I AM A THEACHER

I AM A THEACHER
Bab 16


__ADS_3

Suasana kantor yang akan berganti CEO baru mereka nampak antusias menyambut kedatangan CEO baru. Seluruh karyawan nampak penasaran dengan sosok CEO pengganti sang ayah karena sang putra yang belum sekalipun menginjakkan kakinya di kantor miliknya.


" sayang, emang kemana sih pak Arya selama ini kok nggak pernah masuk kantor...? tanya Aya pada David yang sedang berjalan beriringan untuk menyambut CEO baru mereka yang merupakan sahabat David.


" selama ini dia lebih memilih menjadi pengajar di sekolah Adel... jelas David.


" what...! teriak Aya kaget. Jadi bener nih kalo pak Arya yang kata Adel, guru killer itu ternyata CEO di perusahaan ini...!


" kok kamu kayak kaget gitu sih yang...?


" siapa yang nggak kaget... jujur deh tadi tuh aku sempet mikir apa sosok pak arya yang disekolah Adel tuh sama dengan sosok pak Arya CEO kita yang baru...!


" ya emang sama...! jelas david.


" ehmmmm... jadi punya ide nih... cicit Aya.


" ide apaan... jangan aneh-aneh ya...? pinta David.


" nggak aneh kok selama kamu mau bantu aku...! pinta Aya.


" bantu apaan sih yang...!


" nanti aku bakal ceritain ke kamu... sekarang kita sambut dulu pak Arya yang killer itu...


Mereka terus berjalan dari lantai 3 menuju ke loby untuk menyambut CEO baru mereka. Sekitar pukul 8 rombongan mobil CEO nampak berhenti tepat di depan perusahaan. Disana terlihat Pak Handoko dengan ibu Meri dan juga disusul pak Arya yang ternyata biarpun tampangnya di gin dan terkesan cuek tapi sangat tampan.


Acara penyambutan berjalan dengan lancar. Sepintas Arya terkejut melihat Aya ada di depannya tapi dia tidak mau menampakkan wajah keterkejutannya dihadapan semua orang. Setelah acara penyambutan dan ramah tamah selesai. Keluarga pak Handoko Nampak menuju lift untuk ke ruangan CEO. David dan juga Aya mengikuti dari belakang.


Setelah jam makan siang, Arya nampak keluar dari ruangannya diikuti David menuju ke ruangan Aya. Rasa penasarannya harus segera dia ungkapkan.


" kamu... kenapa kamu sekaring jadi sekertaris di kantor ini... seharusnya jam segini kan kamu mengajar... ucap Arya yang langsung masuk ke ruangan Aya. Ruangan itu terbuat dari kaca hingga bisa melihat jelas dari luar dan dalam.


" mengajar... pak Arya salah orang kali pak... saya nggak pernah mengajar kok...! jelas aya yang membuat Arya dan David nampak bingung. Karena merasa tak mendapat jawaban Arya langsung keluar dari ruangan Aya sedangkan David memandang Aya penuh penjelasan.


" nanti aku cerita sayang... ucap Aya mengedipkan sebelah matanya membuat David ingin mengacak-acak rambut Aya karena gemas melihat wajah kekasihnya yang begitu menggoda.

__ADS_1


" Arya hendak keluar dan melarang David untuk ikut. Mau tak mau Davidpun mengalah dan ini kesempatan David untuk meminta penjelasan pada kekasihnya aya.


Setelah sampai di ruangan aya. David langsung memberondong pertanyaan kepada aya.


" kenapa bos bisa tahu kamu...? kenapa nampaknya dia sangat akrab sama kamu... ehm... coba jelaskan sama aku apa maksudnya tadi.


Aya nampak tersenyum senang karena melihat ekspresi wajah David yang dalam mode cemburu.


" kenapa... kamu cemburu...? goda aya.


" nggak siapa yang cemburu... A...aku cuma penasaran aja kok...! jelas david.


" penasaran kok tapi muka ditekuk gitu... jangan marah dong sayang nanti gantengnya ilang loh...! goda aya yang masih nampak senyum merasa tak bersalah padahal dalam hati david seperti diremas-remas.


" bisa jelasin apa yang terjadi...! pinta David melemah.


" ok... aku bakal jelasin. Aya menceritakan semua yang telah terjadi 3 hari terakhir dalam keluarganya karena David yang super sibuk membuat Aya lupa untuk bercerita. Nah gitu sayang ceritanya.


David tersenyum bahagia karena baru tahu bahwa kekasihnya punya saudara kembar yang pastinya akan sama cantiknya dengan kekasihnya. Makanya David pun setuju dengan usul kekasihnya menjodohkan bos dinginnya dengan Ara saudara kembar kekasihnya.


