I AM A THEACHER

I AM A THEACHER
Bab 1 Datang Ke IBU KOTA


__ADS_3

Sore itu... Mutiara atau biasa di panggil Ara, menaiki kereta api yang menuju ke Kota Jakarta tempat kelahiran dia 24 tahun silam.


2 bulan yang lalu sebelum meninggal, ayahnya menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Ara. Dan ayahnya berpesan agar Ara membukanya setelah ayahnya di kebumikan.


Setelah selesai acara menguburkan jenasah sang ayah, Ara gegas pulang menuju ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Ara segera menuju ke kamarnya dan membuka kotak kecil pemberian sang ayah dan membukanya sesuai pesan sang ayah.


Sambil berlinang air mata, perlahan Ara membuka kotak kecil tersebut. Di dalam kotak itu terdapat sebuah buku diary. Ara sempat berfikir. " mengapa hanya sebuah buku diary tetapi ayah berpesan membukanya setelah jenazah ayah dikuburkan...."


Perlahan dan pasti, Ara membuka dan membaca halaman demi halaman buku diary tersebut. Dengan berlinang air mata, Ara terus membaca buku tersebut.


ARA SAYANG, MAAFKAN AYAH YANG SUDAH MEMISAHKAN MAMA DAN SAUDARA KEMBAR KAMU SELAMA INI...


BUKAN MAKSUD AYAH INGIN MEMBUAT KALIAN TERPISAH, TAPI AYAH TIDAK TAHAN TUDUHAN FITNAH MAMAMU PADA AYAH...


Ara makin terisak sambil terus membaca buku tersebut


SUNGGUH ARA HATI AYAH HANCUR KETIKA KAMI HARUS MEMISAHKAN KAMU DAN SAUDARA KEMBAR KAMU AYA... TAPI ITU SEMUA TERPAKSA KAMI LAKUKAN KARENA KAMI TIDAK MAU SAMA-SAMA EGOIS... HINGGA KAMI MEMUTUSKAN UNTUK MEMBAWA KALIAN MASING-MASING...


Ara membekap mulutnya sambil terus meneteskan air mata.


" jadi selama ini aku masih mempunyai saudara kembar dan mama yang jauh dari aku..." ucapnya sambil berfikir.


BERANGKATLAH KE JAKARTA ARA SAYANG, TEMUKAN KEBERADAAN KAKAK KEMBARMU AYA DAN JUGA MAMAMU.

__ADS_1


INI ALAMAT RUMAH KAMI DULU, DATANGLAH DAN CARI MEREKA.


JALAN MERDEKA XI JAKARTA TIMUR


SEKALI LAGI MAAFKAN AYAH ARA... SUNGGUH AYAH TAK PERNAH BERMAKSUD MEMBOHONGIMU...


SUATU SAAT JIKA KAMU BERTEMU MAMAMU, KATAKAN JIKA AYAH MASIH SANGAT MENCINTAI MAMAMU...


SALAM SAYANG AYAH UNTUKMU NAK... AYAH SELALU MENDOAKANMU SEMOGA KAMU MENJADI PUTRI AYAH YANG SHOLEHAH... AYAH SAYANG ARA, AYAH AKAN SELALU ADA DI HATI ARA...


Ingatan Ara tentang sang ayah dengan mata yang berkaca-kaca hampir saja air mata itu jatuh andaikan dia tak menengadahkan kepalanya menatap langit-langit kereta api.


Di dalam kereta dia memilih duduk di kursi kecil yang muat untuk 2 orang bersebelahan. Dia memilih duduk di dekat jendela karena sambil menikmati indahnya pemandangan menuju ke Jakarta.


Tak lama berselang ada satu penumpang pria yang duduk di depan dia karena nomor kereta dia berhadapan dengan Ara.


" iya silahkan mas... " ucap Ara yang masih menggunakan masker.


Pemuda itu bergumam dalam hati... " cantik sekali gadis ini walaupun memakai masker, andai masker itu di lepas apakah masih cantik..."


Ara tau jika pemuda itu memandangnya tapi dia masih bersikap cuek.


" maaf mbak... mbaknya sendirian..." ucapnya mencairkan suasana.

__ADS_1


" iya mas saya sendirian... " Ara tidak akan takut karena situasi kereta api sekarang sangat aman, disiplin, duduk sesuai nomor yang dipesan, di kereta juga ada petugas jaga tidak seperti jaman dulu.


" kenalkan sama Andi... mbak nya siapa... ?"


" saya Ara mas..."


" Ara ya nama yang cantik... " ucapnya sambil tersenyum.


Mereka berdua akhirnya berbincang-bincang sampai kursi yang berderet untuk 2 orang itu penuh.


Pukul 7 malam Ara merasa lapar karena tadi dia cuma makan siang. Maka dia sengaja mengeluarkan bekal makanan yang dia masak sendiri.


" maaf mas Andi mau...? " ucapnya menawarkan makanannya kepada Andi dan kepada penumpang disebelahnya.


Senyuman dan penolakan secara halus mereka ucapkan lewat kata terima kasih.


Karena lapar Ara membuka maskernya untuk menikmati makanannya.


Benar saja, Andi seolah terperangah melihat wajah Ara yang begitu cantik.


" Masyaallah... ternyata wajahnya tanpa masker sungguh sangat cantik... jantungku berdegup kencang hanya melihat wajah dan senyuman manisnya... " batin Andi dalam hati.


Mereka terus berbincang hingga malam larut, Ara yang sudah mengantuk kembali memakai maskernya agar nyaman saat tidur.

__ADS_1


Perjalanan panjang hingga esok siang sekitar pukul 10 pagi telah sampai di stasiun Senen. Di kereta Andi tak menghilangkan kesempatan dengan bertukar nomor kontak wa. Setelah turun dari stasiun, mereka berdua berpisah. Ara mengikuti saran Andi untuk menggunakan ojek online agar mengantarnya ke tempat tujuan.


Sekitar 1 jam karena jalanan yang sedikit macet akhirnya Ara sampai di tempat tujuan sesuai alamat di buku diary sang ayah.


__ADS_2