
Setelah bel istirahat selesai, Ara akan masuk ke kelas XII E dimana dia menjadi wali kelas di kelas tersebut. Tanpa sengaja saat sedang berjalan, Ara berpapasan dengan Arya yang kelihatannya baru keluar dari ruang perpus.
Ara menyapa dengan tersenyum sopan kepada Ara. Arya membalas hanya dengan anggukan kepala. " jadi guru kok dingin amat... senyum Napa... ganteng tapi... nyebelin...! gerutu Ara sambil berlalu dari hadapan Arya. Arya yang sedikit jelas seperti mendengar Ara mengatainya berhenti dan berbalik untuk menghentikan langkah Ara. " permisi Bu Ara, apa ada yang salah dengan saya...! ucapnya tegas.
Ara seketika menoleh kepada Arya yang mendengar gumamannya. " eh... nggak kok pak... maaf saya permisi ke kelas dulu pak... ucap Ara berbalik dan berlalu meninggalkan Arya. " nggak tuli ternyata... senyum Ara dan berkata dalam hati. Ara segera memasuki kelas XII E.
" selamat siang anak-anak...! sapa Ara khas dengan senyumannya.
" siang Bu Ara... jawab mereka kompak.
Ara menelisik karena ada satu kursi kosong paling kiri di pojok belakang. " siapa yang nggak masuk hari ini...? tanya Ara.
" Bian Bu... ucap mereka.
" ehm... disini tidak ada keterangan... ucapnya sambil melihat buku absen. apa ada yang dekat dengan rumah Bian...? tanya Ara lagi.
" saya Bu... ucap Anisa.
" ok... nanti sepulang sekolah kamu tanya bian kenapa hari ini nggak masuk setelah itu kamu hubungi no ibu... Kalian sudah punya semua kan kontak wa ibu...? tanya Ara melihat muridnya satu-satu.
" sudah Bu...
" ok... ehm... gini selama ibu jadi wali kelas kalian, ibu harap kalian mau terbuka pada ibu jika kalian ada masalah atau apapun itu. Sebisa mungkin ibu akan membantu kalian. Anggap ibu sebagai keluarga kalian... karena ibu ingin kita dekat, kita bisa akrab layaknya sebuah keluarga. Kalian paham...! ucap Ara menegaskan.
" paham Bu...
" baik... sekarang pelajaran kita mulai... buka buku kalian hal 27...
Mereka semua kompak membuka buku dengan halaman yang diinginkan oleh Ara.
#########
Sore menjelang, Adel menunggu Ara di dalam mobil yang di jemput oleh mang Ujang. Hari ini rencananya Ara akan mengambil beberapa baju yang ada di kost nya dan sekalian pamit dengan ibu pemilik kost dengan diantar Adel.
Hanya 15 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke kostannya Ara. Karena waktu yang sudah sore banyak para penghuni kost yang sudah pulang dari kegiatannya. Mobil keluarga Ara masuk ke halaman kost Ara. Banyak yang bertanya-tanya siapa gerangan yang naik mobil Alphard putih karena punya ibu kost mobil Fortuner hitam.
Setelah Ara turun dari mobil mereka baru sadar siapa yang ada di dalam mobil. Ara melangkahkan kakinya diikuti Adel menuju kamarnya. Sedangkan mang Ujang masih berada di dalam mobil menunggu Ara mengambil baju dan pamitan dengan ibu kost. Ara tersenyum ramah saat berpapasan dengan penghuni kost yang sedang asyik duduk di luar sambil menikmati teh dan ngobrol-ngobrol.
" mbak Ara... yang dibelakang itu siapa...? tanya Susi penghuni kost tepat sebelah kamar Ara.
__ADS_1
" dia... ucap Ara menoleh ke Adel. Dia... murid saya mbak... ucap Ara tanpa panjang lebar agar mereka juga tidak terlalu ikut campur.
Susi manggut-manggut seraya mulutnya membentuk huruf o. Ara langsung masuk kamar beserta dengan Adel.
" kak Ara, tempatnya lumayan nyaman... kakak betah tinggal disini...? tanya Adel sambil melihat sekeliling yang ada di ruangan kost Ara.
" dibilang betah ya lumayan sih dek... cuma kan kakak juga baru 2 hari tinggal disini... ucap Ara sambil memasukkan bajunya ke dalam tas ransel miliknya.
