I AM A THEACHER

I AM A THEACHER
Bab 7


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Sania kemarin, hari ini Ara menuju sekolah barunya dengan Lili. Mereka naik motor milik Lili dan jarak yang tidak terlalu jauh hanya 10 menit jika naik motor. Sesuai janji Sania akan menunggu di sekolah.


Pukul 7 kurang 15 menit mereka berdua sudah sampai di SMU KARTIKA BANGSA. Sania juga sudah tampak sampai di sana karena dia sudah mengobrol dengan kepala sekolah tentang Ara yang akan menggantikan dia menjadi guru pengganti.


Ara nampak sedikit takjub dengan sekolah yang ada di depannya karena sekolah tersebut jauh lebih besar dari pada sekolahnya dulu yang ada di Malang.


Setelah memarkirkan motor ditempat khusus guru, Ara langsung mengikuti Sania yang akan di perkenalkan dengan kepala sekolah setelah say hello dengan Lili dan mereka berpisah di depan kantor.


tok


tok


tok


" selamat siang pak... salam Sania langsung masuk setelah mengetuk pintu.


" mari... mari silahkan duduk Bu Sania...! perintah kepsek.


" iya terima kasih banyak pak... Oia perkenalkan pak ini yang namanya Bu Mutiara...


setelah perkenalan dan menjelaskan tentang semuanya akhirnya dengan senang hati pak kepsek menerima Ara sebagai guru pengganti. Setelah pamitan Sania mengajak Ara menuju ruang guru untuk memperkenalkan Ara kepada staf guru.


" selamat pagi semuanya... salam Sania saat memasuki ruang guru.


" pagi... jawab mereka yang ada di sana sambil mendongakkan kepala melihat siapa yang datang.


" waaah... Bu Sania... datang sama siapa tuuuh... ucap Nigela salah satu staf guru yang juga masih single.


" baik... mohon perhatiannya buat semuanya... perkenalkan dia namanya Mutiara dan dia adalah guru pengganti saya...


" selamat pagi semuanya... salam kenal dan semoga kedepannya kita bisa bekerja sama dengan baik... ucap Ara sopan dengan senyum manisnya.


" selamat pagi... salam kenal juga dari kami semua... semoga Bu Mutiara bedah menjadi pengajar di sini...? ucap Roni guru olah raga.


" terima kasih...


" maaf Bu Mutiara... boleh tanya...? ucap Irwan guru bahasa yang masih single


" silahkan pak... mau tanya apa...?


" apa Bu Mutiara masih single...? tanyanya dan disambut gelak tawa oleh rekan guru.


" Alhamdulillah... ma.. belum juga dijawab terdengar nada kecewa dari Irawan.


" kirain masih single Bu... ternyata...

__ADS_1


" emang saya masih single pak...


" waaah ... bisa masuk nih... ucap guru yang lain tapi tidak dengan Nigela yang sudah menampakkan raut wajah cemberut.


" Bu Ara sini Bu... duduknya Bu Ara deketan sama saya... ucap Lili.


" iya Bu Lili... ucap Ara sambil melangkah menuju ke mejanya begitu juga Sania.


" Bu Ara, sebentar lagi bel akan berbunyi dan pelajaran pertama di kelas XII E dan itu juga nanti kelas Bu Ara menjadi wali kelas. Nanti saya akan memperkenalkan Bu Ara sebagai guru pengganti....


" baik Bu Sania....


Tak lama kemudian bel masuk kelas berbunyi menandakan jam pelajaran pertama akan dimulai. Semua guru bersiap untuk menuju kelas masing-masing.


Sania dan Ara berjalan melewati koridor yang berjajar setiap kelas. Mereka berdua berjalan sambil mengobrol hingga tanpa terasa sudah sampai di kelas XII E.


Sania masuk terlebih dahulu memberi salam kepada muridnya dan menjelaskan bahwa akan ada guru penggantinya dan Ara masih menunggu di luar.


" selamat pagi anak-anak...


" pagi Bu...


" bagaimana kabar kalian hari ini...