" serahkan semua pada kekasihmu ini sayang, karena intensitas mereka yang sering ketemu semoga benih-benih cinta bersemi di hati yang dingin sedingin kutub Utara dan Selatan... Aku beneran nggak sabar kita bisa ngedate barengan sayang... pasti seru... Oia sayang nanti malem mama ngajakin kamu ke rumah untuk makan malam... ehmmm... sekalian deh kamu ajak tuh bos yang killer... ucap Aya sambil membayangkan bila mereka berempat ngedate bareng.


" ok... sayang... bisa di atur...! ucap David yang tak mendapat respon dari Aya.


David yang melihat ulah kekasihnya yang melamun sambil senyum-senyum membayangkan hari bahagia tersebut, serasa David mendapat kesempatan di kecupnya cepat bibir sang kekasih setelah itu dia berlari keluar ruangan Aya menuju kantin. Aya yang kaget sempat melongo dan tersadar kemudian mengejar David yang sudah menuju ke lantai atas yaitu kantin.


" daviiiiid....!!! teriak Aya dan David tertawa bahagia.


Di sekolah.


Setelah membuat kedua kubu akur dan saling berjabat tangan memaafkan satu dengan yang lainnya. Ara berjanji jika mereka masih terlibat perkelahian lagi, Ara yang akan maju untuk melawan mereka. Awalnya kedua kubu sempat ragu dan meremehkan akan tetapi dengan sikap tegas dan bersahabat yang Ara lakukan hingga kedua kubu akhirnya menyetujuinya.


" ehmmm... ngomong-ngomong, kalau boleh ibu tahu siapa guru pelatih kalian di seni bela diri di sini...? tanya Ara.


" pak Agam Bu... dia guru pelatih kami... ucap Ferdi. Membuat Ara diam sejenak seakan mengingat nama Agam tapi ah tidak mungkin nama yang sama dengan orang yang sama, suara hati Ara.

__ADS_1


" jadi kapan waktu ekstranya...? tanya Ara yang penasaran dengan siapa Agam karena sejak 2 hari mengajar di sini belum pernah Ara bertemu Agam.


" nanti sore Bu sekitar jam 14.30, kami kumpul di lapangan... jelas Brian.


" ok... saat kalian latihan bolehkah ibu gabung...?


" tentu lah Bu... siapa saja boleh ikut dan bergabung... jelas Ferdi.


" ok... karena semua sudah baik-baik saja kedepannya ibu minta kalian bisa bersaing secara sehat, mungkin dalam hal belajar...! pinta Ara.


" baik Bu... kami akan bersaing dalam segala bidang pelajaran... ucap Brian dan diangguki Ferdi.


Setelah itu Ara kembali ke ruang guru, karena sebentar lagi bel istirahat masuk jam pelajaran kedua berbunyi.


Pukul 14.30 dimana mereka semua masih belum pulang karena harus mengikuti ektra yang ada di sekolah tersebut.


Di lapangan sudah berkumpul murid-murid yang mengikuti ekskul bela diri dengan seragam putih-putihnya. Di lantai atas Ara nampak mengamati seseorang yang menurutnya memang sangat dia kenal sebelumnya.


" jadi benar dugaanku... ucap Ara monolog. Kemudian Ara melangkah turun melewati tangga menuju lapangan yang sudah banyak berkumpul murid-murid yang mengikuti ekskul.


Ara masih mengamati Agam yang melakukan pemanasan diikuti oleh murid-muridnya. Ara tersenyum ke arah Agam saat dia tak sengaja menoleh ke belakang. Agam nampak terkejud melihat seseorang yang mirip dengan sahabatnya. Dia segera menggelengkan kepalanya merasa itu tidak mungkin.


Tapi Ara tahu apa yang Agam lakukan hingga dia memanggil namanya.


" pak Agam Bagaskara...! sebut Ara pada Agam yang mulai memberi intruksi pada muridnya. Agam langsung menoleh benar apa yang ada di hatinya bahwa dia memang sahabatnya sewaktu di SMA di Malang dulu.


Ara mendekati Agam yang masih nampak terkejud dan melongo melihat Ara yang mendekatinya.


" pak Agam sombong amat sih... ucap Ara dengan mode santainya.


" kamu... Ara... Mutiara Santoso...! jelas Agam.


" yaap... betul sekali ucapan anda... lama nggak jumpa kenapa sekarang kita dipertemukan dalam lingkup sekolah lagi...?jelas Ara.


" mungkin takdir... ucap Agam kemudian mereka berdua tertawa. Sungguh bahagia rasanya, waktu 4 tahun lebih bukan waktu yang singkat untuk perpisahan mereka.

__ADS_1


Banyak para murid yang penasaran dengan kedekatan Agam dan juga Ara.


__ADS_2