I AM A THEACHER

I AM A THEACHER
Bab 8 titik terang


__ADS_3

" vik, kenada kakak Adelia sekarang alih profesi... kan seorang sekertaris kok bisa jadi guru... gimana ceritanya... ucap Lidia masih heran.


" iya ya... setahu gue kakak adel kan sekertaris... bingung gue... ntar istirahat kita tanya sama Adel aja biar lebih jelas.... jelas Vika.


Mereka berdua sungguh sudah tidak sabar untuk menanti bel istirahat berbunyi walaupun jam pelajaran pertama bukan diisi pelajaran hanya cerita dan saling perkenalan tapi sungguh otak mereka tidak bisa mencerna apa w ada di depan mata mereka.


Hingga tanpa terasa bel istirahat pertama bunyi, setelah Ara keluar dari kelas Lidia dan Vika segera berlari menuju kelas Adelia sahabat mereka.


" Vika... Lidia... buru-buru amat mau kemana... teriak Reymon, siswa centil.


" mau ke kelas Adel Rey... kenapa... Lo mau ikut...? tanya Lidia.


" boleh tungguin eke... dong guys.... ucapnya dengan menje.


Mereka berdua memutar bola mata malas. Sambil terus berjalan dan diikuti Rey. Sesampainya di kelas Adelia, dia sedang bercanda dengan Nisa sahabat mereka juga.


" Adel... gue butuh penjelasan dari Lo... teriak Lidia yang duduk di depan Adelia.


" apaan sih Lo bikin gue kaget aja... deh ... penjelasan apa maksud Lo... gue g ada salah apa-apa ya sama Lo berdua...


" bukan itu Del... Lo bilang kakak Lo, kerja di kantoran jadi sekertaris la ini apa... emang kakak Lo udah g ngantor lagi...?


" maksud Lo apa sih... makin g ngerti gue...!


" gini ya gue jelasin... kan Lo pernah ngomong kalo kakak Lo kerja jadi sekertaris di kantor yang gede banget... tapi barusan gue lihat kakak Lo ngajar di kelas gue...! jelas Lidia.


" what....! nggak... nggak mungkin... ngaco Lo,...!


" ye di bilangin nggak percaya... ayo sekarang Lo ikut gue kita buktikan omangan gue...


" iya Del emang bener apa kata Lidia kok... saut Vika.


Lidia langsung menarik tangan Adel untuk menuju ke ruang guru. Tidak sampai 5 menit mereka berempat sudah sampai di depan ruang guru.

__ADS_1


" mana... coba tunjukin buktinya ke gue...!!!


" sabar dong ... sebentar gue masuk ke ruang guru dulu ya... ucap Lidia nyelonong masuk ke ruang guru.


Lidia mengetuk pintu ruang guru dan mendapati Ara yang sedang ngobrol dengan Lili.


" selamat pagi menjelang siang Bu Mutiara... saya ada perlu sama ibu... bisakah ibu ikut saya sebentar...? pinta Lidia.


Ara nampak bingung. " kamu ada perlu saya ibu... apa?


" ehmmm... nanti ibu juga akan tahu tapi sekarang ibu ikut saya dulu ya...please... pinta Lidia.


Ara dan Lili saling menoleh kemudian Ara melihat lagi Lidia sebelum akhirnya ikut Lidia keluar.


Lidia berjalan terlebih dulu kemudian Ara di belakangnya.


" Adel... lihat siapa yang ada di belakang gue... ucap Lidia pada Adel yang sedang duduk di kursi dekat ruang guru bersama dengan Vika, Nisa dan Rey. sontak Adel menoleh kepada Lidia dan tampak terkejut karena yang dibelakangnya adalah kakaknya.


" loh... kakak... kakak ngapain di sekolah Adel... jadi guru juga lagi... emang kakak udah resign dari kantornya pak Arya... kok nggak bilang sama gue sama mama sih... kak... kakak kok diem aja sih...!!!


" tunggu... tunggu... kamu bilang kalo saya adalah kakak kamu... emang kamu punya kakak yang wajahnya mirip sama saya...?