" anak-anak, sesuai dengan apa kata saya kemarin-kemarin bahwa jika saya sudah dapat guru pengganti maka beliau akan menggantikan saya untuk mengajar dan menjadi wali kelas kalian yang baru.... jadi ibu harap kalian bisa bekerja sama dengan guru baru tersebut... kalian paham...


" paham Bu... jawab mereka kompak


Reno, ketua kelas yang terkenal gaya slengeannya bertanya kepada Sania dengan mengangkat tangan kanannya.


" Bu, gurunya laki-laki apa perempuan...?


" yang jelas perempuan...


" waaah perempuan-perempuan... begitulah kasak kusuk dari murid lelaki lagi Reno bertanya..." cantik apa nggak Bu...


" ehmmmm... cantik...


" masih single Bu...


" huuuuuuu... jawab semua murid kompak menyoraki Reno.


" ya apa salahnya gue tanya... jawab Reno cengengesan.


" sebentar biar kalian nggak nebak-nebak terus mending orangnya saya suruh masuk aja ya...

__ADS_1


" iya buuuuuk... kompak mereka antusias.


Sania menuju ke pintu dan memanggil Ara untuk masuk.


" Bu Ara.. mari silahkan masuk...


" baik Bu...


Ara melangkah mengikuti jejak Sania yang lebih dulu masuk. Semua mata murid tertuju pada Ara. celana panjang kain kemeja putih berenda dan berpita di depan sangat elegan dan membuat Ara semakin cantik.


" waaah... cantik banget... ucap mereka.


" ehem...ehem... liatinnya gitu amat... nggak pernah lihat orang cantik ya... ucap Sania tersenyum gemas melihat tingkah anak didiknya yang... echm... gimana gitu...


" hahahahaha... habisnya gurunya cantik banget Bu...


" iya cantik banget...


Mereka kasak kusuk tapi berbeda banget dengan Lidia dan Vika salah satu murid di kelas tersebut yang tampak biasa saja bahkan heran kenapa bisa dia ada disini. Batin Lidia.


" siap Bu... ucap Wahid.


" ok... sebelumnya perkenalan dulu ya... perkenalkan nama saya Mutiara kalian boleh manggil saya Ara... Bu Ara.... ok...


" wah nama yang cantik... Bu Ara udah punya pacar belum...? tanya Bima


Ara dan Sania saling pandang kemudian tersenyum hingga terdengar suara sorakan dari dalam kelas.


" yang jelasnya saya masih single dan untuk saat ini saya masih menikmati status saya... jadi ada yang mau ditanyakan lagi...


" waaah... ini cocok... ucap Delon.


" woi... inget umur woi... Lo masih sekolah SMU... ucap Ranti.


" bukan buat gue... tapi kakak gue... cocok banget...


" huuuuuuu... ngarep Lo... jawab mereka.


" sudah-sudah... ok anak-anak... karena hari ini Bu Ara sebagai pengganti saya sudah ada makanya saya mohon ijin sama kalian untuk undur diri menjadi wali kelas kalian karena tugas itu sudah saya serahkan pada Bu Ara. Dan ibu minta maaf yang sebesar-besarnya pada kalian jika ada perkataan dan perbuatan ibu yang sengaja atau tidak disengaja menyakiti kalian. sekali lagi ibu mohon maaf... semoga setelah kelas ini di pegang Bu Ara, bisa lebih baik dan bisa meraih juara umum... Baik anak-anak, ibu undur diri dulu... jaga diri kalian baik- baik... dan ingat selalu sopan, santun sabar dan penyayang...


" baik Bu... terima kasih juga kami ucapkan kepada Bu Sania karena ibu rela dan Sudi mendidik kami yang masih banyak kekurangannya dan kami juga miminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada ibu... semoga ibu selalu sehat dan melahirkan dengan lancar...


" aaammmmiiiiiinnnnn.... ucap mereka kompak


Derai air mata tak terasa jatuh mengiringi salam perpisahan dari Sania dan murid-muridnya.

__ADS_1


__ADS_2