I AM A THEACHER

I AM A THEACHER
Bab 15


__ADS_3

Selesai sarapan yang diselingi dengan canda dan tawa, mereka semua pergi ke tujuan masing-masing. Tinggal Wina dan bi Imah yang ada di rumah tersebut.


Perjalanan pagi yang belum terlalu macet membuat Ara dan Adel sampai di sekolah sebelum bel pelajaran berbunyi. Mereka juga sudah tahu kalo ternyata Ara dan Adel adalah saudara kandung.


Setelah menyapa staf guru dan sedikit bincang-bincang, bel pelajaran pun berbunyi.


" mbak Lili, tumben tuh guru dingin nggak masuk...? tanya Ara sambil berjalan keluar dengan Lili dari ruang guru.


" nggak tahu katanya hari ini nggak ngajar ijin ada acara...


" kondangan kali mbak...! jelas Ara kemudian Lili dan Ara tertawa.


Mereka berpisah menuju ke kelas masing-masing. Ara menuju kelas XII E, dimana pagi ini dia mengajar di kelas tersebut.


" selamat pagi anak-anak... sapa Ara sambil melangkah dan meletakkan buku dan tasnya di meja mejanya.


" pagi Bu... jawab mereka kompak.


Ara melihat semua siswanya masih ada yang tidak masuk.


" Bian lagi yang nggak masuk...? tanya Ara dan di jawab iya oleh muridnya.


" Anisa, sudah kamu tanyakan kenapa Bian nggak masuk...? tanya Ara pada Anisa dan Anisa nampak bingung ingin menjelaskan.


" ehmmm... itu Bu... Bian... kayaknya bakalan nggak sekolah lagi deh Bu... ucap Anisa agak pelan.


" kenapa...?


" ehmmm... kayaknya masalah intern keluarga gitu bu...


" ehmmm... gini aja Anisa, nanti sepulang sekolah bisa anter ibu ke rumah Bian? tanya Ara.


" baik Bu bisa...!


Usai pelajaran pertama, bel istirahat berbunyi. Ara meninggalkan ruangan kelas XII E menuju ke ruang guru, diikuti semua murid yang hendak beristirahat. Saat melewati lorong yang menuju ke ruang guru, disana terdapat toilet umum khusus untuk siswa lelaki.


Samar terlihat suara anak yang bersorak.


" ayo... hajar terus... ayo jangan kasih ampun...!


Ara merasa ada yang tidak beres makanya dia langsung membelokkan tubuhnya menuju ke arah toilet. Disana sudah banyak anak yang bergerombol melihat ada dua orang murid yang sedang berkelahi.

__ADS_1


Dengan sigap Ara langsung meminta kepada anak yang ada di belakang untuk memberikan jalan agar dia bisa lewat. Murid yang tahu bahwa ada guru yang melihat langsung diam dan memberikan Ara jalan menuju ke dua murid yang sedang berkelahi.


" stoooooop......!!! teriak Ara kencang untuk menghentikan aksi mereka berdua.


Mendengar suar Ara yang menghentikan mereka akhirnya mereka berhenti.


" apa yang sudah kalian berdua lakukan dan kenapa kalian membiarkan mereka berkelahi bukannya malah melerai....!


Mereka semua diam tanpa ada yang bersuara. Kedua murid yang berkelahi tadi menahan perih dan luka yang mengenai wajah dan perut mereka masing-masing.


" ehmmm... jadi dengan cara berkelahi yang bisa menyelesaikan masalah...! siapa nama kalian...? tanya Ara tegas.


" saya Ferdi Bu...


" saya Brian Bu...


" sekarang jelaskan pada ibu... apa yang menjadi penyebab semua ini...? tanya Ara.


" dia yang mulai duluan Bu... jawab Ferdi.


" dia yang duluan Bu... jawab Brian.


" Brian mencoba menggoda pacar saya Bu...!


" pacar kamu bilang, dia bukan pacar kamu... kita sama-sama bersaing untuk mendapatkan dia... tapi kamu curang ... sela Brian.


" oooh... jadi masalah cewek kalian sampai rela berantem, boyok sana sini... iya...?ckckckckck... dasar anak jaman now...! udah kalian semua bubar dan buat kamu Ferdi sama Brian ikut saya ...! Perintah Ara.