" ya elah kakak... malah becanda lagi... kakak gimana sih...!!!


" tunggu... memang siapa yang bercanda... saya lagi nggak bercanda... sekarang coba jelaskan siapa nama kakak kamu...?


" ya tentu aja nama kakak Aya masak iya gue lupa sama nama kakak... nggak mungkin dong kak...


" nama kakak kamu Aya... tapi saya bukan Aya... saya Ara...


" what... kakaaaak... becandanya beneran nggak lucu deh... emang kakak habis kejedot dimana sih... kakak lupa ingatan...?


" beneran nama saya Mutiara... apa nama kakak kamu Cahaya...?

__ADS_1


" iya... nama kakak saya cahaya jadi nama ibu Mutiara... tapi... kenapa wajah ibu mirip banget sama kakak... bagaikan pinang dibelah dua...


" nama kamu siapa...


" saya Adelia Bu...


" Adelia... boleh ibu lihat foto keluarga kamu... ucap Ara bergetar antara senang dan haru karena titik terang untuk menemukan mama dan saudara kembarnya ada di depan mata.


Adelia mengeluarkan hp dari saku roknya dan membuka galeri foto untuk dia perlihatkan foto keluarga kecilnya kepada Ara.


Setelah ketemu Adelia langsung memberikan hp yang sudah terpampang wajah mama dan saudara kembarnya. Ara menitihkan air mata karena ternyata hari ini dia akan bisa melihat mama dan kakaknya. Ara menutup mulutnya dengan telapak tangannya sambil menangis bahagia.


" mama... kak Aya... ja...jadi kamu anak mama Wina...? tanya Ara pada Adelia.


Adelia yang masih sedikit shock kemudian mengangguk dan meminta penjelasan kepada Ara sebenarnya apa yang sedang terjadi.


" jadi ka...kamu juga Adek ku...! ucap Ara sambil melihat wajah Adelia yang nampak bingung.


" maksud ibu apa...? tolong jelaskan pada saya... mengapa ibu bilang aku Adek ibu...?


" a...aku adalah saudara kembar kakak kamu Aya... kami terpisah sejak kecil... aku ikut ayah dan kak Aya ikut mama... penjelasan Ara kepada Adel yang masih diam mencerna kata-kata dari Ara sedangkan ke empat temannya juga sama-sama melongo.


" ja.. jadi ibu Ara juga kakak adel... ucap Adel menatap wajah yang memang kembar dengan kakak kandungnya yang beda ayah.


" iya Adel... aku adalah kakak kamu juga...


Tanpa menunggu penjelasan lagi Adel langsung memeluk erat tubuh Ara karena Adelia merasa senang karena punya kakak lagi. Ara yang mendapat pelukan dadakan dari Adel hampir saja terjatuh jika dibelakangnya tidak ada pak Arya... yang tanpa sengaja menjadi tumpuan Ara agar tidak jatuh.


Adel meminta maaf kepada pak Arya karena ulahnya membuat Ara hampir jatuh.


" maaf pak Arya... kami tidak sengaja... ucap Adel sambil tersenyum kepada guru super dingin dan terkenal killer di sekolah.


Arya adalah anak pemilik SMU KARTIKA BANGSA. Selain menjadi guru dia juga seorang CEO di perusahaan ayahnya. Karena tidak ingin terikat dengan perusahaan, dia lebih memilih menjadi seorang guru dan menutupi identitas CEOnya. Urusan kantor ada David sang asisten yang selalu ada menggantikan posisi dia. Bisa dihitung dengan jari berapa kali dia akan datang ke kantor selebihnya untuk urusan penting akan dia serahkan kepada asistennya hanya jika perlu tanda tangan David akan menemuinya di rumahnya.

__ADS_1


Arya sempat terkejut melihat Ara yang tak pernah dia lihat sebelumnya dan dia seperti mengingat-ingat jika dia pernah bertemu dengan Ara tapi entah dimana...!


__ADS_2