya membuat secangkir kopi,iya akan bersantai sejenak sebelum beranjak ke pembaringan.



Nickolas kini duduk di kursi balkon kamar mereka,iya bersandar sambil kakinya di luruskan ke depan, matanya iya pejamkan.

__ADS_1



Bodohnya aku, mengapa mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, mengapa harus mencintai orang yang hatinya milik orang lain,batin Nicholas,tak terasa bulir bening terjatuh di pipinya, Buru -buru iya seka air matanya itu,tak pantas seorang lelaki sepertinya menangis.



Di tatapnya langit cerah di atas sana, sungguh sangat indah, namun yg iya hadapi saat ini sungguh sangat berbalik dengan pemandangan langit malam ini.



Sementara Emely yg menutupi tubuhnya dengan selimut tak tahan lagi, perlahan iya membuka selimut yg menutupi bagian kepalanya,iya melihat ke arah sofa , namun tak menemukan Nicholas di sana.



Kemana iya, bukankah tadi iya sudah masuk ke kamar ini,kok kosong ???? Emely bertanya-tanya dalam hati.



Perlahan iya beranjak dari tempat tidur, dengan langkah pelan iya menuju jendela yang menghadap ke balkon,dari balik tirai iya mengintip, ternyata Nicholas berada di balkon.



Tampak olehnya jika Nicholas tengah bersedih, Emely bimbang harus berbuat apa, ingin menghampiri,namun kejadian sore tadi membuatnya malu berhadapan langsung dengan Nicholas.




Dengan segenap kekuatan yang yg iya punya, akhirnya Emely melangkah ke arah balkon,iya kini duduk di samping Nicholas.



Tanpa menatap kearah Nicholas, Emely bertanya,


''Nick,apa yg membuatmu sedih,??apa aku boleh tahu,???kali aja aku bisa membantu''tawar Emely .



''Ehh,kamu Emely ''Nicholas sedikit kaget.''Aku nggak pa-pa kok ,kamu nggak usah khawatir ''.


__ADS_1


Nick,kamu jangan bohong,aku tau kau sedang sedih''kata Emely sambil menatapnya.



''Emely, boleh aku memelukmu ???''kata Nicholas.



Dengan sedikit ragu Emely mengangguk,perlahan iya memeluk Nicholas,dan benar saja kesedihan yang dirasakan oleh Nicholas sedikit berkurang.



Begitu damai hatinya dalam pelukan Emely,walau ini seperti mimpi namun Nicholas tak ingin terbangun dari mimpi indahnya ini.



perlahan Emely melepaskan dekapan Nicholas, dengan perasaan masih canggung iya mencoba tersenyum.


''Kembalilah tidur Nick, percayalah,tidur jg merupakan obat bagi hati yang sedang sedih.


''Mengapa bisa begitu''tanya Nicholas


''Karena sebelum ada kamu,aku kalau sedih segera tidur,dan keesokan harinya saat aku terbangun,rasa sedihku perlahan menghilang''imbuh Emely.


Nicholas tersenyum,Berada di sampingmu seperti saat ini adalah obat dari kesedihanku,batinnya.



''Kok malah bengong,ayo tidur!!, bukankah besok kau harus bekerja,,jangan sampai karena tidur larut pekerjaanmu terganggu.''kaya Emely.



Nicholas tersentak,ya iya lupa jika harus mencari pekerjaan,dan jangan sampai Emely tahu tentang hal tersebut.



''Emely, sepertinya aku memang harus tidur,terimah kasih karena sudah menghiburku,aku akan membuktikan saranmu tadi'' Nicholas tersenyum.



Emely pun tersenyum,entah mengapa melihat Nicholas tersenyum seperti saat ini membuatnya sedikit lega,iya tak tahan jika melihat Nicholas bersedih, perasaan apa ini??? batinnya.

__ADS_1



Iya pun segeraenyusul Nicholas ke kamar,anginalam mulai terasa menusuk hingga ke tulang.


__ADS_2