
Ara segera turun dari ojol yang mengantarnya.
" bang... ini bener alamatnya...? tanya Ara celingak celinguk.
" bener kok mbak... ini rumahnya... ucap abang ojol meyakinkan Ara.
" gede banget rumahnya... ucapnya lirih... Ya udah bang... makasih... bayar lewat aplikasi ya...
" Ok mbak... sama-sama, kalo begitu saya permisi jangan lupa kasih bintangnya... ucap abang ojol sambil tersenyum...
Ara melangkahkan kakinya menuju pagar besi rumah yang akan dia tuju, sedikit membuka pintu yang tidak di kunci, perlahan dia masuk dan sampai di pintu rumah tersebut.
Tak berselang lama Ara mengetuk pintu tersebut.
tok
tok
tok
" permisi... assalamu'allaikum... ucap Ara sedikit keras.
Tak lama terdengar balasan salam dari dalam rumah.
" wa'allaikum salam... cari siapa ya neng... ucap perempuan paruh baya sambil memandang Ara.
" maaf Bu... saya mencari ibu Wina ada...
Perempuan tersebut sedikit mengerutkan alisnya.
__ADS_1
" Bu Wina siapa ya neng... maaf di sini tidak ada yang namanya Wina... ucapnya menjelaskan.
" Wina Anggraeni buk... balas Ara.
" maaf tunggu sebentar saya panggilkan nyonya saya dulu... maaf mbak tunggu disini saja ya... ucapnya.
Ara memaklumi karena dia orang asing yang baru perempuan itu temui jadi tidak membiarkan Ara masuk.
Tak lama terlihat perempuan paruh baya juga terlihat berjalan mendahului art nya.
" maaf neng... neng nyari siapa...? tanyanya.
" maaf Bu.. saya mencari ibu Wina Anggraeni pemilik rumah ini... ucap Ara menjelaskan.
Ibu pemilik rumah terlihat sedang berfikir kemudian seperti mengingat sesuatu dan mempersilahkan Ara masuk.
" oooh... mari-mari masuk neng... ucap ibu tersebut mempersilahkan Ara masuk.
" neng ini apanya ibu Wina ya...? tanya ibu tersebut.
" saya anak ibu Wina Bu... balas Ara. ibu kenal sama ibu saya...? tanya Ara.
" maaf ibu nggak begitu kenal sama ibu kamu, tapi ibu yang sudah beli rumah ini dari ibu kamu. Setelah melakukan akad dan pembayaran, ibu kamu pergi... entah kemana perginya... ibu nggak tau... Oia... neng cantik kamu namanya siapa...?
" saya Mutiara Bu... bisa panggil saya Ara aja... kalo ibu siapa...?
" saya Ranti... maaf neng kalo boleh tahu kenapa kamu mencari ibu kamu apa kamu berpisah dari ibu kamu... rasa-rasanya sudah hampir 20 tahun lho rumah ini jadi milik ibu... ucapnya sedikit heran.
" ceritanya panjang buk... sebenernya saya dari Malang ke Jakarta ini seperti wasiat dari ayah agar saya bisa menemukan mama dan kakak kembar saya... mama dan ayah berpisah dengan membawa kami satu satu... ucap Ara sedikit menjelaskan.
__ADS_1
" jadi kalian kembar... waaah seneng banget... apalagi... Masyaallah... kamu cantik sekali nak... jujur ibu tu seneng banget kalo melihat anak kembar apalagi perempuan dan cantik lagi... ucap Bu Ranti tersenyum bahagia.
" makasih buk...
Tak lama art Bu Ranti datang membawakan minuman untuk Ara dan Bu Ranti sendiri.
" diminum ya nak... ala kadarnya...
" terima kasih Bu... ini lebih dari cukup... balas Ara tersenyum sambil meminumnya.
" tadi kamu bilang wasiat... emang ayahnya sudah meninggal nak...? tanya Bu Ranti.
" iya Bu... 2 bulan yang lalu...
" maaf.. ibu turut berduka cita ya...
" iya Bu makasih... ya sudah Bu... terima kasih atas informasinya... saya masih harus lanjut dulu nih...
" iya nak... ibu doakan semoga kamu segera berkumpul dengan mama dan saudara kamu.
Setelah berpamitan dan keluar dari rumah tersebut, Ara sedikit kecewa karena harapan untuk bisa berkumpul dengan mama dan kakaknya masih jauh di angan-angan.
" mencari mama dan kakak di Jakarta yang luas yang g ketulungan ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami... Ya Allah... kemana lagi hamba harus mencari mama dan kakak... kuatkan hati dan langkah hamba Ya Allah... gumam Ara.
Tak berapa lama saat Ara sedang berjalan pelan, dia melihat dari arah depan ada seorang ibu-ibu hamil yang akan di rampok 2 preman. Ara segera berlari menuju arah perempuan tersebut.
" hei kalian... berhenti... beraninya kok sama perempuan apalagi tu perempuan lagi hamil... kalo berani sini lawan aku...
Kedua preman tersebut yang merasa di tantang langsung menghampiri Ara.
__ADS_1
" hai gadis cantik... kenapa kamu ikut campur urusan kami...