I AM A THEACHER

I AM A THEACHER
Bab 10 Tangis bahagia


__ADS_3

Wina nampak shock melihat apa yang ada di hadapannya. Hati ibu mana yang tak rindu setelah hampir 20 tahun lebih tak pernah membelai dan memberikan kasih sayang disaat hal itu diinginkan anaknya. Curahan kasih sayang yang hanya dia berikan pada salah satu putri kembarnya. Tak dapat di bendung lagi air mata Wina melihat sang putri yang sudah meneteskan air mata menatapnya dengan penuh kerinduan yang teramat sangat.


20 tahun lamanya Ara tak pernah merasakan bagaimana rasanya dipeluk, bagaimana rasanya bercerita tentang keluh kesahnya, bagaimana rasanya di belai dan disayang. Hari ini entah keajaiban yang keberapa Ara dapatkan saat keinginannya untuk segera bertemu dengan mama dan kakaknya yang sangat amat dia rindukan hingga rasanya lebih mudah dari perkiraannya kemarin yang mencari keberadaan mama dan kakaknya di kota Jakarta yang sangat luas ini.


Dengan rasa yang bercampur aduk Ara perlahan membuka mulutnya untuk pertama kali memanggil seseorang yang telah melahirkannya ke dunia ini. " ma...mama... ucapnya terbata dengan derai air mata.


Wina tak mampu membendung lagi kejolak hati , dia langsung berlari untuk segera bisa memeluk putri tercintanya.


" A...Ara ... ini beneran Ara putri mama kan... Ara maafkan mama nak... ucap Wina sambil memeluk erat dan perlahan melepaskan pelukannya dan memandang putrinya yang sangat amat dia rindukan. Dia pandangi wajah cantik Ara yang sama persis dengan Aya, diciumnya wajah itu tanpa meninggalkan celah sedikitpun. Aya juga tak kuasa merasakan hati yang bercampur aduk, dia berhambur memeluk adik kembarnya yang selama ini tak pernah ia tahu akan adanya Adek dan di mana keberadaannya.


Setelah puas mencium wajah Ara, gini giliran Ara dan Aya yang saling memandang. Bagai pinang dibelah dua hingga sekilas takkan ada yang bisa membedakan keduanya. Mereka sama-sama berpelukan melepaskan rasa rindu, jantung yang sama berdetak lebih kencang dan derai tangis yang sudah membasahi pipi bahkan sampai baju bagian depan mereka nampak basah oleh air mata.


Puas melepas rindu, Ara dituntun sang mama masuk ke dalam rumah yang baru pertama kali Ara injak. Rumah megah dengan 2 lantai dengan nuansa putih bersih sangat membuat nyaman siapa saja yang ada di rumah itu.


Wina menuntun sang putri menuju meja makan dimana mereka bertiga tadi masih saling menikmati hidangan yang disiapkan bi Imah.


" Ara... makan dulu nak... pasti kamu belum makan... ucap Wina masih dengan derai air mata antara bahagia dan sedih.


" makasih ma... iya Ara memang tadi belum makan karena Ara sudah menunggu untuk bisa datang ke sini... Ara ingin segera bisa bertemu dengan mama dan kak Aya... ucapnya sambil ikut duduk di kursi sebelah mamanya duduk.


Aya dan Adel tersenyum haru melihat mamanya memperlakukan hal yang sama kepada Ara.


" Ara... dari mana kamu tahu kalo mama sama Aya tinggal disini...?


" tadi Adel yang beritahu ma... Adel kaget lihat wajah Ara yang mirip kak Aya ada di sekolah, karena setahu Adel, kak Aya kan kerja di kantor...!

__ADS_1


" maafkan mama Ara... karena kesalahan kami hingga membuat kalian berdua terpisah... ucap Wina dengan Adel dan Aya yang masih mendengarkan dengan seksama.


" semua sudah terjadi ma... Ara sekarang senang bisa ketemu lagi sama mama sama kak Aya... ucap Ara sambil memandang Aya dan di angguki oleh Aya sambil tersenyum.