Mereka semua membubarkan diri, sedangkan Ferdi and the geng dan juga Brian and the geng ikut kemana arah Ara pergi. Bukannya ke ruang guru, Ara memilih taman belakang sekolah. Tempat yang sejuk, adem dan nyaman untuk ngobrol-ngobrol.


Ara memilih duduk di kursi di bawah pohon mangga yang rindang dan di bawahnya ditumbuhi rumput yang selalu tertata rapi dan nyaman untuk dijadikan tempat duduk.


" sengaja ibu, nggak bawa kalian ke ruangan guru karena ibu ingin menyelesaikan masalah kalian tanpa melibatkan lebih banyak orang termasuk orang tua kalian... kalian paham...?


" iya Bu...


" apa kalian disini ikut ekstra bela diri...? tanya Ara dan di angguki oleh mereka semua 7 orang.


" jujur, nggak seharusnya apa yang kalian pelajari itu kalian salah gunakan. Harusnya kalian gunakan untuk membantu mereka yang memerlukan bukan saling melawan antar teman seperti ini...! Sekarang ibu tanya sama kalian, jawab jujur... siapa cewek yang kalian rebutkan itu...?


" Ferdi dan Brian saling pandang dalam tatapan sinisnya hingga mereka berdua kompak menjawab. " Adel "

__ADS_1


Ara tersenyum karena adeknya lah yang jadi rebutan kedua ketua geng mereka masing-masing.


" astaghfirullah... kalian berani menjadikan Adel bahan rebutan kalian...? tanya Ara yang penasaran akan apa jawaban mereka.


" kenapa nggak Bu...? jawab mereka kompak.


" kalian beneran berani berhadapan dengan saya... apa kalian nggak tahu siapa Adel bagi saya...? tanya Ara pada mereka berdua.


Mereka baru tersadar bahwa Adel adalah adik kandung dari Ara guru mereka.


" jadi... apa bener kalian masih lanjut bersaing untuk mendapatkan Adel...? apa Adel tahu dan mau...? tanya Ara.


Nampak dari kejauhan Adel menuju ke arah Ara yang sedang ngobrol dengan geng Ferdi dan geng Brian.


" kakak... mereka buat ulah apa lagi...? tanya Adel. Kalian nih ya... udah aku bilangin kan berkali-kali, aku nggak mau pacaran. Aku masih ingin fokus belajar....! terang Adel pada Ferdi dan Brian.


Ara nampak senyum melihat Adel yang memarahi Ferdi dan Brian.


" kakak, kenapa kakak tersenyum... ish nyebelin...! cicit Adel yang cemberut melihat ulah sang kakak.


" emang kenapa kalo Adel kakak yang cantik ini jadi rebutan dua bos geng cowok paling populer di sekolah ini...? kalo kakak jadi Adel pasti kakak bangga...? ya nggak...? tanya Ara pada mereka.


Mereka menjawab iya dengan kompak.


" Tuh kan mereka loh fine-fine aja... ucap Ara menggoda sang Adek. Kalo menurut kakak sih biarkan saja mereka bersaing toh harus secara sehat...! gimana mau nggak kalian...?


" mau Bu...!! jawab mereka antusias dan tersenyum gembira.


" ok... tinggal kamunya Del setuju apa nggak...! itung-itung biarin mereka bersaing secara sehat lah... syukur-syukur kalo mereka bersaing dalam hal meraih nilai terbaik... waaah pasti kakak dukung deh dek...! ucap Ara masih dengan menggoda Adel.


" kakak... kakak nyebelin... ucap Adel berlalu pergi membuat mereka semua melongo beda dengan Ara yang tertawa terbahak-bahak.


Mereka heran dengan sikap Adel dan Ara. Sedangkan Ara setelah tertawa kembali dalam mode tegasnya.


" jadi gimana tawaran saya...? apakah ada yang setuju...! kamu Ferdi sama Brian...? setuju ...?


" saya setuju Bu...? jawab Brian mendahului


" saya juga setuju Bu...! jawab Ferdi tegas.


Tampang mereka tak bisa di bohongi Ferdi dengan muka tegas dan manis sedangkan Brian dengan kulit putih dan tampannya.

__ADS_1


__ADS_2