" iya juga ya... kak, baju kakak cuma segini doang...? tanya Adel yang heran melihat baju kakaknya yang tidak seberapa di tambah baju dinas gurunya yang ada 3 potong itupun bentuk setelan celana panjang semua.
" iya... emang kenapa dek ...? tanya Ara yang sedikit heran.
" hehehehe... bukan apa-apa sih cuma ya... nanti deh kalo di rumah Adel kasih lihat koleksi baju punya kak Aya...
Ara menjawab sambil tersenyum. Setelah selesai memasukkan baju dan alat makeup yang seadanya ke dalam tas kecil dan dimasukkan ke dalam tas yang biasa buat berangkat bekerja. Ara mengajak Adel ke tempat ibu kost untuk mengembalikan kunci kamar sekalian pamit.
Saat sampai di luar kamar terlihat Lili yang baru datang dengan motornya.
" loh... Ara udah mau berangkat...?
" iya mbak... ini si Adel pengen akunya cepet ke rumah... udah kangen katanya...
" iya deh... ibu doa'in agar kebahagiaan selalu hadir dan menghiasi kehidupan keluarga kalian...
" ammmiiiin... ucap mereka berdua kompak.
" mbak... makasih ya udah bantu Ara dapetin kostan walaupun sebentar tapi sangat nyaman untuk Ara tempati...
" iya sama-sama. Oia jangan lupa kalo sudah di rumah baru ajak aku main ke sana...!
" tentu mbak... nanti sekalian aku ajak mbak Sania sama mbak Tisya... pasti mereka berdua seneng banget ketemu mama sama kak Aya....
ya udah mbak... aku mau ke tempat Bu Ningsih dulu ya mau ngasih kunci sama sekalian pamit.
" iya sudah sana mumpung lagi pada ngumpul...
" siapa mbak...? tanya Ara.
" ya Bu Ningsih sama suami sama anaknya Arman...
__ADS_1
" oooo...
Ara melangkah menuju rumah ibu kost yang jaraknya hanya 100 meteran. Setelah sampai, pelan Ara mengetuk pintu dan mengucap salam.
" assalamu'allaikum...
" wa'allaikum salam...
Setelah menjawab salam terlihat Bu Ningsih yang membuka pintu dan menyuruh Ara masuk.
" permisi bu Ningsih...
" eh... nak Ara... mari sini masuk nak...! ucap Bu Ningsih tersenyum bahagia.
Setelah masuk Ara duduk di sofa ruang tamu diikuti Adel. Bu Ningsih gegas memanggil nama Arman yang ada di dalam untuk ikut kumpul dengan mereka. Ara sedikit bingung " kenapa harus memanggil Arman, kenal aja nggak...? batin Ara.
" Arman sayang sini nak... duduk di sini... ada nak Ara nih...! ucap Bu Ningsih melihat arah dalam.
Tak lama nampak Arman keluar dengan kemeja putih kelihatannya habis mandi karena terlihat rambutnya yang sedikit masih basah.
" siapa bunda...? tanya Arman.
" nih Ara... kenalin namanya Arman, dia putra tunggal ibu... ucap Bu Ningsih tersenyum lebar. Arman, dia Ara salah satu anak kost yang tinggal di kamar sebelah Lili... ucap Bu Ningsih menerangkan.
" hai Ara... ucap Arman mengulurkan tangannya dan Ara menyambutnya dengan senyum menganggukkan kepala.
" saya Ara...
" Ara, kerja di mana...?
" saya guru mas di SMU KARTIKA BANGSA...
" oooo.... kalo saya pengusaha di bidang ekspor import... ucap Arman. menjelaskan.
" kenapa ada acara kayak gini sih ... kan mama udah nungguin dari tadi... batin Adel sedikit cemberut.
" maaf Bu sebelumnya, saya ke sini mau menyerahkan kunci kamar dan sekalian pamit...
" loh... kenapa nak Ara... kamu nggak nyaman ya sama kamarnya... ato sama biayanya.... ucap Bu Ningsih terlihat khawatir.
__ADS_1
" bukan buk... jujur selama 2 hari saya disini saya sangat betah cuma masalahnya saya sudah menemukan keluarga kandung saya makanya keluarga saya meminta saya untuk tinggal dengan mereka...