" gimana kabar ayah kamu nak...?


" ayah... ehmmm... ayah sudah meninggal ma 2 bulan yang lalu...


" innalilahi wainnailaihi rojiun... jawab Wina, Aya dan Adel kompak.


" ya Allah dek padahal kakak belum pernah ketemu sama ayah kenapa ayah sudah pergi terlebih dahulu... kakak belum pernah lihat foto ayah... ucap Ara menangis lagi.


" Ara ada kok kak foto ayah... dan ini kenangan terakhir Ara sama ayah waktu Ara pertama kali di terima kerja jadi guru... ucap Ara sambil menyerahkan foto yang ada di dompet kecilnya di dalam tas selempangnya.


Aya tersenyum melihat foto sang ayah yang nampak gagah dan sangat tampan hampir mirip dengan wajah mereka berdua. " ayah sangat tampan ya dek ...


" Santoso namanya...


" ayah Santoso... ucap Adel manggut-manggut.


" ma... apa papa sudah tahu kalo aku ada saudara kembar...? tanya Aya pada mamanya.


" sudah ya... papa kamu sudah tahu semuanya... bahkan dulu papa kamu sempat mengajak mama untuk mencari Ara tapi mama yang tidak mau... mama masih sakit hati dengan perbuatan ayah kalian.... ucap Wina menjelaskan.


" ma... sebenernya ayah hanya difitnah ma... kejadiannya nggak seperti itu... ayah nggak salah... ucap Ara menjelaskan.

__ADS_1


" huuuh... entahlah... semua sudah terlanjur, kami berdua juga sudah terpisah lama. Apa ayahmu tak menikah lagi setelah berpisah dengan mama...?


Ara menggeleng. " ayah masih sangat mencintai mama, hingga ayah tak terpikirkan untuk berumah tangga lagi ma...!


Wina yang mendengar penjelasan Ara hanya menutup mulutnya seakan tak percaya karena 20 tahun lebih mantan suaminya betah menduda, berbeda dengan dirinya yang setelah berpisah 3 tahun kemudian dia menikah dengan Surya papa dari Adel.


Setelah acara makan malam yang di selingi dengan obrolan akhirnya mereka berempat menuju ruang keluarga sambil terus mendengarkan cerita Ara dan juga cerita tentang masa kecil hingga dewasa mereka masing-masing.


Hingga tak lama terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah Wina. Ara merasa gugup karena untuk pertama kalinya dia akan bertemu dengan ayah sambungnya.


" assalamu'allaikum... ucap salam dari Surya.


" wa'allaikum salam ucap mereka kompak


" loh..ada tamu rupanya... ucap Surya yang tidak tahu bahwa Ara anak sambungnyalah yang datang karena Ara duduk membelakangi Surya.


" iya papa sayang... tamu spesial... ucap Adel berdiri mencium punggung tangan papanya.


Surya mendekati Ara yang juga sedang duduk berdampingan dengan Aya. Setelah mendekat Surya nampak kaget karena melihat anak gadisnya Aya ada kembaran yang sama persis dengannya.


" si...siapa ini ma... ucap Surya terbata-bata.


" dia Ara pa... anak mama dengan Santoso...


" jadi beneran mereka sama, kembar... dan mereka sama-sama cantik seperti mama... ucap Surya memuji kedua putri sambungnya dengan istrinya. Dan, kapan Ara sampai disini... ucapnya.

__ADS_1


Ara langsung berdiri mencium punggung tangan Surya orang tua sambungnya begitu juga Aya. Surya memang sangat menyayangi Aya seperti putrinya sendiri apalagi sekarang ada Ara jadi dia juga menganggap Ara seperti putrinya sendiri.


Surya nampak bahagia karena memang dari dulu jika melihat orang kembar dia akan kagum dan bahkan dia ingin mempunyai anak kembar. Hingga secara tak langsung dia sudah mendapatkannya sekarang. Kebahagian seperti inilah yang dia inginkan. Walaupun mereka bukan darah dagingnya tapi mereka akan dianggapnya seperti putri kandungnya.


__ADS_2